yufid.com
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2026

Fatwa iblis halus menyesatkan

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 21.37 No comments

 

Fatwa Iblis, Halus Menyesatkan


Allah Ta'ala abadikan perkataan Iblis:


“Rabb kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” Dan dia  bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.”

(QS. Al A'raf: 20-21)


#kajiansalaf #salaf #kajiansunnah #sunnah #kajianislam #islam #flyerdakwah #posterdakwah

Senin, 22 September 2025

Keutamaan Berinfaq

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.59 No comments


*Keutamaan Berinfaq*


وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya”

[QS. Saba: 39]


Bagi orang yang beriman tentunya gemar berinfaq ini adalah menjadi ciri khas mereka sehingga mereka disebut beriman.


Berinfaq tidak harus menunggu kaya, karena infaq itu sendiri tidak mengurangi harta, Allah lah yang akan menggantikannya. 


Berinfaq seharusnya dengan didasari ilmu seperti contoh utamakan infaq kepada orang yang lebih membutuhkan dan yang memiliki manfaat yang syar'i sesuai contoh para Salaf karena hal itu  akan mengalir terus.


#kajiansunnah #kajianislam #kajiansalaf #posterdakwah #quran #sunnah #infaq #dakwah #salaf

Selasa, 14 Januari 2025

SOLUSI ISLAM JIKA ANAK TAKUT

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 04.40 No comments

 

#ParentingSesuaiSunnah

✍️🌱🌷
*SOLUSI ISLAM JIKA ANAK TAKUT:*

1. Kuatkan iman kepada Allah Ta'ala dan Ibadah yang baik.

2. Berikan kesempatan anak untuk bergerak dan bertanggung jawab.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Kepala Negara dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya
(HR. Bukhari no. 2554 & Muslim no. 1829)

3. Jangan menakut nakuti anak ketika nangis atau bersedih dengan hantu, maling, dan semisalnya.

4. Jika anak mulai berakal atau berfikir biarkanlah mereka bergaul dengan teman-teman yang baik.

5. Ingatkan anak dan ceritakan tentang keberanian Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam banyak peperangan.

(Diterjemahkan dari Disertasi berbahasa arab berjudul Tarbiyatul Aulad 'Ala Dhau As Sunnah An Nabawiyyah, Al Ahdaf wa Al Usus Wa Al Wasail oleh Ustadz Dr. Riza Firmansyah, halaman 189-191)

➖➖🔘 *®* 🔘➖➖

*Join grup kajian online:* 👇

👤Untuk Ikhwan (Pria) via WhatsApp:
📲https://chat.whatsapp.com/CZWdBWN4zu3HkHvmoBPBJA
👤Grup Ikhwan via Telegram:
https://t.me/rizafirmansyah
🌹Untuk Akhwat (Wanita) via Telegram:
https://t.me/CilegonSerangMengaji

▶️ RizaFirmansyah_Official
📸 rizafirmansyah_official
📘 Abu Abdillah Riza
📧 elatsaryrz@gmail.com
🌍 www.hidayahsalaf.blogspot.com

#parentingsunnah #parentingislam #parentingsesuaisunnah #pendidikan anak #sunnah

Senin, 13 Februari 2017

Maskawin Termulia Sepanjang Sejarah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.36 No comments

Maskawin Terbesar Sepanjang Sejarah

Tahukah Anda, apa maskawin terbesar sepanjang sejarah? Apakah maskawin tersebut bernilai jutaan bahkan milyaran rupiah? Ataukah berupa rumah beserta segala isinya yang mewah?

    
Tahukah Anda, apa maskawin terbesar sepanjang sejarah? Apakah maskawin tersebut bernilai jutaan bahkan milyaran rupiah? Ataukah berupa rumah beserta segala isinya yang mewah?
Bukan itu,wahai saudariku. Maskawin terbesar sepanjang sejarah adalah maskawin yang diterima oleh Ummu Sulaim. Siapakah Ummu Sulaim itu?
Ummu Sulaim adalah salah satu wanita yang telah mendapatkan tiket masuk surga. Sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam. Beliau Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Aku bermimpi masuk surga. Di sana aku bertemu dengan Al-Ramaisha’ (julukan Ummu Sulaim), istri Abu Thalhah. Aku pun mendengar suara bakiyak, lalu aku bertanya, “Siapa?” Seseorang menjawab, “Bilal.” Aku melihat rumah gedung yang di halamannya ada seorang wanita. Aku bertanya, “Rumah ini milik siapa?” Seseorang menjawab, “Milik Umar.” Aku ingin sekali masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat. Lalu aku ingat kecemburuan Umar. Umar pun berkata, “Demi Allah, wahai Rasulullah, akulah yang pantas cemburu kepadamu.”
Suatu hari, Abu Thalhah datang untuk meminang Ummu Sulaim. Pada saat itu, Abu Thalhah belum menjadi seorang yang beriman. Oleh karena itu, Ummu Sulaim berkata, “Kalau saya sendiri menerimamu dengan sepenuh hati. Orang sepertimu sayang untuk ditolak. Akan tetapi, engkau masih kafir, sedangkan aku wanita muslimah. Jika kamu mau masuk Islam, maka keislamanmu itu adalah maskawin untukku, aku tidak meminta yang   lainnya darimu.” Abu Thalhah pun mengucapkan dua kalimat Syahadat, lalu menikahi Ummu Sulaim.
Tsabit berkata, “Aku tidak pernah mendengar maskawin yang lebih mulia daripada maskawin Ummu Sulaim, yaitu Islam.”
Salah satu obsesi terbesarnya adalah maskawinnya berupa Islam. Dia tidak berpikir maskawinnya berupa uang, harta benda atau sesuatu yang mahal. Tujuan utamanya adalah berdakwah meskipun akhirnya harus berbuah pernikahannya dengan laki-laki yang menjadi objek dakwah.
Remaja putri sekarang berpandangan bahwa termasuk sebuah penghinaan dan pelecehan kodrat wanita bila maskawin untuk wanita sangat sedikit. Mereka lebih mengidamkan seorang laki-laki yang berpenampilan necis dan berkantong tebal, meskipun dia tidak rajin shalat, atau jauh dari kebaikan perangai dan budi pekerti. Berbeda dengan mereka, Ummu Sulaim mendambakan seorang suami yang beriman. Dia tidak ragu menolak laki-laki kafir, walaupun ia seperti seorang yang sayang untuk ditolak. Syarat menikahinya bukan penampilan fisik dan seorang profesional, tetapi pencariannya hanya satu maskawinnya berupa Islam. Sedangkan materi bukan menjadi perhitungannya sama sekali.

——————————————-
Diketik ulang dari buku “Kado Pernikahan” karya Abdullah bin Muhammad Al-Dawud
Artikel muslimah.or.id

Jumat, 22 Januari 2016

Meneladani Khadijah binti Khuwailid

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 07.41 No comments
Meneladani Khadijah binti Khuwailid  radhiyallahu ‘anha
oleh: Abu Abdillah Riza
Bercampur rasa sedih dan bahagia ketika memperhatikan keadaan ummat di akhir zaman yang telah terjamur dengan beraneka ragam kemungkaran. Sedih ketika memperhatikan maksiat yang merajalela, dan bahagia karena masih ada diantara kaum Hawa yang masih menyisihkan waktunya untuk belajar agama dan mengamalkan ajaran Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wasallam (r)  dan juga contoh ibadah istri-istri Beliau.
Terkhusus kaum wanita yang sebagian mereka lalai dan tidak memahami kepada siapa mereka akan bersuri tauladan. Artis film dan sinetron, tokoh-tokoh wanita Liberal dan Sekuler bahkan wanita Kafir yang sukses dan tenar dalam hal keduniaan yang bersifat sementara ini menjadikan gaya hidup tanpa terasa terpengaruh dengan tingkah laku mereka. Semoga kisah yang telah kokoh dan masyhur dari Ummul Mukminin yang satu ini dapat menyadarkan kita dari fenomena di atas.
Ada dua perempuan yang membela dan mendukung dakwah Nabi Muhammad r di awal lahirnya Islam mereka adalah Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Asad.

Kamis, 10 Desember 2015

Meneladani Fathimah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 18.21 No comments
Wasiat Rasulullah kepada Fathimah

Rasulullah Shallallah’alaihi wa sallam adalah suri tauladan bagi segenap umat. Orang yang paling cinta dan setia dalam mengikuti agama dan perilaku beliau adalah para Sahabat. Fathimah Radhiyallahu’anha adalah salah satu contoh teladan bagi para wanita dalam beragama sampai urusan muamalah keduniaan.
Mencintainya adalah suatu kemestian. Bersikap tengah sesuai dalil-dalil yang shahih dan tidak melampaui batas dalam memujinya adalah wujud nyata cinta yang penuh dengan keimanan yang sejati.
Beliau adalah sosok perempuan yang tegar dalam mengamalkan dan membela Islam sekaligus pemimpin wanita pada masanya ini, ia adalah putri ke 4 dari anak-anak Rasulullah Shallallah’alaihi wa sallam, dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu’anha. 
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki kelahiran Fathimah yang mendekati tahun ke 5 sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul.

Minggu, 18 Oktober 2015

pemimpin di rumah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.42 No comments
Wahai Saudariku, Ladang Pahalamu ada di Rumah                                                                                                                           
Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman (artinya):
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. QS. an-Nahl: 97

Senin, 07 September 2015

Pengantar surat ke neraka

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.42 No comments


Pengantar surat ke neraka


Ust. Dr. SYAFIQ bin RIZA bin HASAN bin ABDULQADIR  BASALAMAH:
PENGANTAR SURAT KE NERAKA
AKHI UKHTI
Betapa besarnya jasa tukang pos,
 pada masa lalu, yang dengan sepeda atau motornya memasuki gang-gang kecil untuk menyampaikan surat dari handai taulan atau dari teman…
Namun pada masa kini tugas mereka sudah tergantikan dengan berbagai sarana tehnologi yang begitu modernnya…

Sabtu, 12 April 2014

Fiqih Talak, Rujuk, Dan Iddah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.47 No comments

Penjelasan Sederhana Tentang Talak (perceraian), Rujuk dan Iddah (Revisi-dilengkapi)

(Al-Ustadz Abu Ibrahim ‘Abdullah al-Jakarti)
Diantara perkara yang penting untuk diketahui adalah permasalahan talak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami bawakan sedikit penjelasan seputar talak yang di rangkum dari beberapa kitab fiqih dengan harapan semoga bermanfaat bagi diri penulis pribadi dan kaum muslimin.
Pembahasan Pertama: Pengertian talak
Talak secara bahasa : ( التخلية) Melepaskan.
Secara syar’i : ( حل قيد النكاح أو بعضه) Melepaskan ikatan pernikahan secara menyeluruh atau sebagiannya. (Taudihul Ahkam:5/476-Al-mulakhos Al-Fiqhiy, hlm. 410)

Senin, 09 Desember 2013

Cara Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.12 No comments


Cara Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita

Oleh :  drh. Sarmin, MP dan Dr. Fitri Rachmayanti

Anak adalah amanah dari Alloh yang tiada ternilai harganya. Amanah tersebut menuntut kita untuk menjadikan mereka sebagai anak yang sholih dan sholihah. Untuk mewujudkannya ada beberapa faktor yang harus dipenuhi, di antaranya memberikan nutrisi yang cukup dan baik kepada anak sehingga bisa tumbuh dengan sempurna, sehat, dan cerdas. Dengan begitu, akan membuat mereka mudah dibina untuk mendalami ilmu-ilmu agama Alloh. Ketidak-acuhan kita terhadap nutrisi anak akan membuat keadaan gizi mereka menjadi buruk.

Kesepian Ditinggal Suami ke Luar Negeri

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 14.59 No comments

Kesepian Ditinggal Suami ke Luar Negeri

SOAL:
Assalamu’alaikum. Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkan, bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Ana bingung, manakah yang kuat dalilnya, Ustadz? Syukron.
(Abu Zaky, Karawang, +628138361xxxx)

Selasa, 03 Desember 2013

Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurot

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 05.25 1 comment
Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurot

Oleh: dr. Aniek Rachmawati

Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan kanker kulit). Kanker kulit adalah salah satu bentuk penyakit kulit berupa sel kanker yang tumbuh pada lapisan luar dari kulit.

Apa penyebabnya?

Selasa, 03 April 2012

Wanita Ahli Surga dan Ciri-Cirinya

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 08.19 No comments
Wanita Ahli Surga dan Ciri-Cirinya

Orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :
“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

Sabtu, 31 Desember 2011

Istriku Berselingkuh, Apa Yang Harus Aku Perbuat?

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.32 No comments
Istriku Berselingkuh, Apa Yang Harus Aku Perbuat?


Pertanyaan
Ass. Wr. Wb. (baca; assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh)
Yth.
para ustadz
Kiranya bolehkah saya bertanya mengenai hukum atau cara apa yang harus saya sikapi untuk istri yang berselingkuh?
Perselingkuhan itu sendiri terjadi 2 waktu, pertama saat kami baru menikah dan pada saat hamil 2 bulan, ia (istri) saya telah berjalan dengan kekasih lamanya beberapa kali, dan pada saat2 itu mereka sempat masuk hoteluntuk berzina ..... kemudian beberapa tahun kemudian setelah anak saya pertama lahir, mereka sempat berhubungan kembali dan beberapa kali juga masuk hotel dan berzina.
Kemudian setelah itu kami memliki anak kedua.
Kejadian itu telah terjadi 7 tahun yang lalu, tetapi saya baru mengetahuinya saat ini. Yang diakibatkan dari kenalan lamanya yang terlalu dekat dan saya curigai.
Selama beberapa tahun terkahir ini, ia mengakui telah bertobat dan tidak pernah melakukannya lagi serta sudah memutuskan hubungan dengan lelaki itu (karena dia sudah berkeluarga juga) dan mengatakan bahwa semua anak itu adalah anak kami. istri saya telah bersumpah di atas Al'Quran untuk semua pengakuan ini.


Jumat, 23 Desember 2011


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد
DAYYUTS, PROFIL SEORANG SUAMI DAN BAPAK YANG BURUK BAGI ISTRI DAN ANAK-ANAK
     "Rumahku adalah surgaku", itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah I berfirman:

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ}
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (QS Ali 'Imran:14).

MENJALIN CINTA ABADI DALAM RUMAH TANGGA

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.36 No comments

MENJALIN CINTA ABADI DALAM RUMAH TANGGA

     Setiap orang yang telah berkeluarga, tentu menginginkan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupannya bersama istri dan anak-anaknya. Hal ini sebagai perwujudan rasa cintanya kepada mereka, yang kecintaan ini merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah I berfirman:

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ}
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (QS Ali 'Imran:14).

     Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ}
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…" (QS At Taghaabun:14).
Makna "menjadi musuh bagimu" adalah melalaikan kamu dari melakuakan amal shaleh dan bisa menjerumuskanmu ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah U[1].

Salah menempatkan arti cinta dan kasih sayang
     Kita dapati kebanyakan orang salah menempatkan arti cinta dan kasih sayang kepada istri dan anak-anaknya, dengan menuruti semua keinginan mereka meskipun dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, yang pada gilirannya justru akan mencelakakan dan merusak kebahagiaan hidup mereka sendiri.
     Sewaktu menafsirkan ayat tersebut di atas, syaikh Abdurrahman as-Sa'di berkata: "…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak, maka (dalam ayat ini) Allah I memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. Dan Dia memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya…"[2].
     Oleh karena itulah, seorang kepala keluarga yang benar-benar menginginkan kebaikan dalam keluarganya hendaknya menyadari kedudukannya sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, sehingga dia tidak membiarkan terjadinya penyimpangan syariat dalam keluarganya, karena semua itu akan ditanggungnya pada hari kiamat kelak. Rasulullah r bersabda:
"ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته، ... والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم"
"Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya…seorang suami adalah pemimpin (keluarganya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka"[3].

Cinta sejati yang abadi
     Seorang kepala keluarga yang benar-benar mencintai dan menyayangi istri dan anak-anaknya hendaknya menyadari bahwa cinta dan kasih sayang sejati terhadap mereka tidak hanya diwujudkan dengan mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka. Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah r. Inilah bukti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya, karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti.
     Karena pentingnya hal ini, Allah Y mengingatkan secara khusus kewajiban para kepala keluarga ini dalam firman-Nya:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ}
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (QS at-Tahriim:6).
     Ali bin Abi Thalib t ketika menafsirkan ayat di atas berkata: "(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu dan keluargamu"[4].
     Syaikh Abdurrahman as-Sa'di berkata: "Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya"[5].
     Demikian juga dalam hadits yang shahih ketika Rasulullah r melarang Hasan bin 'Ali y memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan t masih kecil, Rasulullah r bersabda: "Hekh hekh" agar Hasan membuang kurma tersebut, kemudian beliau r bersabda: "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kita (Rasulullah r dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?"[6]. Imam Ibnu Hajar menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut[7].
     Kemudian, hendaknya seorang kepala keluarga menyadari bahwa dengan melaksanakan perintah Allah U ini, berarti dia telah mengusahakan kebaikan besar dalam rumah tangga tangganya, yang dengan ini akan banyak masalah dalam keluarganya yang teratasi, baik masalah di antara dia dengan istrinya, dengan anak-anaknya ataupun di antara sesama keluarganya. Bukankah penyebab terjadinya bencana secara umum, termasuk bencana dalam rumah tangga, adalah perbuatan maksiat manusia? Allah I berfirman:
{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ}
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS asy-Syuura:30).
     Inilah makna ucapan salah seorang ulama salaf yang mengatakan: "Sungguh (ketika) aku bermaksiat kepada Allah, maka aku melihat (pengaruh buruk) perbuatan maksiat tersebut pada tingkah laku istriku…"[8].
     Dan barangsiapa yang mengharapkan cinta dan kasih sayangnya terhadap keluarganya kekal abadi di dunia sampai di akhirat nanti, maka hendaknya dia melandasi cinta dan kasih sayangnya karena Allah semata-semata, serta mengisinya dengan saling menasehati dan tolong menolong dalam ketaatan kepada-Nya. Allah Y berfirman:
{الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ} 
"Orang-orang yang berkasih sayang pada waktu itu (di akhirat) menjadi musuh satu sama lainnya, kecuali orang-orang yang bertaqwa" (QS az-Zukhruf:67).
Ayat ini menunjukkan bahwa semua jalinan cinta dan kasih sayang di dunia yang bukan karena Allah maka di akhirat nanti berubah menjadi kebencian dan permusuhan, dan yang kekal abadi hanyalah jalinan cinta dan kasih sayang karena-Nya[9].
     Lebih daripada itu, dengan melaksanakan perintah Allah ini seorang hamba – dengan izin Allah I – akan melihat pada diri istri dan anak-anaknya kebaikan yang akan menyejukkan pandangan matanya dan menyenangkan hatinya. Dan ini merupakan harapan setiap orang beriman yang menginginkan kebaikan bagi diri dan keluarganya. Oleh karena itulah Allah Y memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa ketika mereka mengucapkan permohonan ini kepada-Nya, dalam firman-Nya:
{وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً}
"Dan (mereka adalah) orang-orang yang berdoa: "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa" (QS al-Furqan:74).
     Imam Hasan al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata: "Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya ketaatan (mereka) kepada Allah, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya taat kepada Allah U"[10].
     Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan berdoa kepada Allah agar Dia senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya pada diri kita sendiri maupun keluarga kita.
     Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
                                                                             Kota Nabi r, 25 Rabi'ul akhir 1430 H
                                                                                Abdullah bin Taslim al-Buthoni



[1] Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" (4/482).
[2] Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 637).
[3] HSR al-Bukhari (no. 2278) dan Muslim (no. 1829).
[4] Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam "al-Mustadrak" (2/535), dishahihkan oleh al-Hakim sendiri dan disepakati oleh adz-Dzahabi.
[5] Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 640).
[6] HSR al-Bukhari (no. 1420) dan Muslim (no. 1069).
[7] Fathul Baari (3/355).
[8] Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab "ad-Da-u wad dawaa'" (hal. 68).
[9] Lihat "Tafsir Ibnu Katsir" (4/170).
[10] Dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (3/439).

Selasa, 06 Desember 2011

SURAT TERBUKA DARI UMMU AL-WADI'IYYAH

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 02.18 No comments
Surat Terbuka dari Ummu Al-Wadi’iyyah

Sepucuk surat terlayang dari negeri Yaman, dari seorang ‘alimah muhadditsah yang dikenal dengan nama Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah. Putri seorang muhaddits zaman ini, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, sebagai lecutan semangat bagi para muslimah di Indonesia untuk menuntut ilmu syar’i.
Dari Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah, untuk saudaraku di jalan Allah Ummu Ishaq Al-Atsariyah Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Setelah memuji Allah I, aku kabarkan padamu, wahai Ummu Ishaq, bahwa telah sampai padaku dua pucuk surat darimu, semoga Allah I menjagamu dan aku doakan semoga Allah I mencintaimu, yang Dia telah menjadikanmu cinta kepadaku karena-Nya.
Adapun mengenai permintaanmu agar aku menulis risalah kepada akhwat salafiyyat di Indonesia, aku jawab bahwa aku telah menulis kitab Nashihati lin-Nisa (Nasehatku untuk Wanita) yang sekarang sedang dicetak. Bila kitab itu telah terbit, Insya Allah akan kami kirimkan kepadamu, semoga Allah I memudahkannya.

SAAT SI kecil TUMBUH DI RAHIMKU

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 01.09 No comments
Saat Si Kecil Tumbuh dalam Rahimku
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah)
Orang tua berharap anaknya menjadi anak yang shalih adalah biasa. Sayangnya, tidak banyak orang tua yang mau menempuh jalan yang bisa menyampaikan terwujudnya harapan itu. Padahal Islam telah banyak memberikan bimbingannya baik di dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah, termasuk saat masih di dalam rahim.

Anak adalah sosok mungil idaman yang sangat dinanti kehadirannya oleh sepasang ayah bunda. Semenjak melangkah ke jenjang pernikahan, mereka berdua telah menumbuhkan harapan akan lahirnya si buah hati. Mereka terus memupuk harapan itu dengan menjaga calon bayi yang memulai kehidupannya di rahim ibunya, hingga saatnya hadir di dunia.
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Segala upaya dikerahkan untuk mewujudkan keinginan mereka. Tentu tak patut dilupakan sisi-sisi penjagaan dan pendidikan yang telah diajarkan oleh Allah I dan Rasul-Nya. Bahkan dengan inilah, orang tua akan mendapatkan kemuliaan, bagi anaknya maupun diri mereka.
Dapat disimak pengajaran ini dalam indahnya Sunnah Rasulullah r.

Darah Wanita

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.58 No comments
Darah Wanita 
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah)
Bagi kebanyakan wanita, haid dan nifas identik dengan tidak menjalankan shalat atau puasa. Padahal banyak hal lain yang juga perlu diketahui kaitannya dengan ibadah saat seorang wanita mengalaminya. Saudariku muslimah… Permasalahan darah yang keluar dari kemaluan wanita merupakan permasalahan yang penting. Perlu diterangkan karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah kepada Allah I. Kita lihat kenyataan yang ada, banyak wanita yang buta akan permasalahan yang justru lekat dengan dirinya ini. Karena itu pada tampilan perdana dalam rubrik ini kami coba menerangkan kepada pembaca seputar masalah ini secara ringkas, semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat, amin…! Dan semoga menjadi simpanan amal kebajikan bagi kami: “Pada hari yang tidak bermanfaat lagi harta dan anak, kecuali hamba yang menemui Allah dengan hati yang selamat…! (Asy-Syu’ara: 88-89)
Kami angkat permasalahan ini dengan menerjemahkan secara ringkas kitab yang disusun oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t berjudul Risalah fid Dima` Ath-Thabi’iyyah Lin Nisa disertai dengan tambahan dari sumber yang lain.

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.53 No comments
Hukum Seputar Wanita

1. Apakah boleh seorang isteri puasa sunnah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya?

Jawab: Tidak boleh seorang istri puasa sunnah tanpa izin suaminya berdasarkan hadits yang dibawakan Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim dalam kitab Shahih keduanya bahwasanya Nabi r bersabda: “Tidak boleh seorang istri puasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izinnya.”

2. Apa hukumnya bila seorang wanita memakai jimat-jimat untuk menolak bala?

Jawab: Allah Ta'ala telah menerangkan bahwa manfaat dan mudharat itu berasal dari-Nya. “Katakanlah, apa pendapat kalian terhadap apa yang kalian seru selain Allah apabila Allah berkehendak untuk menimpakan kemudharatan kepadaku apakah mereka itu dapat menghilangkan kemudharatan tersebut atau Allah berkehendak untuk merahmatiku apakah mereka dapat menahan rahmat Allah tersebut. Katakanlah, cukup bagiku Allah, hanya kepada-Nya orang-orang yang tawakkal itu bertawakkal.” (Az-Zumar: 38)

Cari Artikel Hidayahsalaf