• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Minggu, 01 Maret 2015

Jahil adalah Tabir Hidayah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 23.54 No comments
Jahil tentang Agama adalah Penghalang Kebenaran

Kejahilan, kebodohan atau ketidak tahuan adalah lawan dari ilmu.

Alloh Ta’ala telah mengabarkan di dalam Al Qur’an tentang kejahilan atau kebodohan pada beberapa Surat, diantaranya:

“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui”. QS. Al Baqoroh ayat 273

Dalam ayat yang lain:

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. An Nahl ayat 119

Dalam ayat yang lain:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. QS. Al Hujurot ayat 6

Dan ayat-ayat yang semisal seperti pada Surat Ali Imron 153-154, Al An’am 111.

Di dalam sebuah Riwayat menjelaskan

عَنْ أَنَسِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا.
Dari Anas berkata; Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk dari tanda-tanda hari kiamat adalah dicabutnya ilmu, kokohnya kebodohan, diminumnya khamr, dan nampaknya perzinahan”.
HR. Bukhori no. 80, Muslim no. 6956,  Ahmad, dll

Ibnul Qoyyim di dalam Hidayatul Hiyari hal. 18 mengatakan:

“Dan sebab-sebab yang mencegah orang mendapatkan kebenaran banyak sekali, diantaranya bodoh akan kebenaran, ini adalah sebab yang paling sering dialami setiap jiwa. Barangsiapa yang tidak mengetahui tentang sesuatu maka ia akan memusuhinya dan juga memusuhi pelaku kebenaran”.

Rujukan:
Al Qur’anul Karim, Kitab Ash Showarif ‘Anil Haq (edisi Arab), Al Maktabah Asy Syamilah.
Ditulis oleh Abu Abdillah Riza


Sabtu, 07 Februari 2015

baiat sunnah dan bid'ah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.02 No comments
HUKUM BAIAT

Pertanyaan:

Apakah baiat itu wajib, sunnah, ataukah mubah? Dan apa kedudukannya terhadap jama’ah dalam hal mendengar dan taat?

Jawaban:

Wajib baiat kepada pemimpin kaum muslimin untuk patuh dan taat ketika diangkat menjadi pemimpin menurut al Qur’an dan As Sunnah, adapun orang yang mereka harus berbaiat kepadanya adalah para Ahli Ulama’ dan pemimpin.
Adapun selain mereka adalah rakyat yang harus mengikuti mereka, mengharuskan taat dengan membaiat mereka dan baiat tidaklah dicari dari setiap individu di kalangan rakyat. Karena kaum muslimin adalah jama’ah yang satu yang diwakili atau dipimpin oleh Pemimpin mereka dan Para Ulama’.
Inilah yang dianut oleh para pendahulu yang sholeh (salaf) dari umat ini sebagaimana baiat kepada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallohu’anhu dan selainnya dari para Pemimpin kaum muslimin.
Bukanlah baiat itu diperoleh dengan cara yang kebimbangan seperti pemilu yang dilakoni oleh Negara-negara kafir, serta Negara-negara arab yang mengekor negeri barat yang dibangun atas persamaan suara, pengakuan dusta yang kebanyakan jiwa-jiwa polos menjadi korban.

Baiat menurut cara Islam diperoleh dengan cara berkumpul  dan bersatu yang mewujudkan adanya keamanan yang tetap tanpa adanya tambahan dan cara-cara pencarian suara yang membingungkan, yang dapat memberatkan dan menjadikan beban pada masyarakat, dan juga munculnya pembunuhan dan lainnya.

-fatwa Ma’ali Syaikh Dr. Sholih Al Fauzan-

Dari kitab Al Ajwibah Al Mufidah ‘An As ilatil Manahij Al Jadidah hal. 218-222 

Hafal quran tidak cukup untuk dakwah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.23 No comments
Hafalan Al Qur’an Tidak Cukup Untuk Berdakwah

Ilmu itu adalah dengan menghafal nash-nash serta memahami maknanya, maka tidak cukup dengan hanya menghafal al nash-nash. Tidak cukup bagi seseorang hanya sekedar menghafal nash-nash Al Qur’an dan hadits-hadits akan tetapi ia harus memahami makna-maknanya dengan benar.

Adapun sekedar menghafal nash-nash tanpa memahami makna-maknanya maka hal ini tidak menjadikan seseorang ahli dalam berdakwah.
Adapun yang diajarkan pada madrasah-madarasah apabila di dalamnya terdapat hafalan nash-nash dan memahami makna-maknanya maka ini cukup.

Jika ia menghafal nash-nash tanpa memahami makna-maknanya, maka ini tidak menjadikan seseorang ahli dalam berdakwah, yang mungkin ia lakukan adalah hanya mengajarkan hafalan nash-nash kepada orang lain yang telah ia hafal, kemudian sekedar membacakan dan tanpa menjelaskan makna-maknanya, membacakan kepada orang lain dan menyimaknya.

-Fatwa Ma’ali Asy Syaikh Dr. Sholih Al Fauzan-

[dari kitab Al Ajwibah Al Mufidah ‘an As ilatil Manahij Al Jadidah hal. 41 cet. Dar Al Minhaj] 

Kamis, 08 Januari 2015

tanda kiamat

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 09.12 No comments
Tuntutlah ilmu sebelum diangkat 
 Kiamat sudah semakin dekat, perhatikan di dalam hadits berikut munculnya beberapa kemungkaran, zina yang merajalela terlebih di zaman internet ini berawal dari berkurangnya orang-orang yang bersimpuh lutut hadir di majelis ilmu mempelajari Al Qur’an dan Sunnah dan bersimpuh kepada selainnya.
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ حَدَّثَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Anas bin Malik berkata,’telah bersabda Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam : “Diantara tanda-tanda terjadinya hari kiamat yaitu: diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, banyaknya orang yg meminum minuman keras, & zina dilakukan dengan terang-terangan.
Makna hadits:
Diangkatnya ilmu:
-          Wafatnya para Ulama’, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim berikut
 ((إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يَبْق عالما- وفي رواية- لم يُبْق- اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلو(( 
“Sesungguhnya Alloh tidaklah mencabut ilmu dengan mencabut langsung dari para hamba. Akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para Ulama’, sehingga apabila tidak tersisa seorang alimpun. Maka orang banyak akan mengangkat orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya dan berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.
-          Diangkatnya ilmu juga berarti berkurangnya Ulama’, wafat, dan menjadi sedikit.
-          Diangkatnya ilmu juga berarti tidak disampaikannya kebenaran oleh para Ulama’ walaupun jumlah mereka banyak.
-          Bukanlah yang dimaksud adalah ilmu tentang dunia akan tetapi ilmu tentang halal dan haram. Berkurangnya Ilmu tentang al Qur’an dan Sunnah.
Sekarang telah ada ilmu, contohnya orang yang mengambil al Qur’an akan tetapi ditafsirkan dengan akalnya sendiri tidak sesuai dengan ushul tafsir.
Maksud dari Kebodohan adalah:
-          Kebodohan dalam urusan agama, sebagaimana hadits riwayat Ath Thobroni:
"يأتى على الناس زمان لا يُدْري فيه ما صلاة؟ ما صيام؟ ما صدقة؟".
“Akan dating kepada manusia sebuah zaman yang tidak dikenal lagi padanya apa itu sholat, apa itu puasa, dan apa itu sedekah”.
-          Ketika banyak orang yang mempelajari ilmu dunia
-          عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ وَيَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ إِذَا تُرِكَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ تُرِكَتْ السُّنَّةُ قَالُوا وَمَتَى ذَاكَ قَالَ إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ جُهَلَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ وَالْتُمِسَتْ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الْآخِرَةِ وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّينِ
-          Dari ‘Alqomah berkata Bagaimana sikap kalian jika ditimpa ketidakberesan, yg tua menjadi pikun & yg kecil menjadi dewasa. Dan jika ketidakberesan itu ditinggal, akan dikatakan: 'sunnah telah ditinggalkan', mereka bertanya: 'Kapan hal itu terjadi? 
', ia menjawab: 'Jika telah pergi para ulama` kalian, & semakin banyak orang-orang bodoh dari kalian, jika semakin banyak orang yg pandai membaca tetapi sedikit yg ahli fikih, & semakin banyak para pemimpin kalian tetapi sedikit yg amanah, serta dunia sudah dicari dgn amalan akhirat & ia diperdalam tetapi bukan untuk (kepentingan) agama'. [HR. Darimi No.188].

dirangkum dari khutbah Syaikh Abdul Qodir al Arnauth rahimahulloh di dalam situs sahab.net

dan situs alukah.net dan lainnya
 

Sabtu, 20 Desember 2014

Download Kalender 1436 H

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.21 No comments

KALENDER HIJRIYAH 1436

 Almanak Islam 1436 Hijriyah /  Kalender Islam 1436 Hijriyah
Jenis File :  PNG 
Resolusi   : 300 dpi,
Ukuran     :  A4 dan A3

Download Kalender Hijriah 1436 :
Kalender Hijriyah 1436 - A4
Kalender Hijriyah 1436 - A3

Kalender Tahun 2015 M:

Jenis File :  PNG 
Resolusi   : 300 dpi,
Ukuran     :  A4 dan A3

Download Kalender Masehi 2015 :
Kalender Masehi 2015 - A4
Kalender Masehi 2015 - A3 

Semoga bermanfaat, maaf bila ada kesalahan.
http://pustakaabumuazzam.blogspot.com/

Selasa, 09 Desember 2014

Hadits Muflis (orang yang Bangkrut)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.27 No comments
Orang-orang yang bangkrut (Hadits Muflis)

Kelak pahala sholatmu, puasamu, sedekahmu, dzikirmu, bacaan quranmu, dan lainnya akan lenyap apabila kamu menzalimi orang lain, menuduh tanpa bukti, merobek kehormatannya, memukul, mengambi hartanya, ghibah, namimah dan lain-lain. 

Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab Shahihnya pada hadits nomor 2581:

Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata: Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

((  أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا : الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لا دِرْهَمَ لَهُ وَلا مَتَاعَ ، فَقَالَ : إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ  ))

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” 

Kesimpulan makna hadits:

Bahwa seorang hamba hendaklah menjaga amal-amalan kebaikannya agar tidak hilang sia-sia, hal itu dapat terwujudkan dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk seperti di dalam hadits tentang makna kezaliman, yakni kezaliman kepada orang lain contohnya dengan mencela orang lain, menuduh tanpa bukti dan tabayyun, pertentangan dan semisalnya.
Contoh amal perbuatan buruk di atas dapat menjadi sebab meruginya  seorang hamba.

Syarah diterjemahkan secara bebas dari http://fatwa.islamweb.net/

Selasa, 02 Desember 2014

Apakah bulan Safar membawa sial

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.57 No comments
Apakah bulan Safar membawa sial?

Fatwa Nomor:10775

Pertanyaan: 
Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua.

Jawaban: 
Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar, hal itu termasuk merasa pesimis (sial) pada bulan tersebut. Dan merasa sial pada bulan, hari atau karena burung dan lain sebagainya itu tidak boleh, berdasarkan hadits yang diriwayatkan olehal-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (pesimis/takhayul), tidak ada burung hantu(yang diyakini oleh orang Jahiliyah bahwa apabila bersuara di atas rumah salah seorang di antara mereka, maka penghuni rumah tersebut akan meninggal), dan tidak ada Safar (bulan yang diyakini orang Jahiliyah penuh bala) Merasa sial pada bulan Safar termasuk thiyarah (pesimis/takhayul) yang dilarang, karena hal ini termasuk keyakinan orang-orang Jahiliyah, dan Islam telah membantahnya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


http://www.alifta.net/

Cari Artikel Hidayahsalaf