• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Rabu, 29 Oktober 2014

Warisan dari lelaki tanpa anak

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.36 No comments


WARISAN DARI LELAKI TANPA ANAK

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, ada seorang istri ditinggal mati suami dengan harta banyak, namun mereka tidak punya anak. Si suami punya saudara laki-laki dan perempuan, orang tuanya masih hidup. Bagaimana hak masing-masing? Syukran, Ustadz.

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Istri mendapat seperempat bagian. Ibu mendapat seperenam. Sisanya untuk ayah. Saudara laki-laki dan saudara perempuan tidak mendapat bagian sedikitpun karena terhalangi ayah.

Dijawab oleh al Ustadz Abdullah Roy, Lc. MA
Disalin dari majalah Al Furqon edisi 10 thn ke 13

Mampu umrah tapi belum mampu haji

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.25 No comments

MAMPU UMRAH TAPI BELUM MAMPU HAJI

Soal: 

Ustadz, saya belum mampu berhaji. Andai saya berumrah, umrah saya itu hukumnya wajib atau sunnah?

Jawab:

Sebagian Ulama’ berpendapat bahwa umrah hukumnya wajib sekali dalam seumur hidup, dilakukan segera, apabila memenuhi syarat-syarat wajibnya yaitu Islam, baligh (dewasa), berakal, merdeka (bukan budak), mampu baik fisik maupun harta.
Aisyah radhiyallohu’anha pernah bertanya kepada Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam, “Wahai Rasululloh, apakah wanita wajib berjihad?” maka Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam bersabda:
نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهادٌ لا قِتالَ فِيهِ الحَجُّ وَالعُمْرَةُ   
“Ya, wajib bagi mereka berjihad yang tidak ada peperangan di dalamnya; haji dan umrah.”
(HR. Ibnu Majah 2901, dinyatakan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahulloh)

Dijawab oleh al Ustadz Abdullah Roy, Lc. MA
Disalin dari majalah Al Furqon edisi 10 thn ke 13

Selasa, 14 Oktober 2014

Ulil Abshar ditolak masuk Malaysia

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 17.23 No comments
Alasan Ulil Abshar ditolak masuk Malaysia


(MediaIslamia.com) --- Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi menjelaskan, pemerintah Malaysia melarang tokoh utama Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla, masuk Malaysia karena dikhawatirkan akan menyesatkan Muslim Malaysia.

“Dia akan menyesatkan umat Islam di negara ini jika diperbolehkan menyebarkan pemikiran liberalisme di sini,” ujar dia seperti dikutip New Strait Times, Visi Muslim memberitakan.


Dilaporkan sebelumnya, Ulil ditolak masuk Malaysia oleh Persatuan Ulama Malaysia (PUM). Penolakan ini dikeluarkan lantaran Ulil kerap menghina Islam.


“Saudara Ulil terlalu banyak mempersoalkan nash-nash agama yang bersifat qath’i dan dengan sendirinya merendahkan hal ehwal agama Islam,” ujar Sekjen PUM Dr. Muhammad Ruslam Muhammad Nor dalam edarannya, Selasa (7/10).


Rencananya Ulil hadir sebagai tamu dalam diskusi “Tantangan Fundamentalisme Agama Abad Ini” yang diselenggarakan oleh Islamic Renaissance Front dan Global Movement of Moderat Foundation pada 18 Oktober 2014 nanti.


Dr Muhammad Ruslam menambahkan, Malaysia beralasan menolak kehadiran Ulil karena gagasan ‘Jaringan Islam Liberal’ juga diharamkan.


Kehadiran Ulil sebagai tamu utama, dianggap tidak sesuai bahkan menentang otoritas Islam di Malaysia.


Persatuan Ulama Malaysia meminta Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM (MUI) dan pihak-pihak berwenang dapat mengambil tindakan sewajarnya agar ide-ide ‘Liberal’ yang telah diharamkan di Malaysia tidak berkembang.


(HP/MediaIslamia.com)

Cadaris STIKES Madani siap

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 17.02 No comments
Cadaris STIKES Madani siap menjadi Paramedis Modern


(MediaIslamia.com) - Ada pemandangan baru dari para cadaris calon paramedis berbaju hitam manis di Yogyakarta, sebagaimana dilaporkan komunitas Wanita Indonesia Bercadar (WIB) pada laman Facebook, Ahad (10/10/2014). 

Kali ini Mimin WIB -sebutan admin di Dumay- memposting kegiatan ospek para mahasiswi di STIKES (Sekolah TInggi Ilmu Kesehatan) Madani Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015, Ar-Rahmah melaporkan. 


STIKES Madani Yogyakarta adalah Perguruan Tinggi yang spesifik menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional.


Dengan visi menghasilkan tenaga pendidikan yang berakhlak mulia, profesional, dan sanggup mendakwahkan Islam sesuai manhaj Salaf serta mampu menghadapi persaingan global pada tahun 2020, tentu insiden “tuhan membusuk” tidak terjadi di civitas akademika nan mulia itu.


Semoga dengan kabar indah ini, stigmatisasi bahwa cadar adalah budaya non-Muslim yang memenjarakan Muslimah dapat ditepis dengan elegan dan penuh aura kemulian ilmu dari Allah Al-‘Alim.


Maka Muslimah, tersenyumlah, biar sedekah senyum dan ilmumu dirasakan oleh dunia meski tak nampak oleh mata-mata yang tidak hak memandangnya.


(HP/MediaIslamia.com)

Minggu, 28 September 2014

Hukum berkurban dengan kerbau

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 17.24 No comments

Hukum Berkurban dengan Kerbau

Disebutkan di dalam kitab Masail Al Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rohuyah 8/4027 :

“Saya katakan: Kerbau cukup bagi 7 orang”

Penta’liq mengatakan: Kerbau adalah termasuk sapi.
[Lisan Al ‘Arob 4122, Al Mishbah Al Munir 1/108]

Al Baihaqi berkata: “Kerbau-kerbau pada sembelihan dan kurban sama seperti sapi memenuhi kriteria dan umurnya. Satu kerbau cukup bagi 7 orang dikarenakan kerbau bagian dari sapi.
[Kasyful Qona’ 2/533]

Demikian juga hal yang sama dijelaskan di dalam kitab ;

Ad Din Al Kholis 1/163
Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu 3/272
Al Mausu’ah Al Fiqh Al Kuwaitiyah 8/158  
Tahqiq di Fiqh As Sunnah 1/365
Mukhtashor Al Qindil Fi fiqh Ad Dalil 1/3

Dan lainnya

Dua orang berkurban Kerbau

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.20 No comments
Dua orang berkurban Kerbau 

اطلعنا على الطلب المقيـد برقم 200 المتضمن :- ما الحكم الشرعي في اشتراك شخصين في شراء عجل جاموس للتضحية به في عيد الأضحى؛ كل شخص عن أسرته؟
 أمانة الفتوى : الجواب: يجوز شرعًا اشتراك أكثر من شخص إلى سبعة في كل من البدنة والبقرة، وهذا قول جمهور العلماء؛ لما روى أحمد والترمذي وحسنه والنسائي وابن ماجه عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: «كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَحَضَرَ الْأَضْحَى، فَاشْتَرَكْنَا فِي الْبَقَرَةِ سَبْعَةٌ وَفِي الْبَعِيرِ عَشْرَةٌ» ، وروى الإمام مالك في الموطأ وأحمد ومسلم وأبو داود والترمذي وابن ماجه عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: «نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِالْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ». قال الإمام الترمذي: والعمل على هذا عند أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وآله وسلم وغيرهم. ومما ذكر يعلم الإجابة عن السؤال. والله سبحانه وتعالى أعلم.

Memperhatikan permohonan fatwa No. 200 tahun 2004, yang berisi:

    Apa hukum dua orang yang menyembelih kurban berupa seekor kerbau jantan, yang setiap orang dari mereka adalah atas nama keluarganya?

Jawaban Dewan Fatwa;    
Secara syar’I boleh menggabungkan hingga tujuh orang dalam kurban berupa seekor unta dan sapi. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Pendapat mereka berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad, Tirmidzi – dan dia menshahihkannya—, Nasa`I dan Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas Radhiyallohu’anhu., dia berkata, "Pada suatu ketika kami bersama Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan. Kemudian tiba Hari Raya Idul Adha. Lalu tujuh orang dari kami bergabung menyembelih seekor sapi dan sepuluh orang dari kami bergabung menyembelih seekor unta".

    Imam Malik di dalam kitab al-Muwaththa', Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallohu’anhu, dia berkata, "Ketika di Hudaibiyah, kami bersama Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam menyembelih kurban berupa seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang". Imam Tirmidzi berkata, "Menurut para ulama dari kalangan sahabat Nabi Shallallohu’alaihi wa sallam dan yang lainnya, yang diamalkan sesuai dengan hadis ini.
    Dari penjelasan di atas dapat dipahami jawaban dari pertanyaan di atas.

Wallahu subhânahu wa ta'âlâ a'lam.

http://www.dar-alifta.org/

Rabu, 17 September 2014

hadits seputar dzulhijjah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.53 No comments


HADITS-HADITS AMALAN DI BULAN DZULHIJJAH

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".
[HR. Abu Dawud no. 2440 dishahihkan oleh Al Albani, Ibnu Majah no. 1727, Ibnu Hibban no. 324, Ahmad no. 1968, Al Baihaqi no. 8652, dll]

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Dari Umar Radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".
[HR. Ahmad no. 6154]



عَن أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 "Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa kecil yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

[HR. Bukhori no. 1773, Muslim no. 3355, al Baihaqi no. 1778, Thobroni no. 905, Malik no. 767, an Nasa’I no. 2629, dll]

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".
[HR. Muslim no. 2803]

عَنْ أَنَسٍ قَالَ ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Dari Anas berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu".
[HR. Bukhori no. 5565, Buslim no. 5199, Ahmad no. 13234, Tirmidzi no. 1494, Nasa’I no. 4387 dan dishahihkan oleh al Albani]

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ».

Dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'anha bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".
[HR. Muslim no. 5234]

عن البراء قال : سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يخطب فقال ( إن أول ما نبدأ من يومنا هذا أن نصلي ثم نرجع فننحر فمن فعل فقد أصاب سنتنا)
Dari al Barro’ berkata; “Saya mendengar Nabi Shallallohu’alaihi wa sallam berkhutbah: “Sesungguhnya hal pertama yang kami mulai dari hari (idul adha) kita ini, agar melaksanakan sholat kemudian kami kembali dan menyembelih. Barangsiapa yang mengerjakannya maka ia   mencocoki sunnah kami”
[HR. Bukhori no. 908]

Alkatib: Abu Abdillah Riza

Cari Artikel Hidayahsalaf