• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Minggu, 13 Juli 2014

Kesalahan di Bulan Ramadhan (bag. 3)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 01.06 No comments
Kesalahan-kesalahan di Bulan Ramadhan (bagian 3)

  • -          Meninggalkan makan sahur, adapun sebagian orang ada yang makan sahur pada waktu tengah malam, hal ini menyelisihi sunnah Nabi shallallohu’alaihi wa sallam.

Adapun yang disunnahkan adalah makan sahur beberapa menit sebelum terbit fajar, sebagaimana sabda Nabi shallallohu’alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya para Nabi memerintahkan kami agar mengakhirkan makan sahur, menyegerakan berbuka, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dalam sholat”.
HR. Thobroni 10851/ 11458, Ibnu Hibban 3/130 dengan sanad yang shohih sebagaimana di dalam Sifat Sholat oleh Al Albani hal. 87.

  • -          Membuat waktu imsak khusus dan dengan kalender, ini merupakan kesalahan.

Awal waktu imsak sejak terbitnya fajar yang kedua yaitu fajar shodiq yaitu cahaya merah yang melingkar di ufuk.
Berdasarkan firman Alloh Ta’ala di dalam surat Al Baqoroh ayat 187 –artinya-:
“Makan dan minumlah kamu sampai telah jelas bagimu benang putih dari benang hitam dari fajar..”.
Ahli tafsir berkomentar tentang batasan kejelasan kapan waktu imsak.  Adapun pendapat Jumhur kebanyakan para Ulama; ‘Fajar yang menyebar di ufuk arah kanan dan kiri adalah yang menghalalkan sholat dan mengharamkan puasa, bukan fajar yang terbentang seperti ekor serigala maka ini tidak mengharamkan sesuatu. Oleh karenanya telah datang hadits-hadits  dan telah berlalu baginya waktu”.
[Tafsir Al Qurthubi 2 hal 318, Tafsir Al Mawardi dan Tafsir Al Baghowi 1 hal. 185 dan Tafsir Ibnu Katsir 1 hal. 409]
Al ‘Aini mengatakan: “Dapat diambil faedah dari sini bahwa orang yang berpuasa hendaknya makan dan minum sampai terbit fajar shodiq, apabila fajar shodiq telah muncul maka ia tahan/imsak. Ini adalah pendapat Jumhur Shahabat, Tabi’in,,”.
[Umdatul Qori Syarah Shohih Al Bukhori 10/297.

  • -          Sebagian Orang-orang awam mengingkari orang yang masih melanjutkan maka dari sisa makanan atau minuman berada di tangan sedangkan adzan subuh berkumandang.

Padahal Nabi shallallohu’alaihi wa sallam uswah, dan suri tauladan kita bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan sedangkan bejana berisi air masih di tangannya maka janganlah ia meletakkannya sampai ia menyelesaikan keinginan minumnya”.
[HR. Abu Dawud nomor. 2060, Ibnu Jarir Ath Thobari 3 halaman 526 nomor. 3015. Al Hakim berkata; ‘hadits ini Shohih menurut syarat Muslim yang belum dikeluarkan, dan ia disepakati oleh Imam Adz Dzahabi]

Diterjemahkan secara bebas oleh Abu Abdillah dari Kitab Min Akhthoina Fi Romadhon hal 26-34

Minggu, 06 Juli 2014

Kesalahan-kesalahan di bulan Ramadhan (bagian 2)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 17.36 No comments
Kesalahan-kesalahan di bulan Ramadhan (bagian 2)


  • Tidak senang dengan bau mulut orang yang berpuasa sehingga tidak mau bergaul dengannya.
Padahal Nabi shallallohu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan

لخلوف فم الصائم أطيب عند الله يوم القيامة من ريح المسك

"Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari pada bau minyak wangi." (HR Bukhari dan Muslim)


Solusi/ faedah:

- Bau mulut yang tidak sedap dapat dikurangi dengan sering bersiwak.
   Nabi shallallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Siwak dapat membersihkan mulut dan menggapai ridho Alloh" HR. Muslim

- Dapat juga mengurangi bau yang tidak sedap dengan melakukan kumur-kumur atau berwudhu selagi tidak berlebihan dalam berkumur.

- Atau dapat juga menggunakan odol dan sikat gigi selagi menjaga agar air atau odol agar tidak kecipratan ke dalam tenggorokan.


  • Orang-orang yang berada di daerah Kutub (utara atau selatan) meninggalkan puasa karena dimana mereka yang di kutub utara mendapati panjangnya waktu malam selama setengah tahun, dan yang di kutub selatan mendapati panjangnya waktu sian selama setengah tahun.
Maka adapun solusi bagi mereka adalah memperkirakan waktu-waktu masuknya awal bulan dan akhirnya, awal masuknya fajar dan tenggelamnya matarahi. demikian juga bagi mereka hendaklah menanyakan negara tetangganya dalam memperkirakan waktu-waktu tersebut.
sebagaimana hadits tentang fitnah Dajjal Riwayat Muslim

   قلنا يا رسول الله وما لبثه في الأرض؟ قال (أربعون يوما:  يوم كسنة ويوم كشهر ويوم كجمعة وسائر أيامه كأيامكم) قلنا يا رسول الله فذلك اليوم الذي كسنة أتكفينا فيه صلاة يوم؟ قال (لا، اقدروا له قدره).
Kami bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rosululloh, berapa lama tinggalnya di bumi?” Beliau menjawab:
“Empatpuluh hari, sehari (pertama) lamanya seperti setahun, hari berikutnya seperti sebulan, hari berikutnya seperti sejum’at (sepekan) dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian ini.” Kami bertanya:”Wahai Rosululloh, pada hari yang lamanya seperti setahun itu, apakah cukup bagi kita untuk melakukan sholat sehari (yaitu lima waktu saja pada hari itu sebagaimana hari-hari biasa)?” Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi perkirakanlah waktunya sesuai kadarnya (yaitu perkirakan waktu-waktu sholatnya sebagaimana dalam setahun).”
diterjemahkan bebas oleh Abu Abdillah Riza dari kitab Min Akhthaina Fi Romadhon 

Kesalahan di bulan Ramadhan

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.46 No comments
Kesalahan yang sering dilakukan di bulan Ramadhan

  • Begadang malam dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat


Syaikh Sholih Al Fauzan berkata: “Begadang malam dengan mengumbar gossip yang tiada bermanfaat, sia-sia, bermain dan maksiat, menonton sinetron, film porno, dan acara-acara yang disiarkan melalui parabola. Semua itu adalah begadang yang diharamkan di bulan Ramadhan dan selainnya. Adapun di bulan Ramadhan pengharamannya lebih dikarenakan melihat sisi kehormatan waktu tersebut, dan juga dengan begadang malam itu akan membuang-buang waktu siang dan malam. Terkadang ia tidur di siang hari dengan melalaikan sholat-sholat dikarenakan malamnya ia begadang.
Alloh menjadikan waktu malam sebagai waktu tidur sedangkan siang waktu untuk beramal, adapun mereka  membalikkannya hal tersebut, menyelisihi hal yang dianjurkan, serta membuang-buang banyak waktu mereka dengan begadang malam dan tidur pada siang hari”.

Diterjemahkan oleh Abu Abdillah dari Majalah Ad Da’wah halaman 10 edisi 1672 judul ‘Ala ma yashar Ha ula-i

Jumat, 04 Juli 2014

BERFIKIR ATAU NONTON PORNO KEMUDIAN KELUAR MADZI DAN MANI APAKAH MEMBATALKAN PUASA

Pertanyaan:

Apabila seorang yang berpuasa ciuman atau menonton film porno kemudian keluar madzinya apakah membatalkan puasa? Bagaimana jika hal itu terjadi pada hari-hari yang berbeda, apakah menggantikan puasa secara berturut-turut atau terpisah? Semoga Alloh membalas Anda dari manfaat kepada umat Islam.

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahulloh :

Keluarnya madzi tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang paling shahih di kalangan Ulama’. Walaupun hal itu karena sebab suami mencium istrinya, menonton film porno ataupun hal lain yang menuju kepada syahwat. Akan tetapi tidak boleh bagi seorang muslim menonton film porno, mendengar hal-hal yang diharamkan oleh Alloh berupa musik-musik dan alat-alat yang melalaikan. Adapun keluarnya mani karena syahwat maka membatalkan puasa baik dengan bersentuhan, ciuman, atau sering menonton ataupun semisalnya yang termasuk sebab-sebab pengundang syahwat seperti onani dan semisalnya.
Adapun mimpi basah dan berfikir (porno) maka tidak membatalkan puasa walaupun keluar mani. Dan ia tidak perlu mengikut sertakan mengganti puasa romadhon dan boleh baginya membedakan hal itu, berdasakan keumuman firman Alloh;
“Dan barangsiapa yang sakit diantara kalian atau safar maka hendaklah menggantikannya pada hari-hari lainnya”. QS. Al Baqoroh: 184


Diterjemahkan oleh Abu Abdillah dari http://www.binbaz.org.sa/

Selasa, 24 Juni 2014

benarkah Imam Syafi'i Rofidhoh/Syiah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 03.46 No comments
BENARKAH IMAM SYAFI’I MENYATAKAN DIRINYA ROFIDHOH/SYI’AH?

Imam Syafi’i berkata di dalam Diwan Asy Syafi’i  55:

إن كان رفضاً حبّ آل محمد
فليشهد الثقلان أنّي رافضي

Apabila Rofidhoh mencintai keluarga Muhammad
Maka hendaklah Manusia dan Jin menyaksikan bahwa aku adalah Rofidhoh


ذكر البيهقي ان الشافعي قال تلك الابيات حينما نسبته الخوارج إلى الرفض حسدا وبغيا ولكنه لم يذكر مصدرا لكلامه 

“Imam Al Baihaqi menyebutkan bahwa Imam Syafi’i menyatakan bait syair itu ketika orang-orang Khawarij menyandarkannya dengan Rofidhoh karena HASAD dan DUSTA, akan tetapi ia tidak menyebutkan sumber dalil dari perkataannya”.
[Manaqib Asy Syafi’i 71]

FAEDAH:

1.       Rofidhoh/ Syiah bukan dari Islam penuh dengan Taqiyyah (kedustaan atas kebatilan yang mereka sembunyikan), mereka juga kelompok yang sangat pandai berpolitik.
2.       Imam Syafi’i adalah termasuk Imam Ahlus Sunnah  dan bukan Ahli Bid’ah. Ratusan tempat di dalam kitab-kitab mazhab Syafi’I menyebutkan hal itu.
3.       Sunnatulloh/ kepastian yang berlaku bagi Alloh Ta’ala menguji semua HambaNya terlebih lagi orang-orang yang beriman.
Alloh Ta’ala berfirman (artinya):
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.QS Al Buruj: 8
4.       Ciri-ciri Ahli Bid’ah adalah mencela para Ahli Atsar/ para pengikut Salafush Sholih.
وعن الإمام أحمد أن من علامة أهل البدع تسمية أهل السنة بألقاب افتروها من عند أنفسهم، وضرب لذلك أمثلة فالروافض تسمي أهل السنة نواصب. والنواصب أو الناصبة هم الذين يبغضون عليا وآل البيت….
“Dari Imam Ahmad menyatakan bahwa termasuk dari ciri-ciri Ahli Bid’ah adalah memberikan penamaan-penamaan dusta dari diri-diri mereka sendiri, dan ia membuat beberapa contoh; kelompok Rofidhoh menamai Ahlu Sunnah dengan sebutan Nawashib. Nawashib atau Nashibah adalah orang-orang yang membenci Ali dan Ahli Bait…”
[Syarah Al Fatwa Al Hamawiyah oleh At Tuwaijiri 1/585]
5.       Khowarij adalah kelompok bid’ah dan sesat dimana pemimpinnya yang bernama Dzul Khuwaisiroh pernah memberontak Shallallohu’alaihi wa sallam.
6.       Bagi setiap insan harus tabayyun/ mencari kejelasan berita dengan detail dan tidak memandang perkara hanya dengan mata miring atau sebelah mata ketika mendengar ada orang sholih terlebih lagi dia seorang Ulama’ yang telah jelas para Gurunya berbeda dengan orang-orang Sururi yang kadang duduk menimba ilmu dari Syaikh yang Salafi, kadang dari yang Ikhwani, kadang yang Sufi, Sururi, dan lain-lain.
7.       Pada zaman ini tuduhan semisal juga dimuntahkan kepada para Ulama’ Salaf dan para Murid mereka dimana orang-orang Sururi dan semisalnya memberikan julukan Jamiyyun kepada mereka seperti tuduhan kepada Syaikh Sholih As Suhaimi, Syaikh Ubaid Al Jabiri, Syaikh Abdulloh Al Musallam, Syaikh ‘Ishom As Sinani, Syaikh ‘Umar Al Harkan, Syaikh Robi’ Al Madkholi, dan semisalnya bahkan kepada Syaikh Sholih Al Fauzan.

Wallohu A’lam bisshowab.

Ditulis oleh Abu Abdillah Riza Firmansyah
Maroji’: Al Maktabah Asy Syamilah, dll.



Kamis, 19 Juni 2014

Hipnotis

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 05.53 No comments

Fatwa Ulama Seputar Hipnotis


Disusun oleh: ‘Umar Al Indunisy, Darul Hadits Ma’bar

Apakah Hipnotis Itu Ada Kaitannya Dengan Jin, Dan Apa Hukumnya?
Tidak kita pungkiri bahwa pertanyaan ini terkadang selalu muncul pada benak kita. Dan tidak kita pungkiri banyak orang menganggap bahwa penggunaan cara hipnotis itu banyak. Dan kenyataannya memang demikian, namun di suatu negara dan tempat penggunaannya ternyat berbeda. Kalau di jazirah arab banyak digunakan untuk menyembuhkan, menguatkan persiapan ujian, dan lainnya yang kelihatannya baik. Berbeda di negara yang lain digunakan untuk sarana merampok, mencuri dan menipu.
Maka dari sini kita akan berusaha melihat apa hukum yang diberikan para ulama umat ini. Dan alhamdulillah kita bisa menemukan dan setelah itu mengikuti apa yang difatwakan oleh Asy-Syaikh Al-Albany dan Al-Lajnah Ad-Daimah yang dipimpin oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz.
Pertama, kita menyebut perkara ini dengan kata hipnotis, adapu dalam bahasa inggris dengan kata hypnotism atau kata yang mendekatai dengan itu seperti hypnotic atau yang lain. Dan dalam bahasa arab disebut dengan التَنْوِيْمُ المَغْنَاطِيْسِي.
Berikut fatwa dan pengarahan ulama terkait permasalahan ini.
Sebagaimana pada kitab “Alfu Fatawa Li Asy-Syaikh Al-Albany” (2/90) yang dikumpulka oleh Abu Sanad Fathullah, sebuah pertanyaan ditujukan pada Asy-Syaikh رحمه الله:
Di sana ada bentuk yang lain dari bentuk ruqyah, yaitu yang mereka sebut pada zaman ini dengan (الطبِّ الرَّوحاني) / (التنويم المغناطيسي), apakah hal itu boleh atau tidak?
Jawab: Pengobatan yang diberikan oleh sebagian orang yang menampakkan dirinya seperti orang shalih yang disebut dengan nama di atas, entah dengan cara seperti orang dulu yaitu berhubungan dengan jin seperti dilakukan oleh orang-orang jahiliyah, atau yang lain yang saya sebut dengan hipnotis, maka hal ini adalah cara yang tidak disyari’atkan. Karena semua ini terjadi dengan meminta pertolongan kepada jin. Yang mana ini merupakan sebab sesatnya kaum musyrikin. Hal ini sebagaimana Allah تعالى sebutkan,
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwasanya ada sekelompok lelaki dari bangsa manusia meminta perlindungan kepada sekelompok lelaki bangsa jin, maka mereka menambahi mereka ketakutan dan dosa.” (Al-Jin: 6)
Dinukil dari Ash-Shahihah (6/614)
Dalam kitab “Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah” (1/338) fatwa no. 1779 disebutkan:
Pertanyaan: Apakah hukum islam terkait hipnotis, yang dengannya akan menguat kemampuan penghipnotis (penghilang kesadaran) menguasai yang dihipnotis lalu berikutnya orang tersebut akan mudah dikendalikan, untuk diajak meninggalkan perkara yang haram atau disembuhkan dari penyakitnya, atau melakukan sesuatu yang dituntut oleh penghipnotis?
Jawab: Hipnotis itu merupakan bentuk perilaku perdukunan (sihir) yang dilakukan melalui bantuan jin, yang dengannya penghipnotis bisa mempengaruhi orang yang dihipnotis. Maka dia berbicara sesuai kemauan penghipnotis, dan jin itu memberinya kekuatan untuk melakukan sebagian pekerjaan dengan tekanan pengaruh padanya. Jika hal itu bertepatan dengan penghipnotis maka itu merupakan ketaatan padanya, sebagai balasan dari apa yang dipersembahkan penghipnotis dan menjadikan jin itu yang menghipnotis mentaati kemauan penghipnotis….. (Dan seterusnya yang menunjukkan adanya kerjasama antara penghipnotis dan jin). Bahkan hal ini adalah syirik, karena hal ini adalah mengadu dan meminta tolong kepada selain Allah تعالى.
Asy-Syaikh Al-Albany ditanya sebagaimana dalam kaset “Silsilah Huda wa Nur” no. 324:
Apa hukum hipnotis?
Jawab: Ini adalah dajjal model baru, dajjal yang menyesuaikan zaman, maka hal ini tidak boleh.
Pada kaset no. 27 beliau setelah menyebutkan hukum perdukunan dan sebagainya beliau berkata:
Hipnotis ini termasuk perantara yang ghaib dari manusia, kalau memang seperti ini maka tidak boleh ditempuh.
Setelah terjadi diskusi dengan para penanya, maka kesimpulan ucapan beliau bahwa hal ini ditempuh dengan cara perdukunan dan sihir dan meminta bantuan jin.
Guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى berkata:
Hipnotis memiliki keterkaitan dengan ilmu sihir, kedustaan besar (dajl) terhadap manusia, menggunakan bantuan jin dan syaithan. Maka tidak ada yang menggunakan cara ini kecuali orang yang keluar dari agama, yang mana dia tidak punya rasa takut kepada Allah تعالى dan tidak merasa diawasi oleh Allah تعالى, bahkan dia penjahat dan dia termasuk yang disebut dengan dajjal.
Jika seseorang turun berada di suatu tempat dan dia takut akan dihipnotis, apa yang harus dia lakukan?
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى menjawab:
Seharusnya dia pergi dari tempat itu dan harus berhati-hati atau mawas diri. Paling tidak dia harus berhati-hati dari hal-hal seperti jika diberi minuman atau hal-hal yang menjadi perantara hipnotis (entah ucapan, pandangan atau sentuhan). Melindungi diri dengan dzikir-dzikir dan doa-doa. Atau berusaha membawa teman dan tidak bepergian sendirian. Dan paling tidak selalu berusaha hati-hati dan mawas diri.
Hipnotis telah dijadikan program acara pada televisi, apakah hukum menyaksikannya dan apakah akan berpengaruh terhadap yang menyaksikan?
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى menjawab:
Tidak boleh menyaksikan acara ini karena padanya ada penipuan kepada manusia dan perancuan, serta kedustaan besar terhadap manusia dari sisi terkadang nampak bagi seseorang suatu hal yang seakan-akan benar padahal tidak sebenarnya lalu dia membenarkannya. Dan ini adalah perkara yang bahaya bagi agama seseorang dn keyakinannya.
Dan acara ini bisa jadi akan memberi pengaruh kepada yang menyaksikan, dari sisi akan terjangkit syubhat (kerancuan), menyangka bahwa orang-orang pendusta ini mendatangkan kebenaran.

Sumber:

http://ulamasunnah.wordpress.com/

Senin, 02 Juni 2014

Menyibak misteri kartun Naruto

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.20 No comments

Menyibak misteri kartun Naruto

Semua orang pasti kenal dan pernah mendengar Naruto. Naruto adalah salah satu film kartun animasi yang berasal dari manga (komik) Jepang yang ditulis oleh Masashi Kishimoto. Pertama kali ditayangkan dalam bentuk animasi alias kartun, 3 Oktober 2002 M melalui jaringan televisi Animax sampai banyak negara yang ikut menayangkannya, termasuk Indonesia.

Kartun Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya yang bernama Naruto Uzumaki. Ayahnya bernama Namikaze Minato dari  Konohakagure (desa Konoha) menikah dengan ibu Naruto yang bernama Kushina Uzumaki, penduduk desa Uzukagure. Ayah Naruto seorang shinobi (ninja) sekaligus hokage (pemimpin) yang keempat bagi Konoha.

Konoha adalah desa terkuat dalam dunia Naruto, karena banyak melahirkan ninja hebat dan kuat. Mereka memiliki lima ninja legendaris, diantaranya ayah Naruto, Namikaze Minato. Mereka sering kali diserang oleh para ninja dari desa lainnya. Bahkan Konoha pernah diserang oleh biiju bernama “Kyuubi”.

Mashasi Kishimoto menampilkan biiju  yang merupakan setan purba alias monster. Biiju dalam kisah Naruto berjumlah sembilan monster yang diyakini sebagai makhluk besar setengah dewa dan ditakuti oleh masyarakat. Biiju ini bermacam-macam, tergantung jumlah ekornya, mulai berekor satu sampai sembilan. Bila biiju merasuk dan tersegel dalam tubuh manusia, maka manusianya disebut dengan “jinchuuriki”. Sebuah contoh, Naruto saat dirasuki oleh biiju Kyuubi (berekor sembilan) yang menyerupai rubah atau serigala, maka ia disebut “Jinchuruuki Naruto”. Karenanya, bila Naruto marah dan beraksi, ia berwajah seperti rubah atau serigala dan kekuatannya bertambah, akibat pengaruh biiju dalam tubuhnya.

Semua biiju telah ditangkap oleh kelompok Akatsuki, kecuali biiju Hachibi (yang bersarang dalam tubuh Killer Bee) dan Kyuubi (yang terdapat dalam tubuh Naruto).

Itulah sebabnya mereka memerangi Naruto dan kaumnya dengan berbagai cara agar mampu mengeluarkan biiju Kyuubi dalam tubuh Naruto. Resikonya, Naruto harus mati. Mereka ingin mengumpulkan sembilan biiju demi menciptakan biiju berekor sepuluh agar mereka bisa menguasai dunia dengan zhalim.

Para pembaca yang budiman, ini sekilas cerita fiksi dari kartun Naruto. Sekalipun ceritanya masih amat panjang, tapi kami bawakan sekedar mukaddimah menuju sebuah tujuan, yaitu menyibak sebagian kesesatan yang terselip dalam kartun tersebut. Mungkin bagi sebagian orang, hal itu remeh. Tapi sebenarnya tidaklah demikian.
Coba kita lihat beberapa racun-racun ganas berupa kesesatan dan penyimpangan yang terdapat dalam kisah Naruto berikut ini:

* Mengajarkan dan Membenarkan Ilmu Sihir

Di dalam komik dan kartun Naruto, si Penulis (Masashi Kishimoto) menyusupkan sesuatu yang amat berbahaya bagi aqidah anak-anak muslim dan umat secara umum, yaitu Penulis membenarkan dan membolehkan sihir yang telah diharamkan dalam Islam, melalui aksi dan jutsu (teknik silat) yang dilakoni oleh Naruto Uzumaki, atau pun para musuhnya (kelompok Akatsuki) dan lainnya. Kita lihat bahwa jutsu dan chakra (tenaga dalam) yang dipraktekkan dalam dunia Naruto, seperti ada chakra yang dipraktekkan dan dimanipulasi untuk menciptakan efek supranatural, semisal kemampuan berjalan di atas air, mengurung makhluk halus (biiju) dalam tubuh seseorang dan lainnya dan masih banyak lagi ilmu sihir yang dipraktikkan dalam aksi silat mereka.
 Contoh lain, Mei Terumi (tokoh antagonis) mengeluarkan lava dari mulut, atau Naruto –misalnya- mampu membagi diri menjadi tiga sebagaimana dalam Komik Chapter 433. Belum lagi, ilmu sharingan (jurus mata) yang dengannya bisa mengetahui gerakan musuh tiga detik sebelum kejadian terjadi dan mampu meniru jurus-jurus lawan.
Semua ini adalah sihir!! Semua ini akan mendidik anak-anak dan masyarakat muslim agar terbiasa dengan ilmu sihir sehingga mereka pun pada gilirannya akan membenarkan dan menghalalkan sihir.

Adapun haramnya sihir, Allah -Ta’ala- berfirman,

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ [البقرة : 102]
“Dan mereka (Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (yakni, mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…”. (QS. Al-Baqoroh : 102)

Sihir adalah segala perkara yang samar dan halus sumber atau sebabnya dengan bantuan setan. [Lihat Lisanul Arab (4/348) dan Tahdzib Al-Lughoh (4/169) oleh Al-Azhariy]
Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata, “Sesungguhnya penyihir mesti kafir. Setan terlaknat tidaklah memiliki tujuan dalam mengajari manusia tentang sihir, kecuali agar manusia menyekutukan Allah dengan setan. Anda melihat kebanyakan orang sesat masuk dalam sihir, sedang ia menyangka bahwa sihir cuma haram!! Mereka tak menyadari bahwa sihir adalah kekafiran!!!” [Lihat Al-Kaba'ir (hal. 10-11)]

Ayat ini dijadikan dalil oleh para ulama bahwa sihir adalah kekafiran dan pelakunya kafir!! Karena seorang penyihir mesti melakukan kekafiran demi meraih sihir dari setan. [Lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhoriy (10/224)]

Sementara dalam dunia Naruto, sihir tak lepas dari aksi-aksi mereka. Hal yang seperti ini sudah biasa dalam kehidupan kaum kafir (seperti, Buddha, Hindu, Shinto dan lainnya), yang notabene Penulis Naruto berasal dari kaum kafir. Adapun dalam Islam, sihir dengan segala macamnya telah diharamkan!! Bahkan sihir adalah kekafiran dan kezhaliman!!!

* Memperkenalkan dan Mendekatkan Ajaran Shinto

Kesesatan lain dari kisah Naruto,  Penulisnya berusaha menyusupkan dan memperkenalkan sebagian ajaran Shinto dengan meyakini adanya dewa yang mereka pertuhankan.
Musuh Naruto bernama Pain Akatsuki –misalnya-, diyakini sebagai dewa, yang mampu menghidupkan orang mati dan menciptakan sesuatu yang mengikuti kehendaknya.
Jelas ini adalah aqidah (keyakinan) batil dalam Islam. Tak ada yang mampu menciptakan, mematikan atau menghidupkan orang setelah mati, selain Allah. Tuhan kita berfirman,

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (19) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُون [الروم : 19 ، 20]
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. dan seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak”. (QS. Ar-Ruum : 19-20)

Bahkan Pain juga   digambarkan mampu menghentikan hujan di Amekagure. Subhanallah, sungguh ini adalah kedustaan dan kekafiran yang nyata telah disisipkan oleh Penulis Naruto. Menurunkan hujan dan menahannya adalah tugas Allah, tak ada makhluk yang mampu melakukannya. Allah -Ta’ala- berfirman,

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُون [النحل : 65[
"Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)". (QS. An-Nahl : 65)

Menghidupkan, mematikan, mencipta makhluk atau menurunkan hujan adalah sifat-sifat dan perbuatan yang khusus bagi Allah. Tak ada yang mampu melakukannya, selain Allah. Jika muslim meyakini ada makhluk bisa melakukan hal-hal itu, maka ia musyrik, bahkan boleh jadi murtad!!

Mitos Shinto lainnya, istilah "Amaterasu". Amaterasu dalam dunia Naruto adalah tingkat tertinggi teknik api, api hitam Amaterasu. Dikatakan api hitam dari neraka yang panasnya seperti matahari. Ini digunakan oleh Sasuke Uchiha (saingan Naruto).
Kata "Amaterasu" sebenarnya adalah nama Dewi Matahari dalam keyakinan Shinto. Sedang kerajaan Jepang meyakini diri mereka berasal dari keturunan Amaterasu. Perhatikan kelihaian Penulis Naruto dalam menyisipkan ajaran Shinto. Dia gambarkan bahwa jurus andalan Sasuke adalah Amaterasu, sehingga bisa memberi kesan bahwa memang Dewi Matahari (Amaterasu) adalah hebat!!

Para pembaca yang budiman, seseorang tak akan sempurna keislamannya sampai ia berlepas diri dan benci kepada kekafiran beserta simbol-simbol dan ajarannya. Lantaran itu, Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah menyatakan baro' (berlepas diri) dari kaumnya yang kafir dan beliau mengingkari kekafiran mereka. Allah berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِير [الممتحنة : 4]
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja”. (QS. Al-Mumtahanah : 4)

Satu diantara simbol dan mitos kekafiran, Amaterasu (Dewi Matahari) yang disembah dan dipertuhankan bangsa Jepang!! Simbol dan mitos ini harus kita jauhi dan benci!!!

*  Menyusupkan Paham Reinkarnasi

Ini adalah kesesatan berikutnya yang terpendam halus dalam animasi Naruto. Aqidah reinkarnasi dalam Islam adalah aqidah batil dan kufur.  Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ [المؤمنون : 99 - 100]
“Dia (orang kafir yang sekarat) berkata,” Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.(QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah-  saat menafsirkan  ayat-ayat di atas, beliau membawakan beberapa ayat tentang tidak bisanya seseorang mengalami reinkarnasi (kembali) ke dunia sebelum kiamat. Kemudian beliau berkata, “Jadi, Allah -Ta’ala- telah menyebutkan bahwa mereka meminta kembali ke dunia, maka mereka tak dipenuhi keinginannya ketika sekarat, pada hari kebangkitan, hari mahsyar, ketika dihadapkannya para makhluk kepada Allah Al-Jabbar, dan ketika mereka digiring ke neraka, sedang mereka berada dalam kepungan siksa neraka Jahim”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/341)]

Kita lihat dalam Kartun Naruto, seorang tokoh antagonis bernama Nagato (Pain) mengembalikan nyawa warga Konoha yang telah ia serang.
Bukan cuma Pain, disana juga ada Kabuto Yakushi buronan dari warga Konoha dan pembela Orochimaru. Kabuto diyakini memiliki jutsu yang bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati. Subhanallah, ini betul-betul sesat lagi menyesatkan pemirsa.

Abul Hasan Muhammad bin Ahmad Al-Malthiy -rahimahullah- berkata, “Demikian pula tentang keyakinan mereka dalam masalah reinkarnasi telah didustakan oleh firman Allah –Tabaroka wa Ta’ala- (lalu beliau sebutkan ayat di atas). Allah mengabarkan bahwa para penghuni kubur tak akan dibangkitkan (dari kuburnya) sampai hari kebangkitan. Jadi, barangsiapa yang menyelisihi hukum Al-Qur’an ini, maka ia sungguh telah kafir”. [Lihat At-Tanbih wa Ar-Rodd (hal. 19), karya Al-Malthiy]

* Menyatakan adanya Manusia Kekal Abadi

Ini tampak pada diri Madara Uchiha (Tobi) dan Hiden. Jika kita mengikuti serial Naruto, disana dikesankan bahwa Madara alias Tobi, seorang tokoh antagonis utama Akatsuki mampu meregenerasi sel-selnya yang rusak sehingga ia mampu hidup seterusnya. Adapun Hidan (anggota Akatsuki) diceritakan bahwa ia dipotong-potong oleh Shikamaru dalam pertarungannya, lalu potongan-potongan badannya dimasukkan ke dalam lubang. Walaupun demikian, Hidan tetap hidup!! Untuk menyambung badannya, ia menunggu bantuan parnernya bernama Kakuzu.
Ini jelas kebatilan yang amat menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman dalam (QS. Al-Anbiyaa’ : 34-35),

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ (34) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [الأنبياء : 34 ، 35]
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.

Ayat ini membantah keyakinan adanya manusia yang kekal abadi. Mitos Jepang ini mirip dengan khurofat yang diyakini sebagian kaum sufi yang meyakini keabadian Nabi Khidir.
Al-Allamah Ibnu Nahsir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata usai membawakan ayat di atas, “Jadi, Nabi Khidir sungguh telah diwafatkan oleh Allah -Azza wa Jalla- sebelum masa Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Andaikan ia ada (hidup), maka mesti baginya untuk datang kepada Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Hanyalah itu kisah-kisah bohong yang tak ada dalil dan landasannya. Walaupun sebagian orang berusaha menguatkannya, namun ini tak benar. Bahkan seluruhnya tak ada yang benar sedikitpun!!” [Lihat Syarh Nawaqidh Al-Iman (hal. 97)]

Jadi para manusia terbaik saja (yakni para nabi) tidak kekal di dunia. Apalagi selain mereka. Dari sini kita mengetahui kesesatan mitos Jepang yang disisipkan Masashi Kishimoto.
Para pembaca yang budiman, inilah beberapa kesesatan dan kekafiran yang diselipkan oleh si Penulis animasi kartun Naruto dengan lihai. Namun banyak diantara kita lalai dan tak sadar kalau kartun Naruto berusaha merusak aqidah dan agama kita. Karenanya, perlu kita waspadai kartun ini bagi diri dan anak-anak kita. Sebenarnya masih banyak penyimpangan dalam kartun itu yang perlu disorot, seperti porno aksi. Tapi yang sedikit  ini cukup sebagai isyarat bagi yang lain.

http://pesantren-alihsan.org

Cari Artikel Hidayahsalaf