• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Kamis, 08 Januari 2015

tanda kiamat

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 09.12 No comments
Tuntutlah ilmu sebelum diangkat 
 Kiamat sudah semakin dekat, perhatikan di dalam hadits berikut munculnya beberapa kemungkaran, zina yang merajalela terlebih di zaman internet ini berawal dari berkurangnya orang-orang yang bersimpuh lutut hadir di majelis ilmu mempelajari Al Qur’an dan Sunnah dan bersimpuh kepada selainnya.
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ حَدَّثَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Anas bin Malik berkata,’telah bersabda Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam : “Diantara tanda-tanda terjadinya hari kiamat yaitu: diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, banyaknya orang yg meminum minuman keras, & zina dilakukan dengan terang-terangan.
Makna hadits:
Diangkatnya ilmu:
-          Wafatnya para Ulama’, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim berikut
 ((إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يَبْق عالما- وفي رواية- لم يُبْق- اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلو(( 
“Sesungguhnya Alloh tidaklah mencabut ilmu dengan mencabut langsung dari para hamba. Akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para Ulama’, sehingga apabila tidak tersisa seorang alimpun. Maka orang banyak akan mengangkat orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya dan berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.
-          Diangkatnya ilmu juga berarti berkurangnya Ulama’, wafat, dan menjadi sedikit.
-          Diangkatnya ilmu juga berarti tidak disampaikannya kebenaran oleh para Ulama’ walaupun jumlah mereka banyak.
-          Bukanlah yang dimaksud adalah ilmu tentang dunia akan tetapi ilmu tentang halal dan haram. Berkurangnya Ilmu tentang al Qur’an dan Sunnah.
Sekarang telah ada ilmu, contohnya orang yang mengambil al Qur’an akan tetapi ditafsirkan dengan akalnya sendiri tidak sesuai dengan ushul tafsir.
Maksud dari Kebodohan adalah:
-          Kebodohan dalam urusan agama, sebagaimana hadits riwayat Ath Thobroni:
"يأتى على الناس زمان لا يُدْري فيه ما صلاة؟ ما صيام؟ ما صدقة؟".
“Akan dating kepada manusia sebuah zaman yang tidak dikenal lagi padanya apa itu sholat, apa itu puasa, dan apa itu sedekah”.
-          Ketika banyak orang yang mempelajari ilmu dunia
-          عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ وَيَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ إِذَا تُرِكَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ تُرِكَتْ السُّنَّةُ قَالُوا وَمَتَى ذَاكَ قَالَ إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ جُهَلَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ وَالْتُمِسَتْ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الْآخِرَةِ وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّينِ
-          Dari ‘Alqomah berkata Bagaimana sikap kalian jika ditimpa ketidakberesan, yg tua menjadi pikun & yg kecil menjadi dewasa. Dan jika ketidakberesan itu ditinggal, akan dikatakan: 'sunnah telah ditinggalkan', mereka bertanya: 'Kapan hal itu terjadi? 
', ia menjawab: 'Jika telah pergi para ulama` kalian, & semakin banyak orang-orang bodoh dari kalian, jika semakin banyak orang yg pandai membaca tetapi sedikit yg ahli fikih, & semakin banyak para pemimpin kalian tetapi sedikit yg amanah, serta dunia sudah dicari dgn amalan akhirat & ia diperdalam tetapi bukan untuk (kepentingan) agama'. [HR. Darimi No.188].

dirangkum dari khutbah Syaikh Abdul Qodir al Arnauth rahimahulloh di dalam situs sahab.net

dan situs alukah.net dan lainnya
 

Sabtu, 20 Desember 2014

Download Kalender 1436 H

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.21 No comments

KALENDER HIJRIYAH 1436

 Almanak Islam 1436 Hijriyah /  Kalender Islam 1436 Hijriyah
Jenis File :  PNG 
Resolusi   : 300 dpi,
Ukuran     :  A4 dan A3

Download Kalender Hijriah 1436 :
Kalender Hijriyah 1436 - A4
Kalender Hijriyah 1436 - A3

Kalender Tahun 2015 M:

Jenis File :  PNG 
Resolusi   : 300 dpi,
Ukuran     :  A4 dan A3

Download Kalender Masehi 2015 :
Kalender Masehi 2015 - A4
Kalender Masehi 2015 - A3 

Semoga bermanfaat, maaf bila ada kesalahan.
http://pustakaabumuazzam.blogspot.com/

Selasa, 09 Desember 2014

Hadits Muflis (orang yang Bangkrut)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.27 No comments
Orang-orang yang bangkrut (Hadits Muflis)

Kelak pahala sholatmu, puasamu, sedekahmu, dzikirmu, bacaan quranmu, dan lainnya akan lenyap apabila kamu menzalimi orang lain, menuduh tanpa bukti, merobek kehormatannya, memukul, mengambi hartanya, ghibah, namimah dan lain-lain. 

Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab Shahihnya pada hadits nomor 2581:

Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata: Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

((  أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا : الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لا دِرْهَمَ لَهُ وَلا مَتَاعَ ، فَقَالَ : إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ  ))

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” 

Kesimpulan makna hadits:

Bahwa seorang hamba hendaklah menjaga amal-amalan kebaikannya agar tidak hilang sia-sia, hal itu dapat terwujudkan dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk seperti di dalam hadits tentang makna kezaliman, yakni kezaliman kepada orang lain contohnya dengan mencela orang lain, menuduh tanpa bukti dan tabayyun, pertentangan dan semisalnya.
Contoh amal perbuatan buruk di atas dapat menjadi sebab meruginya  seorang hamba.

Syarah diterjemahkan secara bebas dari http://fatwa.islamweb.net/

Selasa, 02 Desember 2014

Apakah bulan Safar membawa sial

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.57 No comments
Apakah bulan Safar membawa sial?

Fatwa Nomor:10775

Pertanyaan: 
Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua.

Jawaban: 
Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar, hal itu termasuk merasa pesimis (sial) pada bulan tersebut. Dan merasa sial pada bulan, hari atau karena burung dan lain sebagainya itu tidak boleh, berdasarkan hadits yang diriwayatkan olehal-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (pesimis/takhayul), tidak ada burung hantu(yang diyakini oleh orang Jahiliyah bahwa apabila bersuara di atas rumah salah seorang di antara mereka, maka penghuni rumah tersebut akan meninggal), dan tidak ada Safar (bulan yang diyakini orang Jahiliyah penuh bala) Merasa sial pada bulan Safar termasuk thiyarah (pesimis/takhayul) yang dilarang, karena hal ini termasuk keyakinan orang-orang Jahiliyah, dan Islam telah membantahnya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


http://www.alifta.net/

Senin, 17 November 2014

BBM naik

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.56 No comments
BBM NAIK

Kenaikan harga BBM, kekurangan pangan, wabah penyakit, kegundahan, ketakutan dan semisalnya bisa jadi disebabkan maksiat yang sudah merata.

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللّهِ شَهِيداً

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. an-Nisa`: 79)

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله ( فالغلاء بارتفاع الأسعار، والرخص بانخفاضها هما من جملة الحوادث التي لا خالق لها إلا الله وحده، ولا يكون شيء منها إلا بمشيئته وقدرته، لكن هو سبحانه قد جعل بعض أفعال العباد سبباً في بعض الحوادث، كما جعل قتل القاتل سبباً في موت المقتول، وجعل ارتفاع الأسعار قد يكون بسبب ظلم العباد، وانخفاضها قد يكون بسبب إحسان بعض الناس ) مجموع الفتاوى، الجزء الثامن، صفحة 519.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata: “Melambungnya harga-harga ataupun menurunnya merupakan kejadian-kejadian yang tidak diciptakan melainkan dengan kehendak Alloh semata. Tidaklah sesuatu akan terjadi melainkan dengan kehendak dan takdir Alloh. Akan tetapi Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan sebagian perbuatan-perbuatan para hamba merupakan sebab dari sebagian kejadian-kejadian. Sebagaimana tindakan orang yang membunuh merupakan sebab meninggalnya orang yang dibunuh. Dia menjadikan juga melambungnya harga-harga boleh jadi dengan sebab kezhaliman para Hamba, demikian pula menurunnya harga disebabkan dengan kebaikan sebagian orang”.
[Majmu’ Al Fatawa juz 8 hal. 519]

وقد قيل لبعض السلف: ارتفعت الأسعار، فقال: أنزلوها بالاستغفار
Dikatakan kepada sebagian Salaf: “harga-harga telah melambung, maka ia mengatakan; ‘turunkanlah ia (harga tersebut) dengan istighfar”. ahram.org.eg/


Ust. Abu Abdillah Riza [http://hidayahsalaf.blogspot.com/]

Masuk Islam teliti tin dan zaitun

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.37 No comments
Teliti Buah Tin dan Zaitun, Ahli Riset Jepang Masuk Islam

KEBENARAN al-Qur’an tak dapat dibantah lagi, bahkan banyak orang non-Muslim menjadi Muallaf setelah menelaah ayat-ayat al-Qur’an. Ini pula yang dialami oleh beberapa ahli biologi asal Jepang yang menyatakan memeluk Islam, setelah al-Quran menguatkan hasil riset dan penelitian mereka.
Awal mula mereka memeluk Islam dimulai dari sebuah riset mengenai zat bernama methalonids. Zat protein ini keluar dari otak manusia dan binatang dalam jumlah yang sedikit.
Zat methalonids sangat penting bagi tubuh manusia dan dapat mengurangi kolesterol. Selain itu, zat ini juga berguna untuk menguatkan jantung dan memperkuat sistem pernapasan.
Zat methalonids akan diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak setelah usia 15 tahun hingga 35 tahun. Setelah usia ini hingga usia 60 tahun, produksi zat ini akan berkurang kembali. Dengan demikian, zat methalonids termasuk zat langka dalam tubuh manusia. Dalam tubuh binatang, zat ini juga ditemukan sangat sedikit.
Untuk itu, para periset Jepang berusaha menemukan zat methalonids dalam buah-buahan, dan mereka hanya menemukan dalam dua jenis buah yaitu dari buah tin dan zaitun, yang sudah disebutkan dalam al-Quran sejak berabad-abad lalu.
Menurut riset, diketahui jika mengonsumsi salah satu dari dua buah tersebut tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan. Menurut mereka, jika satu biji buah tin dicampur menjadi satu dengan enam biji buah zaitun, maka hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.
Pada suatu saat, para periset Jepang ini berhubungan dengan seorang dokter berkebangsaan Arab Saudi. Dokter Saudi ini meneliti penggunaan kata tin dan zaitun dalam al-Quran. Ia menemukan kata “tin” disebutkan sebanyak satu kali dan kata “zaitun” secara tegas sebanyak enam kali dan satu kali secaraimplisit. Akhirnya, dokter ini mengirimkan seluruh informasi dari al-Quran kepada mereka, dan setelah yakin atas akurasi informasi, mereka pun menyatakan memeluk Islam. [sm/islampos/sha]
http://www.islampos.com/

api di dasar laut

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.28 No comments
API DI DASAR LAUT

وَالطُّورِ (١) وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ (٢) فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ (٣) وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (٤) وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ (٥) وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ (٦)
“(1) Demi bukit (Sinai), (2) dan kitab yang ditulis (3) pada lembaran terbuka, (4) Demi Baitul Ma’mur (ka’bah), (5) atap yang ditinggikan (langit), (6) dan laut yang di dalam dasarnya ada api.”(QS. Ath-Thuur [52]: 1-6).

Klausa sajara at-tannur secara bahasa berarti ‘menyalakan api hingga panas’. Sejak diturunkannya Al-Qur’an hingga berabad-abad setelah itu, orang-orang arab belum mampu menguak fakta bagaimana di balik dasar laut terdapat api, sedangkan air dan panas adalah sesuatu yang berlawanan.
Hingga baru-baru ini di temukan bahwa bumi yang kita huni ini memiliki lapisan batu bagian luar yang terbelah menjadi beberapa lempengan yang terhampar hingga mencapai ratusan kilometer persegi. Kedalaman berkisar antara 65 hingga 150 km. yang mengherankan adalah lempengan-lempengan ini saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjadikannya seolah-olah seperti satu lempengan saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah bersumpah dalam salah satu ayat berikut:
وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ
“Dan demi bumi yang mempunyai belahan.” (QS. Ath-Thoriq [86]: 12).

Ini adalah ungkapan yang menjelaskan bahwa di atas permukaan bumi terdapat hamparan lempengan-lempengan yang berhubungan satu sama lain, sehingga menjadikannya seperti satu lempengan.
Dalam ayat ini, jelas sekali kemukjizatan dan keistimewaan Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah demi belahan (lempengan) –yang merupakan kesatuan dari beberapa lempengan bumi- para ilmuan menyamakannya seperti daging yang berbentuk bola tenis.
Lempengan-lempengan ini terletak di lembah atau dasar samudra. Ia menahan lelehan bebatuan panas yang dapat membuat laut meluap-luap. Akan tetapi banyaknya air di lautan dapat meredam panasnya bara yang memiliki suhu panas tinggi ini lebih dari 10000 C mampu menguapkan air laut. Ini adalah salah satu di antara banyak fakta-fakta bumi lainnya yang mengejutkan para ilmuan.
Dua orang ilmuawan Rusia, Anatho Sjabaftisy, ahli Geologi, dan Yuri Bejdenhov, ahli Biologi dan Geologi, bersama dengan seorang ilmuwan Amerika, Rona Clant, mengadakan penyelaman di dekat salah satu lempeng terpenting di dunia. Mereka menyelam dengan menggunakan kapal selam modern Mira hingga sampai pada titik tujuan berjarak 175 km dari pantai Miami. Mereka menyelam hingga kedalaman 2 mil dari permukaan air laut, sehingga sampai pada lahar di dalam laut. Tidak ada yang memisahkan mereka dari lahar tersebut kecuali sebuah lubang dari Akrelik. Saat itu suhu mencapai 2310C dan mereka berada pada tepi bebatuan jurang, yang dibawahnya memancar air mata menyala-nyala. Di sana merupakan pangkal bumi di lembah dalam samudra. Mereka benar-benar menyaksikan bahwa air dingin yang terdapat di permukaan laut bergerak menuju kebawah.
Pada kedalaman satu mil di bawah laut, lahar letusan gunung berapi semakin dekat dan meleleh keluar dan memanas, hingga kemudian menyemburkan abu-abu vulkanik dan zat-zat tambang yang amat panas. Para ilmuan telah menegaskan bahwa hal seperti ini trejadi di seluruh lautan dan samudra. Kadang sering terjadi di satu tempat, tetapi pada tempat yang lainnya jarang terjadi.
Gunung-gunung berapi di dasar samudra jumlahnya lebih banyak dan lebih aktif dibandingkan dengan gunung-gunung berapi di atas daratan. Gunung-gunung berapi tersebut terbentang sepanjang dasar samudra.
Keajaiban yang terdapat pada frasa al-bahru al-masjur adalah bahwa dengan tidak adanya oksigen di dasar lautan, tidak memungkinkan bagi lahar vulkanik menyeruak melewati lempengan di dasar samudra dan mencapai ketinggian garis lempengan tersebut. Selain itu, lahar vulkanik biasanya berwarna kehitam-hitaman, sangat panas, dan tidak langsung bergejolak. Lempengan di dasar lautan menyerupai tempat pembakaran roti. Jika dipanaskan di bawahnya dengan suatu bahan bakar, maka ia akan memanas dengan suhu tinggi, sehingga roti bisa matang di atasnya. Inilah yang dimaksud secara bahasa pada kata masjur. Tidak ada satu katapun yang tepat untuk menggantikan makna kata tersebut secara tepat, agar kita bisa merenungi keagungan ciptaan Tuhan. Fakta api di bawah laut ini, bukti mukjizat kebenaran Al-Qur’an, mana mukjizat kebenaran kitab sucimu? (Alkuin/Sidiq/BaitulMaqdis.com)
Sumber : Ensiklopedia Mukjizat Alqur’an dan Hadis


Cari Artikel Hidayahsalaf