• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Senin, 01 Mei 2017

Bacaan manasik umroh ringkas

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.18 No comments
BACAAN MANASIK UMROH

1.      Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah

2.      Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan,
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
“Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).

3.      Membaca Talbiyah (hukumnya sunnah)
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

4.      Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid (hukumnya sunnah):
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
Mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah). HR. Muslim no. 713
اَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ.
“Allahumma Antassalam wa minkassalam fahayyina Rabbanaa bissalaam” (Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan dari-Mu keselamatan, serta hidupkanlah kami, wahai Rabb kami dengan keselamatan). HR. Al Baihaq, hadits hasan

5.      Ketika bertepatan dengan Hajar Aswad
بِسْمِ الله, اللهُ أَكْبَر
“Bismillahi Allahu Akbar” (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar)

6.      Berdo’a di antara dua rukun (rukun Yamani dan Hajar Aswad)
رَبَّنَآ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka)

7.      Selesai Thawaf ketika menuju Maqam Ibrahim 
وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى


“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas

8.      Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).
Lalu mengucapkan,
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

9.      Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya-jika hal itu memungkinkan-, kemudian membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian. HR. Muslim no. 1218
Ketika sampai di bukit Marwa membaca bacaan yag sama seperti di bukit Shofa

10.  Ketika sa’i,tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Boleh menambahkan bacaan seperti berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.


elatsaryrz@gmail.com



Minggu, 30 April 2017

MENINGGAL SETELAH MENDENGAR SATU AYAT

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.04 No comments


ALI BIN FUDHAIL MENINGGAL SETELAH MENDENGAR SATU AYAT 

Al-Khatib menuturkan, "Ali bin al-Fudhail meninggal dunia beberapa saat sebelum bapaknya, karena ia mendengar suatu ayat dibaca seseorang, ia pingsan dan ketika itu juga meninggal dunia."

Ibrahim bin Basyar berkata, "Bahwa ayat yang menyebabkan Ali bin al-Fudhail meninggal adalah ayat,

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ 

'Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke Neraka, lalu mereka berkata, kiranya kami dikembalikan ke dunia.' (Al-An'am: 27)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah  di dalam kitab Tafsirnya menjelaskan:

Allah subhanahu wa Taála menceritakan keadaan orang-orang kafir apabila mereka dihadapkan di neraka pada hari kiamat nanti. Mereka menyaksikan semua belenggu dan rantai yang ada di dalamnya serta melihat semua hal yang mengerikan dan menakutkan itu dengan mata kepala mereka sendiri.

www.hidayahsalaf.blogspot.com

Rabu, 05 April 2017

Sebab-sebab lemahnya iman

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.10 No comments
SEBAB-SEBAB LEMAHNYA IMAN

Iman bisa bertambah dan berkurang.

Diantara faktor-faktor lemah iman adalah:

  1.      Terjatuh kepada dosa dan maksiat
  2.      Kerasnya hati
  3.      Menuruti akal
  4.      Malas beribadah dan melakukan ketaatan
  5.      Tidak tersentuh hatinya (jiwanya) dengan ayat Al Qur’an
66.      Tidak marah ketika perkara-perkara yang diharamkan Allah dilakukan
77.      Kikir dengan harta
88.      Enggan mempelajari ilmu syar’i
99.      Sempit hati
110.  Lalai
111.  Cinta popularitas
112.  Meningggalkan teladan yang shaleh
113.  Banyak sibuk dengan dunia
114.  Banyak sibuk dengan istri-istri dan anak-anak

Diantara obat lemah iman adalah konsisten mengerjakan amal-amal shaleh, diantaranya:

11.      Menjaga shalat lima waktu
22.      Membaca Al Quran dengan tadabbur
33.      Merutinkan dzikir
44.      Melakukan tafakkur terhadap makhluk-makhluk Allah
55.      Melakukan shaum sunnah
66.      Mengerjakan shalat malam
77.      Mengantarkan jenazah
88.      Menjenguk orang sakit
99.      Berbakti kepada kedua orang tua dan bersilaturahmi
110.  belajar ilmu syar’i dan mengajarkannya
111.  Membantu orang lain
112.  Mengingat mati dan waspada dari su`ul khatimah


Terjemahan dari Sumber: http://ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=263243

Senin, 03 April 2017

Biografi Ibnu Rojab Al Hanbali

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 20.30 No comments
Biografi Ibnu Rojab Al Hanbali

Nama beliau adalah ‘Abdurrahman bin Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Hasan. Terkenal dengan julukan Ibnu Rajab yang diambil dari julukan kakeknya ‘Abdurrahman.
Dilahirkan di Baghdad pada tahun 736 H.

Tumbuh di tengah keluarga berilmu, kakeknya, ‘Abdurrahman bin Hasan seorang alim yang memiliki sebuah majelis hadits, Ibnu Rajab kecil kerap hadir dalam majelis tersebut pada umur tiga sampai lima tahun.


Ayahnya juga seorang muhaddits, beliau mengambil ilmu dari ulama Baghdad kemudian pindah ke Damaskus pada tahun 744 H. Di sana beliau terus menuntut ilmu dan sampai ke daerah Hijaz (Mekah-Madinah dan sekitarnya), kemudian beliau mengajar di Damaskus.
Ayah Ibnu Rajab sangat bersemangat untuk mengajak anaknya mendengar hadits dari syaikh syaikh yang tsiqah (terpercaya riwayatnya) dan terkenal kelimuan periwayatan haditsnya.

Dengan perhatian dari ayahnya ini, Ibnu Rajab telah mendapatkan hadits dari banyak ulama di Baghdad, Damaskus, Mesir, dan lainnya serta mendapatkan ijazah (izin periwayatan) dari sebagian gurunya.

Beliau mengajar di madrasah hambaliyah, yang bermadzhab hambali, bahkan dari madrasah inilah tersebar madzhab hambali di negeri Syam.

Ibnu Rajab dikenal memiliki metode yang memukau dalam penyampaian ilmu, membangkitkan perhatian pendengarnya dan menggerakkan perasaan mereka. Beliau memahamkan agama Allah pada manusia, mengajari mereka ilmu.

Pujian ulama pada Ibnu Rajab

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata tentang Ibnu Rajab : “Beliau adalah muhaddits hafizh, mahir dalam berbagai cabang ilmu hadits ; nama rawi, jalan periwayatan, telaah terhadap makna hadits. Beliau juga seorang ahli ibadah dan tahajjud”.
Ibnu Muflih berkata : “Beliau adalah seorang syaikh hafizh yang zuhud, ulama madzhab hambali”.
Karya beliau sangat banyak dari berbagai cabang ilmu ; tafsir, hadits, fiqih, tarikh, dan nasihat umum.
Diantara karya yang terkenal adalah “Fathul Bari syarh Shohihil Bukhori”, namun kitab ini hanya sampai pada kitab sholat. Dari nama inilah kemuadian Ibnu Hajar menyusun syarh Shohih Al Bukhori.

Beliau juga memiliki kitab syarh Jami’ At Tirmidzi dalam 20 jilid, namun kitab ini hilang dalam fitnah tartar, tersisa beberapa bagian dari kitab libas sekitar 20 lembar saja.

Pada tahun 795 H wafat Ibnu Rajab di kota Damaskus, dimakamkan di pemakaman Al Bab Ash Shagir di samping makam syaikh ‘Abdul Wahid bin Muhammad Asy Syirozi yang dikenal perintis madzhab imam Ahmad di Damaskus.
Semoga Allah merahmati mereka semua dan ulama kaum muslimin

Al Ustadz Abu Yahya Al Banjary
Sumber : Forum Salafi Banjarnegara

Hadits Amalan di Bulan Rajab

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 20.22 No comments


Beberapa hadits seputar bulan Rajab

Nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang besar ketika kita masih diberi umur untuk hidup di dunia dalam rangka menambah bekal bertemu dengan-Nya. Kita sekarang berada di bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan yang mulia dalam kalender Islam. Terkait bulan Rajab ini, telah banyak beredar di masyarakat berbagai hadits yang menjelaskan keutamaan sholat sunnah dan puasa sunnah di bulan Rajab. Namun, sangat disayangkan ternyata berbagai hadits tersebut telah dihukumi para ulama sebagai hadits yang tidak shahih/tidak benar penyandaran berbagai hadits tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, sebagiannya adalah hadits yang tergolong dalam deretan hadits palsu atau maudhu’. Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i-seorang ulama besar dari madzhab Syafi’I dan berbagai karya beliau diakui oleh kaum muslimin seperti kitab Bulughul Maram-telah menyusun sebuah buku khusus terkait berbagai hadits tersebut dengan judul Tabyinul ‘Ujab. 
Berikut kami sebutkan beberapa hadits tersebut disertai penjelasan cacat dalam setiap hadits insyaallah.

1. Hadits Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai bernama Rajab yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut.
Al Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa dalam sanad hadits (mata rantai periwayatan hadits) ini ada beberapa periwayat yang majhul/tidak dikenal dan tidak diketahui kejujurannya. Para ulama ahli hadits bersepakat bahwa keadaan demikian menjadikan sebuah hadits dinilai dha’if/lemah.
Hadits ini datang dari jalan yang lain namun ternyata dalam sanadnya ada seorang pemalsu hadits bernama As Siqthy. Demikian penjelasan Ibnu Hajar.

2. Hadits bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam kalau mulai masuk bulan Rajab beliau berdoa Wahai Alah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa dalam sanad hadits ini ada seorang bernama Zaidah ibn Abir Raqad. Perawi ini sangat lemah sampai Imam Bukhari berkomentar tentangnya munkarul hadits yang artinya tidak halal meriwayatkan dari orang ini-dikarenakan saking lemahnya dia. Sebenarnya hadits ini juga datang dari jalan yang lain, namun sebagaimana hadits sebelumnya, di dalam sanad/jalan hadits ini ada pemalsu hadits yang sama yaitu As Siqthy.

3. Hadits bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidakah berpuasa setelah Ramadhan kecuali di bulan Sya’ban dan Rajab.
Hadits ini mungkar dan sangat lemah karena dalam sanadnya ada perawi bernama Yusuf ibn Athiyyah yang sangat lemah hafalannya.

4. Hadits Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku.
Hadits ini adalah hadits palsu yang dipalsukan oleh seorang bernama Abu Bakr An Naqqasy.

5. Hadits Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab dengan iman dan mengharap pahala Allah maka berhak mendapat ridha Allah yang terbesar dan akan dimasukkan surga Firdaus. Barangsiapa puasa dua hari di bulan Rajab maka mendapat dua pahala dimana nilai tiap pahala seperti besarnya gunung di dunia. Barangsiapa puasa tiga hari di bulan Rajab maka akan dibuatkan parit antara dia dengan neraka dimana lebar parit itu sejauh perjalanan setahun. Barangsiapa puasa di bulan Rajab empat hari…
Demikian seterusnya disebutkan pahala dan keutamaan puasa di bulan Rajab sampai keutamaan puasa 15 hari di bulan tersebut.
Hadits ini juga palsu dan dipalsukan oleh pemalsu hadits yang sama pada hadits sebelumnya yaitu Abu Bakr An Naqqasy.
Hadits ini datang dari jalan yang lain dengan tambahan keutamaan sampai puasa 20 hari di bulan Rajab. Namun, jalan yang lain ini para perawinya banyak yang tidak dikenal oleh para ulama ahli hadits yang menjadikan hadits ini sangat lemah.

6. Hadits Bulan Rajab adalah pilihan Allah barangsiapa mengagungkan bulan Rajab maka dia telah mengagungkan perintah Allah dan Allah akan masukkan dia ke jannatunna’im…
Hadits ini juga palsu dipalsukan oleh seorang pemalsu hadits yang tekenal bernama Nuh Al Jami’.

7. Hadits Keutamaan Rajab dibanding bulan – bulan yang lain sebagaimana keutamaan Al Quran terhadap dzikir – dzikir lainnya dan keutamaan bulan Sya’ban dibanding bulan lainnya sebagaimana keutamaan Muhammad dibanding para nabi lainnya dan keutamaan bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas seluruh hamba-Nya.
Hadits ini juga palsu dipalsukan oleh As Siqthy.

8. Hadits Barangsiapa memudahkan kesulitan saudaranya di bulan Rajab maka Allah akan bangunkan baginya istana di surga sejauh mata memandang. Muliakanlah bulan Rajab niscaya Allah akan beri kalian 1000 karomah.
Hadits ini juga palsu dipalsukan oleh As Siqthy pula.

9. Hadits Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab dan dia sholat di hari tersebut empat raka’at dimana pada raka’at pertama membaca Ayat Kursi 100x dan di raka’at kedua membaca Al Ikhlas 100x maka dia tidak akan mati kecuali telah dinampakkan baginya tempatnya kelak di surga.
Ibnul Jauzy berkata bahwa ini adalah hadits palsu dan kebanyakan perawinya tidak dikenal..

10. Hadits keutamaan sholat pada malam ke-27 bulan Rajab dengan tatacara yang dirinci dalam hadits ini dan keutamaannya diampuni dosanya selama 60 tahun.
Hadits inipun kedudukannya tidak beda jauh dari hadits – hadits sebelumnya.

11. Hadits Sholat Raghaib yaitu sholat yang dilakukan pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab dengan tata cara tertentu. Hadits ini dinilai oleh para ulama seperti Ibnul Jauzy sebagai hadits palsu dengan dan pemalsunya adalah seorang bernama Ibnu Jahdhom.
Masih banyak hadits – hadits lain terkait keutamaan puasa dan sholat di bulan Rajab secara khusus yang tidak kami sebutkan. Namun, semuanya tidak ada yang shahih karena sebagiannya berderajat lemah dan sebagian yang lain berderajat palsu. Diantara para ulama yang menegaskan demikian adalah Al Hafizh Al Harawi, Al Hafizh Ibnu Hajar, dan Al Hafizh Ibnu Rajab.
Beredarnya berbagai hadits lemah dan palsu di tengah – tengah masyarakat memang sangat memprihatinkan dan berpengaruh buruk. Oleh karena itu kami berharap agar segenap kaum muslimin lebih selektif dalam menerima sebuah hadits dan dalam menyampaikannya. Jangan sampai kita masuk ke dalam ancaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang mutawatir (tidak diragukan lagi keshahihannya) “ Barangsiapa berdusta atas namaku apa – apa yang tidak kuucapkan maka hendaklah mempersiapkannya tempat duduknya di neraka.”
Apa yang kami sampaikan ini sebagai bentuk nasihat bagi kaum muslimin karena agama Islam merupakan nasihat bagi semua pihak dan bukan bagian dari ghibah/menggunjing yang terlarang di dalam Islam. Sebagian kaum muslimin berniat baik untuk menyemangati kaum muslimin dalam beramal dengan menyebarkan berbagai hadits fadhail a’mal/keutamaan beramal namun ternyata caranya salah karena tidak mempedulikan apakah hadits yang dibawakan shahih atau lemah atau bahkan palsu. Oleh karena itu, niat baik tidak menjamin bahwa amalnya baik dan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.Wallahu a’lam

https://assunnahmadiun.wordpress.com

Cari Artikel Hidayahsalaf