• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Selasa, 07 Juni 2016

kesalahan di bulan ramadhan (3)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 08.56 No comments

HINDARI KESALAHAN2 BERIKUT INI MENJELANG RAMADHAN:

3. Tidak peduli dengan hitungan bulan Sya’ban, ini adalah Kesalahan. Termasuk hal yang wajib bagi kaum muslimin agar menghitung jumlah hari bulan Sya’ban guna menyongsong bulan Ramadhan. Dikarenakan jumlah satu bulan terkadang 29 hari, terkadang 30 hari.
Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Umar رضي الله عنهما  berkata; Rasulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda:
الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً ، فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ

Bulan itu(bulan Sya’ban)  dua puluh sembilan malam. Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila tertutup mendung, sempurnakanlah (bulan Sya’ban) menjadi tiga  puluh hari.”  HR. Bukhori 1808

Dan juga sabda Beliau صلى الله عليه وسلم :

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ، فَأَكْمِلُوْا شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ
“Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal. Jika kalian terhalangi awan, sempurnakanlah bulan Sya’ban tiga puluh hari” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim 1081]
 Diterjemahkan oleh Ust. Riza Firmansyah dari kitab Min Akhtho-ina Fi Romadhon oleh Syaikh al Ghufaili, طبعة دار الشريف


Kesalahan di bulan ramadhan (2)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 08.54 No comments
HINDARI KESALAHAN2 BERIKUT INI MENJELANG RAMADHAN:

2. Puasa satu atau dua hari sebelum masuk bulan Ramadhan dengan alasan kehati-hatian, atau dengan tujuan menyambut bulan Ramadhan. Hal itu masuk ke dalam puasa hari Syak (ragu) menurut istilah para Ulama, ini merupakan KESALAHAN. Berdasarkan riwayat Abu Hurairah -رضي الله عنه berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ , أَوْ يَوْمَيْنِ إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ
“janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali jika ia kebetulan berpuasa pada hari itu maka hendaklah ia berpuasa”. HR. Muslim
Adapun jika ia menggantikan puasa Ramadhan tahun lalu maka tidaklah mengapa, bahkan ia wajib mengqadha puasanya. Akan datang perinciannya insya Allah.

Diterjemahkan oleh Ust. Riza Firmansyah dari kitab Min Akhtho-ina Fi Romadhon oleh Syaikh al Ghufaili, طبعة دار الشريف

Senin, 30 Mei 2016

Kesalahan2 di Bulan Ramadhan (1)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 08.55 No comments
HINDARI KESALAHAN2 BERIKUT INI MENJELANG RAMADHAN:

1. Tidak mau tahu tentang Fadhilah/ keutamaan Bulan Ramadhan. Sebagian orang -illa man rahimahullohu- menyambutnya seperti bulan-bulan biasa lainnya, hal ini adalah KESALAHAN.
Riwayat shahih Nabi -صلى الله عليه وسلم- bersabda:
"Apabila telah datang Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu surga dan syetan-syetan dibelenggu". di dalam sebuah riwayat "dirantai".
[HR. Bukhori & Muslim]


Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin-رحمه الله تعالى-berkata:
"Maksud dari dibukakannya pintu-pintu surga pada bulan ini (Ramadhan) dikarenakan banyaknya amal-amal sholih, sekaligus sebagai penyemangat bagi orang-orang yang beramal sholih. Maksud dari Ditutupnya pintu-pintu neraka dikarenakan sedikitnya/ berkurangnya maksiat-maksiat dari orang-oran yang beriman. Dan dibelenggunya Syetan-syetan sehingga tidak mampu lepas sebagaimana pada waktu-waktu lainnya (selain Ramadhan)."
Majalis Syahri Romadhon Hal. 14


Diterjemahkan oleh Ust. Riza Firmansyah dari kitab Min Akhtho-ina Fi Romadhon oleh Syaikh al Ghufaili, طبعة دار الشريف

Kamis, 07 April 2016

Kaporli: Jenggot & celana cingkrang bukan ciri Teroris

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 03.53 No comments
Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti kembali menegaskan bahwa ciri teroris itu bukan jenggot dan bercelana cingkrang.
Orang berjenggot dan bercelana cingkrang bukan ciri teroris” ujar Jendral Barodin ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam Tabligh Akbar Indonesia Bersholawat  Badrodin Haiti pada saat pengajian dengan tema “Negeriku Bersholawat” yang diisi oleh Ustadz. DR. Syafiq Riza Basalamah di masjid Istiqlal Jakarta pada tanggal 2 Januari 2016.
Jendral Badroudin juga memaparkan bahwa potensi terorisme bisa muncul dari agama manapun, tidak benar jika teroris itu disangkut pautkan dengan Islam.
Contoh yang sangat terlihat adalah ketika kejadian di Tolikara, untuk mengetahui seseorang itu teroris atau bukan harus dengan berdialog dan mengetahui pola pikirnya, jika radikal maka dia teroris

Minggu, 13 Maret 2016

Kitab Al Ibanah disahkan oleh Para Ulama'

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 07.43 No comments


 Keotentikan kitab Al Ibanah oleh Abul Hasan Al Asy'ari





Al-Hafizh Ibnu Asakir, seorang ulama yang paling tahu tentang Imam Abul Hasan,  ini dalam kitabnya Tabyin Kadzibil Muftari   halaman 28, 128- 136, 171.
  
Al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Al Husain bin Ali Al Baihaqi Asy Syafi’i (458 H), di dalam kitab Al I’tiqod wa Al Hidayah ila Sabil Ar Rosyad halaman 31.

Al Hafizh Adz Dzahabi di dalam kitab Al ‘Uluw Lil ‘Aliy Al Ghoffar halaman 278.

Ibnu Farhan Al Maliki di dalam kitab Ad Dibaj halaman 193-194 berkata: “Abul Hasan Al Asy’Ari memiliki kitab-kitab seperti kitab Al Luma’ Al Kabir, Al Luma’ As Shoghir, dan kitab Al Ibanah  fi Ushul Ad Diyanah”.

Abu Al Fallah Abdul Hayy bin Al ‘Imad Al Hanbali di dalam kitab Syadzarat Adz Dzahab fi A’yan man Dzahab halaman 303.

As Sayyid Murtadho Az Zubaidi di dalam kitab Ithaf As Sadah Al Muttaqin Bi Syarh Asror Ihya’ ‘Ulum Ad Din Juz 2 halaman 2.

[ Lebih luasnya lihat penjelasan Fadhilah Asy Syaikh DR. Abdur Rahman Al Mahmud di dalam kitab Mauqif Ibn Taimiyah min Al Asya’Iiroh 1/348 ]


diterjemahkan oleh Abu Abdillah www.hidayahsalaf.blogspot.com

Rabu, 10 Februari 2016

Kewajiban orangtua kepada anak-anak

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 02.29 No comments
Hak Anak-anak
Yang dimaksud anak adalah mencakup anak laki-laki dan perempuan. Anak-anak memiliki hak yang banyak, yang terpenting adalah pendidikan, yaitu menumbuhkan agama dan akhlak dalam diri mereka sehingga mereka memiliki pendidikan agama serta akhlak yang baik. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. QS. At Tahrim: 6
Nabi r bersabda:
“Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian bertanggung jawab atas orang-orang yang dipimpinnya, seorang suami adalah pemimpin di keluarganya dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya”. HR. Bukhari dan Muslim

Kamis, 28 Januari 2016

DOWNLOAD KAMUS AL MUNAWWIR

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.07 No comments
DOWNLOAD KAMUS AL MUNAWWIR DJVU

Kamus Arab-Indonesia Al Munawir. Salah satu kamus yang sering kita gunakan untuk mengetahui arti kosakata Arab ke dalam bahasa Indonesia. kini telah tersedia versi digitalnya, Kita dapat mendonwload Kamus Arab-Indonesia Al Munawir Digital DI SINI

PENTING !!
Antum harus berazam untuk membeli versi cetaknya 



Cari Artikel Hidayahsalaf