• Mempersiapkan suasana yang benar. Keluarkanlah gambar-gambar yang ada di rumah yang akan dipakai untuk mengobati agar para malaikat berkenan memasukinya. 2. Mengeluarkan dan membakar penangkal atau jimat yang ada pada penderita, ...

  • Dari Abdullah bin Abu Bakr, bahwasanya di dalam surat yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Amr bin Hazm; “Tidaklah yang menyentuh Al Qur’an melainkan orang yang bersih”. HR. Malik secara mursal, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban......

  • bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? ..

  • Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya selamat..

  • Bagi orang Islam, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk amal dan beribadah. Seiring dengan kemajuan teknologi, ibadah tersebut pun dapat ditunjang secara langsung maupun tidak langsung dengan teknologi yang tersedia, seperti kumpulan aplikasi Android gratis di bawah ini contohnya. ...

  • Pertanyaan: Kami mendengar ada keyakinan yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menikah, melakukan khitan dan lain sebagainya pada bulan Safar. Mohon penjelasan tentang hal ini menurut pandangan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga Anda semua. Jawaban......

Senin, 20 Februari 2017

Qolbu adalah jantung bukan hati

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 21.51 No comments
 Qolbu adalah Jantung bukan Hati

Telah familiar dan mentradisi di Indonesia kata Qolbu diartikan sebagi Hati. Pengertian dari kata "hati" mungkin adalah salah kaprah orang Indonesia yang paling membingungkan. Bagaimana tidak, kata "hati" ternyata memiliki kontradiksi arti. Kebanyakan orang menerjemahkan heart (bahasa Inggris) dan qalbu (bahasa arab) sebagai "hati".

Padahal dalam bahasa Inggris, hati adalah "liver", organ tubuh disebelah bawah dada kanan yang berfungsi menyaring racun dan penyakit dari darah. Dan dalam bahasa arab, hati disebut "kibdun" atau "kibdatun".
Coba Anda perhatikan, ketika seorang ulama menasehati kita untuk menjaga hati, ia akan menunjuk ke bagian dada tengah sedikit kekiri, padahal organ hati terletak di bagian dada sebelah kanan bawah. Dan yang ditunjuk ulama tersebut sebenarnya adalah letak jantung.
Ketika menerjemahkan hadits berikut sering kita membaca dan mendengarkan kata Qolbu adalah hati
Nabi bersabda shallallahuálaihi wasallam dalam hadits Ibnu Mas’ud:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam hati ada segumpal daging yang kalau dia baik maka akan baik pula seluruh anggota tubuh, dan kalau dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh, ketahuilah dia adalah Qolbu.” (Muttafaqun alaih)
Akan tetapi yang benar kata Qolbu adalah jantung.

Pengertian Hati (baca; Jantung)

Kata hati (arab: qalbun) mempunyai dua penggunaan dalam bahasa:
a.    Menunjukkan bagian yang paling murni dan paling mulia dari sesuatu.
b.    Bermakna merubah dan membalik sesuatu dari satu posisi ke posisi lain.
Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughah

Kedua makna ini sesuai dengan makna hati(jantung) secara istilah, karena hati(jantung) merupakan bagian yang paling murni dan paling mulia dari seluruh makhluk hidup yang mempunyainya, dan dia juga sangat rawan untuk berbolak-balik dan berubah haluan. Nabi bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik)
       Ia dinamakan "القلب" karena cepatnya berubah. Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- bersabda:
إنما القلب من تقلبه إنما مثل القلب كمثل ريشة معلقة في أصل شجرة يقلبها الريح ظهراً لبطن ) رواه أحمد 4/408 وهو في صحيح الجامع 2364(
"Sungguh dia dinamakan القلب [al-qolb=jantung ] karena تقلبه 'taqollubihi' (perubahannya). Perumpamaan hati(jantung) adalah seperti bulu yang tersangkut di pangkal pohon, kemudian angin menelungkupkan bagian atas menjadi bawahnya.(HR. Ahmad 4/408, terdapat dalam shahih al-Jâmi' 2364).
    Dalam riwayat lain:
مثل القلب كمثل ريشة بأرض فلاة الريح ظهراً لبطن) أخرجه ابن أبي عاصم في كتاب السنة رقم 227 وإسناده صحيح: ظلال الجنة في تخريج السنة للألباني 1/102(
"Perumpamaan hati(jantung) seperti bulu di tengah padang pasir yang di bolak-balikan angin." (Hadits dikeluarkan oleh Ibnu Abi 'Ashim dalam kitab as-Sunnah no.227 dengan sanad yang sahih dalam Dzilalul Jannah fi Takhrijis Sunnah oleh al-Albani 1/102.)

Letak hati(baca;Jantung)

Adapun letaknya, maka Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa dia terletak di dalam dada. Allah  berfirman, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati (jantung) yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)
Dan Nabi juga bersabda tentang ketaqwaan, “Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini,” seraya beliau menunjuk ke dada beliau” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Dan tempat ketakwaan tentunya adalah dalam hati.
Bertolak dari hal ini para Ulama juga membahas mengenai letak akal. Seluruh kaum muslimin bersepakat -kecuali mereka yang terpengaruh dengan filosof dan ilmu kalam- bahwa akal itu terletak di dalam hati(jantung) bukan di otak. Allah berfirman, “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati(jantung) yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya.” (QS. Al-Hajj: 46)
Syeikh Dr. Balil Abdul Karim sebagaimana di dalam Bashoir Dzawi At Tamyiz 4/289 menyebutkan bahwa kata Qolbu terbagi menjadi 3 makna;
1.      Akal (lihat Surat Qof: 37)
2.      Pendapat atau pengaturan (lihat Surat Al Hasy: 14)
3.      Hakikat jantung itu sendiri yang berada di dalam dada (lihat Surat Al Hajj: 46)


Letak Hati berbeda dengan letak Jantung

Letak Hati (Heart)
Hati (bahasa Yunani: παρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. [https://id.wikipedia.org/wiki/Hati]


Letak jantung

Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri. [https://id.wikipedia.org/wiki/Jantung]

Hubungan antara kesehatan otak dan jantung

Pengaruh aktivitas jantung pada fungsi otak telah diteliti secara ekstensif selama sekitar 40 tahun terakhir. Para ilmuwan di HeartMath Institute telah melakukan penelitian ilmiah dengan melihat bagaimana pola skala yang lebih besar dari aktivitas jantung mempengaruhi fungsi otak.

Penelitian HeartMath telah menunjukkan bahwa pola yang berbeda dari aktivitas jantung (yang menyertai keadaan emosional yang berbeda) memiliki efek yang berbeda pada fungsi kognitif dan emosional. Selama stres dan emosi yang tidak terkontrol, di saat itu pula irama jantung menjadi tidak menentu dan tidak teratur, sehingga akan mempengaruhi sinyal saraf dari jantung ke otak yang pada gilirannya akan menghambat fungsi kognitif otak. Hal ini akan membatasi kemampuan kita untuk berpikir jernih, mengingat, belajar, dan membuat keputusan yang efektif. [http://www.manfaatcaramengatasi.com/2016/03/kesehatan-jantung-dan-fungsi-otak.html]

Kesimpulan:

1.      Arti Qolbu yang sebenarnya adalah Jantung dan bukan Hati.
2.      Arti tersebut dikuatkan dengan dalil-dalil dari Al Qurán dan Hadits juga disertai keterangan Pakar Medis.
3.      Gambar letak jantung dan hati sangatlah jelas dan menjadi jawaban yang sangat akurat.
4.      Iman dan Taqwa serta apa-apa yang seorang pelajari dari Al Qurán hakekatnya tersimpan di dalam dada maksudnya Jantung.
5.      Jantung adalah inti pokok tubuh manusia sedangkan otak bukanlah inti dari tubuh manusia.
6.      Sebagimana Iman, hafalan Qurán atau Hadits  itu disimpan di dada, sedangkan otak tugasnya membantu.
7.      Antara Jantung dengan otak memiliki hubungan yang sangat erat.
8.      Hakekat akal itu letaknya di Jantung “Mereka mempunyai (jantung) yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya” , Surat Al-Hajj: 46.
9.      Ahli Kalam, Filosof dan semisalnya mengatakan bahwa akal di otak. Ini merupakan pendapat yang tidak memiliki sandaran Wahyu.
10.  Amalan yang paling utama adalah amalan hati disamping kita tidak boleh menyisihkan amalan lisan dan anggota badan.
Wallahu A’lam
Oleh Abu Abdillah Riza dari berbagai sumber

Senin, 13 Februari 2017

Maskawin Termulia Sepanjang Sejarah

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.36 No comments

Maskawin Terbesar Sepanjang Sejarah

Tahukah Anda, apa maskawin terbesar sepanjang sejarah? Apakah maskawin tersebut bernilai jutaan bahkan milyaran rupiah? Ataukah berupa rumah beserta segala isinya yang mewah?

    
Tahukah Anda, apa maskawin terbesar sepanjang sejarah? Apakah maskawin tersebut bernilai jutaan bahkan milyaran rupiah? Ataukah berupa rumah beserta segala isinya yang mewah?
Bukan itu,wahai saudariku. Maskawin terbesar sepanjang sejarah adalah maskawin yang diterima oleh Ummu Sulaim. Siapakah Ummu Sulaim itu?
Ummu Sulaim adalah salah satu wanita yang telah mendapatkan tiket masuk surga. Sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam. Beliau Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Aku bermimpi masuk surga. Di sana aku bertemu dengan Al-Ramaisha’ (julukan Ummu Sulaim), istri Abu Thalhah. Aku pun mendengar suara bakiyak, lalu aku bertanya, “Siapa?” Seseorang menjawab, “Bilal.” Aku melihat rumah gedung yang di halamannya ada seorang wanita. Aku bertanya, “Rumah ini milik siapa?” Seseorang menjawab, “Milik Umar.” Aku ingin sekali masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat. Lalu aku ingat kecemburuan Umar. Umar pun berkata, “Demi Allah, wahai Rasulullah, akulah yang pantas cemburu kepadamu.”
Suatu hari, Abu Thalhah datang untuk meminang Ummu Sulaim. Pada saat itu, Abu Thalhah belum menjadi seorang yang beriman. Oleh karena itu, Ummu Sulaim berkata, “Kalau saya sendiri menerimamu dengan sepenuh hati. Orang sepertimu sayang untuk ditolak. Akan tetapi, engkau masih kafir, sedangkan aku wanita muslimah. Jika kamu mau masuk Islam, maka keislamanmu itu adalah maskawin untukku, aku tidak meminta yang   lainnya darimu.” Abu Thalhah pun mengucapkan dua kalimat Syahadat, lalu menikahi Ummu Sulaim.
Tsabit berkata, “Aku tidak pernah mendengar maskawin yang lebih mulia daripada maskawin Ummu Sulaim, yaitu Islam.”
Salah satu obsesi terbesarnya adalah maskawinnya berupa Islam. Dia tidak berpikir maskawinnya berupa uang, harta benda atau sesuatu yang mahal. Tujuan utamanya adalah berdakwah meskipun akhirnya harus berbuah pernikahannya dengan laki-laki yang menjadi objek dakwah.
Remaja putri sekarang berpandangan bahwa termasuk sebuah penghinaan dan pelecehan kodrat wanita bila maskawin untuk wanita sangat sedikit. Mereka lebih mengidamkan seorang laki-laki yang berpenampilan necis dan berkantong tebal, meskipun dia tidak rajin shalat, atau jauh dari kebaikan perangai dan budi pekerti. Berbeda dengan mereka, Ummu Sulaim mendambakan seorang suami yang beriman. Dia tidak ragu menolak laki-laki kafir, walaupun ia seperti seorang yang sayang untuk ditolak. Syarat menikahinya bukan penampilan fisik dan seorang profesional, tetapi pencariannya hanya satu maskawinnya berupa Islam. Sedangkan materi bukan menjadi perhitungannya sama sekali.

——————————————-
Diketik ulang dari buku “Kado Pernikahan” karya Abdullah bin Muhammad Al-Dawud
Artikel muslimah.or.id

Minggu, 05 Februari 2017

Aplikasi Kalkulator Zakat

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 18.03 No comments
Aplikasi Kalkulator Zakat Di Muslim.Or.Id

Zakat merupakan hal urgen yang mesti diperhatikan oleh setiap Muslim. Oleh karena itu untuk membantu kaum Muslimin menghitung zakat mal yang harus dibayarkan dari hartanya kami menyediakan aplikasi kalkulator zakat yang dapat diakses pada alamat apps.muslim.or.id/zakat.

Sebagaimana kita ketahui bersama, menunaikan zakat adalah salah satu dari rukun Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan” (Muttafaq ‘alaih)

Maka zakat merupakan hal urgen yang mesti diperhatikan oleh setiap Muslim. Oleh karena itu untuk membantu kaum Muslimin menghitung zakat mal yang harus dibayarkan dari hartanya kami menyediakan aplikasi kalkulator zakat yang dapat diakses pada alamat muslim.or.id/apps/zakat.

Deskripsi

Aplikasi kalkulator zakat ini menghitung zakat yang wajib dikeluarkan berdasarkan informasi rincian harta pengguna yang diinputkan ke form. Jika kolom total zakat menunjukkan angka 0 (nol) berarti pengguna yang bersangkutan belum diwajibkan mengeluarkan zakat karena harta yang dimiliki belum melebihi nishab zakat. Adapun nishab zakat yang dipakai dalam aplikasi ini selalu up-to-date setiap harinya berdasarkan harga emas dan perak yang ada di web kontan.web.id.

Untuk saat ini aplikasi kalkulator zakat ini hanya menghitung jenis zakat:

zakat emas dan perak
zakat mata uang dan penghasilan
zakat harta usaha
Dan untuk zakat mata uang / penghasilan serta zakat harta usaha dalam aplikasi ini digunakan nishab emas, yaitu 85 gram emas.

Cara Penggunaan

Pada bagian header dari aplikasi ini berisi informasi harga emas dan perak terkini juga nilai dari nishab 85 gr emas serta total zakat hasil perhitungan. Jadi hasil perhitungan total zakat anda akan muncul pada kolom “TOTAL ZAKAT YANG HARUS DIBAYARKAN”.



Sedangkan bagian body, adalah form tempat anda mengisikan rincian harta anda. Sebagaimana telah dijelaskan, ada 3 jenis zakat yang dihitung pada aplikasi ini. Maka pada tab 1 adalah form pengisian harta emas dan perak, tab 2 pengisian harta mata uang dan penghasilan dan tab 3 pengisian harta usaha jika ada. Tidak semua form ini harus diisi, tergantung pada harta yang anda miliki. Jika anda hanya memiliki tabungan berupa uang dan tidak memiliki simpanan emas dan tidak memiliki usaha maka cukup mengisi tab 2.

Form harta emas dan perak

Pada form ini silakan isi jumlah gram emas dan perak yang dimiliki. Aplikasi akan menghitung berat emas dan perak yang wajib dizakatkan serta menghitung nilainya dalam rupiah.



Aplikasi ini juga mengakumulasikan nilai zakat emas dan perak dalam rupiah. Jika checkbox “Bayar dengan uang” di-check artinya anda akan membayar zakat emas dan perak dengan uang dan jumlahnya akan di masukkan pada kotak total zakat di header untuk di jumlahkan dengan zakat yang lain. Jika tidak di-check artinya anda akan membayar zakat emas dan perak dengan emas dan perak sehingga nilainya tidak di masukkan pada kotak total zakat.

Form mata uang dan penghasilan

Pada bagian F, isilkan jumlah riil total uang yang anda miliki baik berasal dari gaji, hadiah, penghasilan sampingan, warisan, hibah, deposito, dll.

Pada bagian G, isikan jumlah piutang, atau jumlah uang anda yang sedang dipinjam orang lain, yang diharapkan atau dijanjikan pengembaliannya pada periode ini yaitu periode sebelum jatuh tempo zakat selanjutnya.

Pada bagian H, isikan jumlah lembar saham yang anda miliki serta harga per lembarnya. Kemudian isikan rincian jenis usaha dari perusahaan yang sahamnya anda miliki.

Bagian I menunjukkan total jumlah harta uang dan penghasilan anda. Isikan hutang yang anda miliki pada kolom J.

Maka bagian K akan total jumlah zakat yang harus dibayarkan dari harta uang dan penghasilan setelah dikurangi hutang.



Total zakat pada bagian L akan diakumulasikan dengan zakat yang lain pada kolom total zakat di bagian header.

Form harta zakat usaha

Pada bagian M isikan jumlah nilai seluruh aset usaha termasuk uang tunai, simpanan di bank, alat produksi, inventori, barang jadi, produk yang diperdagangkan, dll. Pada bagian N isikan jumlah hutang usaha yang jatuh pada periode ini.

Jika usaha anda tersebut adalah usaha bersama, maka masukkan persentase kepemilikan pada bagian O. Maka bagian R akan didapatkan total jumlah zakat yang harus dibayarkan dari harta usaha setelah dikurangi hutang.



Semua zakat akan diakumulasikan pada kolom total zakat di header.

Catatan

Aplikasi ini hanya menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan jika melebihi nishab, dengan asumsi sudah haul, yaitu harta yang dihitung sudah mengendap selama 1 tahun jumlahnya tidak berkurang dari nishab. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel-artikel berikut:

Syarat-Syarat Zakat
Zakat Emas dan Perak
Zakat pada Perhiasan
Zakat Penghasilan
Zakat Barang Dagangan
Aplikasi ini dikembangkan oleh Al Akh Muhammad Fuad dan Al Akh Yulian Purnama dari komunitas IT Support Dakwah. Untuk saran, kritik dan laporan kesalahan silakan kirimkan ke email ian.doang[at]gmail.com.



Artikel Muslim.Or.Id

Minggu, 29 Januari 2017

REVOLUSI BUKAN SOLUSI

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 18.18 No comments
REVOLUSI BUKAN SOLUSI

Segala puji hanya milik Allah Taála, semoga shalawat serta salam tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahuálaihi wasallam kepada Keluarga beserta para Sahabat yang setia.
Bagi seorang muslim yang beriman tentunya tidak akan rela membiarkan kemungkaran yang ia lihat, terlebih ketika melihat kezaliman-kezaliman seorang Pemimpin.

Orang yang mengingkari kemungkaran mendapatkan pahala. Akan tetapi dalam hal mengingkari kemungkaran haruslah berdasarkan ilmu dan bukan hanya sekedar semangat belaka dan terburu-buru.
Dari Abu Abdullah, yaitu Khabbab bin Aratt radhiyallahu anhu, katanya: “Kami mengadu kepada Rasulullah dan beliau ketika itu sedang istirahat berbantalkan burdah di bawah naungan Ka'bah. Kami berkata kepada beliau: Mengapa tidak engkau mohonkan pertolongan kepada Allah untuk kita agar menang, ya Rasulullah? Mengapa engkau tidak mendoakan hal tersebut itu untuk kita?" Beliau lalu bersabda: "Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelummu, ada seorang yang diculik oleh musuh Allah karena ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji maka digergajilah kepalanya, seterusnya hingga kepalanya itu terbelah menjadi dua. Selain itu ada pula yang disisir dengan sisir besi hingga daging dan tulangnya terlihat, namun semua siksaan itu tidak memalingkan mereka dari agamanya. Demi Allah sesungguhnya Allah akan menyempurnakan agama ini hingga ada seorang yang berjalan kaki dari Shan'a ke Hadhramaut dengan rasa aman tanpa ada yang ditakuti melainkan Allah seperti takut kambing atas serigala. Tetapi kalian terburu-buru,” (Riwayat Bukhari)

Kezaliman-kezaliman seperti pembunuhan kepada para Sahabat sudah terjadi sejad dulu, namun para Sahabat lainnya tidak ada yang mengangkat senjata dan mendengungkan revolusi.
Perlu difahami nikmat aman dari beribadah, nikmat kesehatan, dan lainnya harus kita jaga daripada sekedar mengadakan revolusi yang dapat mengakibatkan keadaan yang lebih parah.
Ingatlah bahwa rasa aman lebih baik dari nikmat sehat dan waktu luang.

Ar-Razi rahimahullah berkata,
“Sebagian ulama ditanya, apakah rasa aman lebih baik dari kesehatan? Maka jawabannya rasa aman labih baik. Dalilnya adalah seandainya kambing kakiknya patah maka akan sembuh beberapa waktu lagi… kemudian seandainya kambing diikat pada usatu tempat dekat dengan serigala, maka ia tidak akan makan sampai mati. Hal ini menunjukkah bahwa bahaya yang akibat rasa takut lebih besar daripada rasa sakit di badan.” (Tafsir al-Kabir 19/107)

Al Imam Al Bukhari rahimahullah meriwayatkan hadits dalam Shahihnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً وَأُمُورًا تُنْكِرُونَهَا. قَالُوا: فَمَا تَأْمُرُنَا، يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: أَدُّو إِلَيْهِمْ حَقَّهُمْ وَسَلُوا اللهَ حَقَّكُمْ

“Sesungguhnya sepeninggalku, kalian akan melihat sikap mementingkan diri sendiri (yang dilakukan oleh penguasa) dan banyak hal yang kalian pasti mengingkarinya (menolaknya).” Para sahabat bertanya, “Apa yang akan engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tunaikan hak mereka dengan baik dan mohonlah hak kalian kepada Allah Subhanahu wata’ala.” (Shahih al-Bukhari)
Bersabar lebih baik daripada demo ataupun revolusi.
Dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا فَمَاتَ عَلَيْهِ إِلاَّ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa yang membenci sesuatu dari pemimpinnya, hendaknya bersabar karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang keluar dari (ketaatan) kepada pemerintah walaupun sejengkal kemudian mati melainkan mati dalam keadaan mati jahiliah.” (Shahih Muslim)

Pasti akan ada bermunculan pemimpin-pemimpin yang berhati setan bertubuh manusia, akan tetapi ingatlah nasehat dan wasiat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Diriwayatkan pula oleh al-Imam Muslim rahimahullah dalam Shahihnya dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan muncul sepeninggalku para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dengan petunjukku dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Dan akan adapula ditengah-tengah mereka orang-orang yang berhati setan namun berbadan manusia.” Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Apa yang harus aku lakukan, wahai Rasulullah, jikaaku menjumpai hal itu?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,“Engkau tetap mendengar  dan taat kepada pemimpin. Walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah mendengar dan taat.” (Shahih Muslim)


Disusun oleh Abu Abdillah Riza

Selasa, 10 Januari 2017

Ketika krisis itu datang menyapa

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 01.26 No comments
ISTIGHFAR SOLUSI PENGHAPUS KRISIS

Segala puji hanya bagi Allah ta’ala, semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, keluarga beserta para sahabatnya.
Tidak ada satupun manusia yang hidup di muka bumi ini melainkan pasti akan diuji oleh Allah Ta’ala. Maka seorang muslim jika beriman dengan sebenar benarnya, niscaya ia akan menjumpai hikmah yang berharga dari setiap kejadian yang menimpanya.

Maka hendaklah ia ridho dengan taqdir yang baik maupun taqdir yang buruk dan menyikapinya dengan syariat ilahi agar setiap keladian bernilai pahala disisi Allah Ta’ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأِحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.
“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat musibah, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya”. HR. Muslim

Musibah yang menimpa seorang hamba termasuk krisis perekonomian tidaklah bisa dituntaskan dengan mendatangkan pakar ekonomi akan tetapi kembalilah kepada Dzat yang menciptakan segalanya.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata :"Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan :"Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata kepadanya, 'Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. 
[Tafsir Al-Khazin, 7/154. Lihat pula, Ruhul Ma'ani, 29/73]
Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai". 
QS. Nuh: 10-12 
[Tafsir Al-Qurthubi, 18/302-303. Lihat pula Al-Muharrar Al-Wajiz, 16/123]

Semoga Allah Ta’ala menghapuskan dosa-dosa dan mengangkat derajat kita semua. Amiin ya Rabbal ‘Alamin


Ditulis oleh Abu Abdillah Riza Firmansyah

Jumat, 16 Desember 2016

Klarifikasi Tentang Perkataan Persatuan Kebon Binatang

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 02.25 No comments
Klarifikasi Tentang Perkataan Persatuan Kebon Binatang

بسم الله الرحمن الرحيم

Guru kami Ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawashafizahullah berkata:
Persatuan nisbi bukan untuk sesuatu yang kekal (yakni akhirat), Inilah persatuan kebon binatang….
1) Maksudnya persatuan yang dipaksakan karena adanya tembok dan jeruji besi, karena seandainya tembok dan jeruji besi itu tidak ada niscaya akan saling menerkam. Jadi kalimat tersebut hanyalahperumpamaan atas persatuan semu lagi nisby.
Persatuan seperti ini bukanlah persatuan yang diinginkan oleh Islam, Islam menginginkanpersatuan yang kuat yang dibangun di atas Tauhid, Sunnah dan Manhaj yang benar.
Persatuan yang tidak dibangun di atas Manhaj yang benar tetap saja nisby, karena jika persatuan tersebut benar-benar bersifat ukhrawi (baca: yang kekal) niscaya akan dibangun di atas dasar al-Qur’an, as-Sunnah dengan manhaj yang benar.

Dalam hal ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran [3]: 103).

Para ulama tafsir menafsirkan kata Hablullah (tali Allah) dengan beberapa makna, ada yang mengatakan Al-Qur’an, adapula yang mengatakan agama Allah, dan yang lainnya. Ibnul Arabi dan Ibnu Katsir menguatkan bahwa, makna Hablullah adalah al-Qur’an, walaupun semua makna tersebut tidak bertentangan.

Dan jika kita diperintahkan untuk memegang teguh al-Qur’an, maka itu pun berarti memegang teguh Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena tidak mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mengamalkan hadits.

Setelah Allah memerintahkan untuk memegang teguh tali Allah, lalu Allah melarang perpecahan. Ini menunjukan bahwa, dengan memegang teguh al-Qur’an dan as-Sunnah maka kita bisa bersatu, sebaliknya dengan meninggalkan al-Qur’an dan as-Sunnah maka kita bercerai berai, dalam hal ini Abdullah bin Abbas berkata:
حِينَ تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوهُ أَهْلِ البِدْعَة وَالْفُرْقَةِ
“Yakni hari ketika putih wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan hitam wajah ahli bid’ah dan perpecahan”. (Tafsir Ibnu Katsir II/92.)

Lihat bagaimana Abdullah Ibnu Abbas mensandingkan kata bid’ah dengan perpecahan, ini menunjukan bahwa, memegang teguh al-Qur’an dan Sunnah adalah pokok persatuan, dan meninggalkannya adalah pokok perpecahan.
2) Kemudian, sangat buruk ‘persatuan’ yang tidak dibangun di atas landasan al-Qur’an dan as-Sunnah, sangat buruk ‘persatuan’ yang hanya dibangun di atas perasaan apalagi dengan tujuan duniawi yang fana, ialah ‘persatuan’ yang sebenarnya tidak menyatukan, tidak saling menyayangi, juga tidak akan pernah saling membantu untuk mewujudkan tujuan hidup, yakni Ubudiyah, bagaimana bisa sementara mereka sendiri berbeda dalam makna dan perincian ubudiyah, ada yang gemar melakukan kesyirikan adapula yang suka melakukan perkara bid’ah.
Syaikh Shalih al-Fauzan berkata:
لا يمكن الاجتماع مع اختلاف المنهج والعقيدة
“Tidak mungkin bersatu sementara manhaj dan akidahnya berbeda”. (al-Al-Ajwibah al-Mufidah : 223).

Persatuan yang tidak dibangun di atas landasan al-Qur’an dan as-Sunnah sejatinya adalah perpecahan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
وَهَذَا التَّفْرِيقُ الَّذِي حَصَلَ مِنْ الْأُمَّةِ عُلَمَائِهَا وَمَشَايِخِهَا ؛ وَأُمَرَائِهَا وَكُبَرَائِهَا هُوَ الَّذِي أَوْجَبَ تَسَلُّطَ الْأَعْدَاءِ عَلَيْهَا . وَذَلِكَ بِتَرْكِهِمْ الْعَمَلَ بِطَاعَةِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Perpecahan ini, yakni yang terjadi antara umat, ulama dan para masayikhnya, demikian pula para penguasanya, ialah perpecahan yang menjadikan musuh-musuh Islam menguasai mereka, itu semua disebabkan karena mereka tidak mentaati Allah dan RasulNya”. (Al-Washiyatul Kubra: 28).

3) Lalu, persatuan yang memang mempunyai banyak kepentingan. Apakah bentuknya uang, atau proyek, atau jabatan, atau kedudukan dan semua persatuan yang tujuannya duniawi. Yang pada akhirnya nanti mereka akan saling berebut (ini maksud dari perumpamaan dengan cakar-cakaran). Allah Ta’ala berfirman :
تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَقُلُوْبُهُم شَتَّى
“Kamu kira hati mereka itu bersatu padahal hati mereka itu terpecah belah. ” (Qs. Al Hasyr: 14)
Yang perumpamaan ini tidak ada kaitannya dengan aksi demo sama sekali.

Kesimpulan penting:
*Guru kami ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas, mengungkapkan kata-kata di atas setelah menjelaskanbagaimana memegang teguh al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, yang merupakan inti agar kaum muslimin bisa bersatu secara haqiqi.*

*Kemudian ceramah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan aksi demo yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, maka sangat disayangkan bagi seseorang yang telah memelintirnya dan mengaitkan potongan ceramah dengan aksi tersebut.*
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika ceramah tersebut didengarkan secara lengkap dan utuh.Dan itulah kewajiban kita dalam hal seperti ini, bukankah Allah memerintahkan kita untuk Tabayyun, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al-Hujurat [49]: 6)
Barang siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak akan ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang mampu memberikan hidayah kepadanya.

https://www.facebook.com/images/emoji.php/v6/fcc/1/16/1f4dd.png📝 Ditulis oleh : Ustadz Beni Sarbeni Abu Sumayyah, Lc
Mudir Pondok Pesantren Sabilunnajah, Bandung

Sumber: https://www.facebook.com/MocHaMmAd.HILMAN.aLfiQhY/posts/10208052763180353

Simak Video Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas yang tidak dipotong : https://youtu.be/5oQu5geHfBA





Senin, 05 Desember 2016

Mimpi buruk tidak diceritakan

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.00 No comments


Mimpi buruk, kok diceritakan?

Pertanyaan.
Apakah ada larangan dari Nabi صلى الله عليه وسلم tentang menceritakan mimpi buruk sampai tidak terwujudkan? 


  Jawaban.

🔹Yang paling benar pada masalah ini adalah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم *melarang kita menceritakan mimpi buruk* baik itu terwujudkan atau tidak. 
Oleh karenanya Imam Bukhori membuat bab tentang "Apabila ia mimpi buruk maka jangan diceritakan dan jangan disebutkan"

Kemudian membawakan hadits Abu Salamah, berkata, 'Aku pernah mimpi yang membuatku sakit, sampai aku mendengar Abu Qotadah berkata, 'Sungguh aku pernah bermimpi hingga membuatku sakit hingga aku mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

الرُّؤْياَ الحَسَنًةُ مِنَ اللهِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَلْيَتْفِلْ ثَلَاثًا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ

"Mimpi yang baik dari Alloh. Apabila salah seorang dari kalian bermimpi baik maka jangan diceritakan kecuali kepada orang yang ia cintai. Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakannya.” (HR. Al Bukhari & Muslim)

🔹 Adapun Hadits Abu Razin tentang sabda Nabi صلى الله عليه وسلم ;"Mimpi seorang muslim adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian....
akan tetapi dlm hadits itu dhoif.

🔹Yang namanya mimpi adalah mimpi artinya ia bukanlah berwujud  zahir aslinya pada setiap keadaan...

(Adab-adab tidur dan bermimpi sudah banyak tersebar, tinggal diaplikasikan dengan benar, teguh, dan jangan lupa jauhi maksiat-maksiat - _pentrj_ ) Wallahu A'lam


diterjemahkan oleh Abu Abdillah Riza Firmansyah dari situs berbahasa arab ahlalhdeeth.com

Cari Artikel Hidayahsalaf