• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Selasa, 15 April 2014

JANGAN SALAH PILIH PANUTAN

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 23.20 No comments

JANGAN SALAH PILIH PANUTAN

Kepribadian, akhlaq, tingkah laku dan karakter seseorang terkadang memang merupakan pembawaan yang diberikan oleh Alloh Ta’ala  sejak lahirnya . Ada yang diusahakan dengan mempelajari agama dengan benar ada juga perubahan karakter tersebut terpengaruh dengan orang-orang yang berada di sekitarnya dan di luar lingkungannya.

Minggu, 13 April 2014

QONA’AH DAN TIDAK TAMAK SIFAT SEORANG DA’I

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.19 No comments

QONA’AH DAN TIDAK TAMAK SIFAT SEORANG DA’I

Pengertian

Secara basasa berarti ridho dengan pembagian.[At Ta’rifat oleh Al jarjani halaman 179]

Secara istilah qona’ah berarti ridho dengan pemberian dari Alloh.[Masyariq Al Anwar 2/187]

Qona’ah juga berarti ridho dengan keadan yang serba kekurangan. [Mu’jam Maqolid Al ‘Ulum wa Al Huduts wa Ar Rusum oleh As Suyuthi 205]

Dalil-dalil tentang Qona’ah

Dari Al Qur’an

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ 
[النحل: 97]
" Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan 
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. QS. An Nahl: 97

Dari Muhammad bin Ka’b menafsirkan firman Alloh “kehidupan yang baik”, berkata: “Qona’ah”.[Al Qona’ah wa At Ta’affuf oleh Ibnu Abi Ad Dunia 61]

Demikian juga penafsiran yang sama oleh Ali bin Abu Tholib dan Al Hasan Al Bashri.

Firman Alloh Ta’ala
إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [النور: 32].

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.QS. An Nur: 32

Al Baghowi mengatakan; “dikatakan al Ghina; ini adalah Qona’ah”.[Ma’alim At Tanzil 6/40]
Alloh Ta’ala berfirman:
وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ [الحج: 36].
“Dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta”.QS. Al Hajj: 36

Abu Ishaq Ats Tsa’labi berkata: “Al Qoni’ diambil dari kata Al Qona’ah yakni ridho, menjaga diri, dan tidak mau meminta-minta”.[Al Kasyfu wa Al Bayan 7/23]

Dalil hadits

عن عبد الله بن عمرٍو رضي الله عنهما، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((قد أفلح من أسلم ورزق كفافًا وقنعه الله))
Dari Abdulloh bin ‘Amr Radhiyallohu’anhuma bahwa Rasululloh Shallallohu’alai wa sallam bersabda: “sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup dan diberikan qona’ah oleh Alloh”. HR. Muslim

Al Mubarokfuri berkata: “Kafafan berarti apa-apa yang mencukupi kebutuhannya, Qona’ahulloh artinya Dia menjadikannya qona’ah dari pemberian”.[Tuhaftul Ahwadzi 4/508]

Perkataan Salaf tentang Qona’ah

قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه، الرزق رزقان: فرزق تطلبه، ورزق يطلبك فإن لم تأته أتاك

Ali bin Abi Tholib Radhiyallohu’anhu berkata: “rezeki itu ada 2 macam; rezeki yang anda cari, dan rezeki yang mencari anda, walaupun anda tidak mencarinya maka ia yang mendatangimu”.
[disebutkan oleh Ibnu Abdi Robbihi di dalam Al Aqd Al Farid 3/169 dan diriwayatkan oleh Al Jarjani secara marfu’ di dalam Tarikh Al Jarjan hal. 366]
-
قال عمر بن عبد العزيز: الفقه الأكبر القناعة وكف اللسان
Umar bin Abdul ‘Aziz berkata: “Fiqih akbar adalah Qona’ah dan menjaga lisan”.[Adabul Majalis wa Hamd Al Lisan oleh Ibnu Abdil Barr hal. 87]
-     
  Dari Al Hasan berkata; “senantiasa anda menjadi orang yang mulia di sisi manusia atau dengan kata lain senantiasa orang-orang memuliakanmu selagi tidak menuntut apa-apa yang berada di tangan mereka. Apabila anda melakukan hal itu maka mereka akan meremehkanmu, membenci perkataanmu, dan membencimu”. [Hilyatul Auliya’ oleh Abu Nu’aim Al Ashbahani 3/20]
  
Maka perhatikanlah baik-baik dalil, sikap, dan contoh uswatun hasanah dari Para Salafush Sholih menunjukkan dan menggambarkan kefaqihan dan kedalaman ilmu mereka fiqhul akbar mereka dimana mereka mencukupkan diri dan tidak meminta-minta. Mereka para Salaf tidaklah banyak alas an, hujjah, komentar, mencari-cari dalil dan fatwa Ulama’ yang sejalan dengan jiwanya. Al Muhim Salaf adalah solusi dari pertikaian.

Adapun riwayat yang berbunyi
كاد الفقر أن يكون كفراً
“Hampir-hampir kefakiran menjadikan kekufuran”

Dhoif (lemah) lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah wa Al Maudhu’ah oleh Syaikh Al-Albani  nomor 4080

Oleh Abu Abdillah Riza Firmansyah

Benarkah umur Khodijah 40 tahun ketika menikah dengan Rasululloh

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.33 No comments
Benarkah umur Khodijah Radhiyallohu'anha 40 tahun ketika menikah dengan Rasululloh Shallallohu'alaihi wa Sallam

Telah masyhur di dalam kitab-kitab Siroh bahwasanya umurnya 40 tahun ketika menikah dengan Rasululloh Shallallohu'alaihi wa Sallam, dan beliau wafat dan usianya 65 tahun.

Ibnu Sa'd telah meriwayatkan di dalam kitab Ath Thobaqot 1/132 dari Al Waqidi: "Rasululloh Shallallohu'alaihi wa Sallam menikahinya ketika Beliau berumur 25 tahun, dan Khodijah pada waktu itu berumur 40 tahun".  

Sabtu, 12 April 2014

Fiqih Talak, Rujuk, Dan Iddah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.47 No comments

Penjelasan Sederhana Tentang Talak (perceraian), Rujuk dan Iddah (Revisi-dilengkapi)

(Al-Ustadz Abu Ibrahim ‘Abdullah al-Jakarti)
Diantara perkara yang penting untuk diketahui adalah permasalahan talak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami bawakan sedikit penjelasan seputar talak yang di rangkum dari beberapa kitab fiqih dengan harapan semoga bermanfaat bagi diri penulis pribadi dan kaum muslimin.
Pembahasan Pertama: Pengertian talak
Talak secara bahasa : ( التخلية) Melepaskan.
Secara syar’i : ( حل قيد النكاح أو بعضه) Melepaskan ikatan pernikahan secara menyeluruh atau sebagiannya. (Taudihul Ahkam:5/476-Al-mulakhos Al-Fiqhiy, hlm. 410)

Kamis, 03 April 2014

Hukum nyoblos dalam pemilu

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.36 No comments

HUKUM COBLOS DALAM PEMILU

 Segala puji milik Alloh, semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi Muhammad Shallallohu'alaihi wa sallam , keluarga beserta para Shahabat yang setia mengikuti Beliau dengan baik.


Pemilu jelas adalah bukan dari Islam, tidak ada satupun dalil shohih yang menghalalkan Pemilu.

Rabu, 02 April 2014

Rujuk dari Fatwa yang keliru

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.45 No comments


Rujuk (kembali kepada kebenaran) dari Fatwa yang Keliru

Soal Kedelapan:
Apabila seseorang ditanya tentang suatu permasalahan lalu 
dia berfatwa, dan setelah berlalu beberapa waktu jelas baginya bahwa apa yang telah dia fatwakan adalah salah. Apa yang harus ia lakukan?

Kamis, 20 Maret 2014

Pentingnya Sanad dalam Riwayat

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.31 No comments

Pentingnya Sanad dalam Riwayat

Telah berkata Al-Haafidh Al-‘Alaaiy rahimahullah dalam Jaami’ut-Tahshiil (hal. 58), dan dalam Shahih Muslim, dari Ibnu Siiriin, ia berkata :
لم يكونوا يسألون عن الإسناد فلما وقعت الفتنة قالوا سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فلا يؤخذ حديثهم
“Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang sanad. Namun ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata : ‘Sebutkan pada kami rijaal kalian’. Apabila ia melihat rijaal tersebut dari kalangan Ahlus-Sunnah, maka diterima haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah, maka tidak diterima”.

Cari Artikel Hidayahsalaf