Minggu, 13 Maret 2022
Sabtu, 09 Oktober 2021
معهد مكة
لتحفيظ القرآن
*MA'HAD TAHFIZH MEKKAH*
Cilegon Banten
Telah dibuka pendaftaran santri baru Tahun Pelajaran 2022-2023.
*PROGRAM UNGGULAN: TAHFIZH QUR'AN & BAHASA ARAB*
Dibimbing dan Dibina oleh Syaikh dan Asatidz alumni Timur Tengah dan Dalam Negeri bermanhaj Salaf, menjembatani agar santri mampu ikut tes masuk Universitas Timur Tengah.
*VISI:*
▶️Menjadi lembaga generasi Qur'ani unggulan dan berkualitas bermanhaj Salaf pendahulu yang Shalih.
MISI:
▶️Mencetak penghafal Al Qur'an & Hadits yang berakhlaq karimah.
▶️ Membiasakan peserta didik dengan amalan para Salaf yang shalih di atas Wahyu Al Qur'an dan Al Hadits.
▶️Memberikan bekal iman, IT dan entrepreneurship agar siap mandiri dan mengabdi.
*PENASEHAT*
Syaikh Rusydi Bin Muhammad Al-Adni
(ex. Pengajar di Darul Hadits Ma'rib, Yaman)
*PEMBINA*
Al-Ustadz Riza Firmansyah, M.Pd.I
(Alumni Markaz Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin, Arab Saudi)
KUOTA TERBATAS (Hanya 25 santri)
*PILIHAN PROGRAM :*
1. SD TAHFIZHUL QUR'AN
Sekolah Dasar berijazah paket A DIKNAS dengan program unggulan Tahfizhul Qur'an dan Bahasa Arab, dengan target hafalan Al Qur'an 6 Juz dan 50 Hadits.
2. SMP TAHFIZHUL QUR'AN
Sekolah Menengah Pertama berijazah paket B DIKNAS dengan program unggulan Tahfizhul Qur'an dan Bahasa Arab, dengan target hafalan Al Qur'an 15 Juz dan 100 Hadits. santri mondok.
3. SMK TAHFIZHUL QUR'AN
Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Multimedia (belajar animasi, edit video, desain grafis, dll) berijazah paket C DIKNAS dengan program unggulan Tahfizhul Qur'an dan Bahasa Arab, dengan target hafalan Al Qur'an 15 Juz dan 100 Hadits. Santri mondok.
4. I'DAD DU'AT (Pengkaderan Dai)
Program 2 tahun untuk putra usia 16-24 tahun setara D2 untuk mempersiapkan calon da'i atau guru dengan pembelajaran Bahasa Arab, Menghafal Al Qur'an, Matan Tauhid, Hadits, Kitab-kitab Ulama, dll.
🌷Menerima murid pindahan
📱 *DAFTAR ONLINE :*
https://forms.gle/xrPnixtQcPkCwmNg7
📠 *Biaya-biaya:
Pendaftaran:
SD TQ▶️250.000
SMP TQ▶️300.000
SMK TQ▶️350.000
Bulanan:
SD TQ▶️300.000
SMP TQ▶️900.000
SMK TQ▶️900.000
Pembangunan (pilihan):
1. 3.000.000
2. 2.000.000
3. 1.000.000
Perlengkapan mondok (ranjang, kasur, lemari) 1.750.000
Seragam:
SD TQ▶️300.000
SMP TQ▶️400.000
SMK TQ▶️500.000
*Gratis untuk yatim dhuafa tidak mampu
Daftar Gelombang I (Oktober-Desember)
One Day Test, jika lulus daftar ulang setelah sepekan
Gelombang II (Januari-Maret)
Ditutup jika sudah memenuhi kuota.
🏡 *ALAMAT :*
Komplek PCI Blok B30 No 27 Cibeber, Cilegon, Banten
wa. 082223339964
Fb. Yayasanmekah Alislami
IG. Yayasan Mekah Al-Islami
YT. Mekkah Media
www.mahadmekkah.com
🌾🌾🌾🏧
Rekening Donasi:
💳MUAMALAT *3330015912*
A.n Mekah Al Islami YYS
Jumat, 23 Juli 2021
Belenggu Dosa Riba dan Cinta Dunia
Umat Islam tidakakan jaya jika masih membantu riba dengan menyimpan uang di tempat riba.
Percuma berkoar-koar menyeru kepada jihad jika dosa ini masih membelenggu banyak kaum muslimin.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
“Apabila kamu melakukan jual beli dengan
sistem ‘iinah (salah satu bentuk riba), menjadikan dirimu berada di belakang ekor sapi, ridha dengan cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kamu dikuasai oleh kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dirimu sebelum kamu kembali kepada agama kamu”.
[Hadist Shahih riwayat Abu Dawud].
Allah Ta'ala tidak akan merubah nasib umat Islam jika dosa-dosa ini masih dikerjakan walaupun mereka gemar beribadah.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
[QS. Ar-Ra’d: 11]
Syubhat dan Solusinya:
Kalau tidak tidak membuka rekening di bank riba maka bagaimana mungkin kita bisa mudah proses transfer dari kantor...!?
Solusi:
Kalau ada niat bisa aja berfikir, buka rekening yang jelas murni syariah yang mendapat sertifikat halal dari MUI. Ketika gaji ditransfer ke rekening riba, langsung transfer ke rekening yang murni syariah bersertifikat halal MUI, kosongkan yang di tempat riba.
والله أعلم
Artikel: www.hidayahsalaf.blogspot.com
Selasa, 15 Juni 2021
Pendaftaran kursus Al Qur'an dan Bahasa Arab
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 08.06 No comments🕌🎗 *Pendaftaran Kursus Bahasa Arab dan Al Qur’an MQC [Mekkah Qur'an Centre]* 🎗📚
Assalamu’alaikum.. Bagi kaum muslimin dan muslimat yang berdomisili di Cilegon, Serang, Anyer, Merak, dan dimanapun berada~
Kamu mau belajar Al Qur’an dari belajar membaca sampai menghafal Al Qur’an?
Mau belajar bahasa Arab dari nol dengan metode metode yang memudahkan kamu memahami bahasa Arab?
Mau anaknya lancar baca Al Qur’an dan hafal juz 30 dalam 1 tahun serta doa-doa dan ibadah?
*Alhamdulillah Mekkah Qur'an Centre membuka pendaftaran batch 1*
📋Kelas Unggulan *MQC*📋
1. Bahasa Arab
⭐️Percakapan
⭐️Nahwu
⭐️Sharaf
⭐️Baca Kitab
2. Belajar Al Qur’an
⭐️Pra Tahsin
⭐️Tahsin
⭐️Tahfidz
3. Tahfidz Anak Usia 4-11 tahun
4. Bahasa Arab Anak 7-12 tahun
5. Calistung
6. Sekolah PG & TK
⭐️Playgroup [Kelompok Bermain]
⭐️TK Qur'an
✅Kelebihan *MQC:*
🏫 Gedung belajar nyaman full AC. 1 kelas max 10 peserta. Ikhwan dan Akhawat dipisah.
🎓 Staf pengajar alumni Timur Tengah, univ. Madinah, LIPIA jakarta, Pesantren Ahlussunah, dll.
📗 Pengajar Al Qur’an rata-rata hafidz/ah 30 Juz bersanad
⏰ Pilihan hari dan jam belajar lengkap. Senin & Rabu, Selasa & Kamis dan Sabtu & Ahad. Kelas Pagi, Siang, Sore dan Malam.
📝 Setiap pertemuan +-90 menit sepekan 2 kali pertemuan.
📋 Metode belajar *mudah dan menyenangkan*. 2 bulan menguasai bahasa Arab (insya Allah)
👥 Bisa diikuti oleh anak mulai usia 3 tahun sampai 60 tahun.
💰 Biaya kursus terjangkau mulai dari Rp.200.000/bulan untuk 8 pertemuan
💡 Tersedia kelas privat (guru datang ke rumah)
_______🔖🔖🔖_____
🏫 *Mekkah Qur'an Centre*
📌 Jl. Rajawali Blok E19 No. 2 Perum BCK Cibeber Cilegon
📲 wa.me/6281230002064
*Formulir* https://bit.ly/3zd5FIO
*FB* facebook.com/mqccilegon
*IG* instagram.com/mqccilegon
*YouTube* Mekkah Media
🌏 www.mahadmekkah.com
*Ragu*...?
Ikut kelas *#COBA GRATIS* aja
💐Segera daftar ya.. :)
Minggu, 07 Februari 2021
INDONESIA DARURAT SYIRIK DAN PERDUKUNAN, VIRALKAN!
Rasulullah sallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”
(HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa bertanya kepada ‘arrâf (dukun) dan semacamnya ada beberapa macam:
1. Sekedar bertanya saja. Ini hukumnya haram. Berdasarkan hadits: “Barangsiapa mendatangi ‘arrâf…”. Penetapan hukuman terhadap pertanyaannya menunjukkan terhadap keharamannya. Karena tidak ada hukuman kecuali terhadap perkara yang diharamkan.
2. Bertanya kepada dukun, meyakininya, dan menganggap (benar) perkataannya. Ini kekafiran, karena pembenarannya terhadap dukun tentang pengetahuan ghaib, berarti mendustakan terhadap Al-Qur’an.
3. Bertanya kepada dukun untuk mengujinya, apakah dia orang yang benar atau pendusta, bukan untuk mengambil perkataannya. Maka ini tidak mengapa, dan tidak termasuk (larangan) dalam hadits (di atas). Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Ibnu Shayyad untuk mengujinya.
4. Bertanya kepada dukun untuk menampakkan kelemahan dan kedustaannya. Ini terkadang (hukumnya) wajib atau dituntut.
[Diringkas dari Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid 2/49, karya Syeikh al-‘Utsaimin, penerbit: Darul ‘Ashimah, cet: 1, th: 1415 H]
Rabu, 06 Januari 2021
Penerimaan pendaftaran santri Ma'had Tahfidz Mekkah 2021-2022
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.17 No commentsPENERIMAAN SANTRI BARU MA'HAD MEKKAH TAHFIZHUL QUR'AN TAHUN PELAJARAN 2021-2022
🌻📖Telah dibuka pendaftaran santri baru Tahun Pelajaran 2021-2022.📚🌻
Pesantren Tahfidzul Qur’an ber-asrama dan non-asrama bertempat di Cilegon Banten yang dibimbing serta Dibina oleh Syaikh dan Asatidz alumni Timur Tengah dan Dalam Negeri bermanhaj Salaf, menjembatani agar santri ikut tes masuk universitas Timur Tengah.
💠 6 POINT MA'HAD MEKKAH:
1. Biaya Terjangkau
2. Materi Praktis & Mencapai Target
3. Kelas Ikhwan Akhwat terpisah
4. Tutor Profesional Alumni Timur Tengah dan Ma'had Salaf
5. Tenaga Hafidz bersanad
6. Metode Mulazamah
📈VISI & MISI :
Membentuk Generasi Qur’ani di atas Manhaj Para Sahabat Rasulullah ﷺ
Menjadi wadah untuk mencetak generasi Qur’ani unggulan yang berkarakter Islami.
📓 KURIKULUM :
Tahfidzul Qur’an
Aqidah Tauhid
Manhaj
Bahasa Arab
Ilmu Islam lainnya (Fiqih, hadits, tafsir)
Umum, PKBM paket B (2 kali sepekan)
PEMBINA :
👤Syaikh Rusydi Bin Muhammad Al-Adni
(ex. Pengajar di Darul Hadits Ma’rib, Yaman)
Ayo daftar segera…Tunggu apa lagi?
KUOTA TERBATAS (Hanya 25 santri)
📝 PILIHAN PROGRAM :
Mutawassithah/ Setara SMP
(Untuk Putra, Mukim & Non-Mukim)
Ditempuh dalam 3 Tahun.
Pengkaderan Dai (Untuk Putra, Usia 16-24 Thn)
Ditempuh dalam 2 Tahun
TPA/ TPQ (Usia 6-12 Thn)
📱 DAFTAR ONLINE :
https://forms.gle/xrPnixtQcPkCwmNg7
Atau
https://forms.gle/VH5jLn9EKbWPvEJv7
📠 Biaya Terjangkau;
infaq Pendaftaran: 150.000
SPP/ bulan : 200.000
infaq makan santri asrama : Semampunya
*Gratis, jika kurang mampu
💳 REKENING TRANSFER :
BNI SYARIAH 1121338365
A.n Yayasan Mekah Al Islami
MUAMALAT 3330015912
A.n Yayasan Mekah Al Islami
Daftar Gelombang I (Oktober-Desember 2020) Tes masuk awal januari.
Gelombang II (Januari-Maret)
ditutup jika sudah memenuhi kuota.
🏡 ALAMAT :
Komplek PCI Blok B30/No 27 Cibeber, Cilegon, Banten wa.me/6282223339964
📡FOLLOW:
Fb. Yayasanmekah Alislami
IG. Yayasan Mekah Al Islami
www.mahadmekkah.com
Youtube. Mekkah Media
#pesantrentahfidz #pesantrensalaf #pesantrenbermanhajsalaf #salaf #sunnah #daftar #pendaftaran #PPDB #ponpestahfidz #ponpessalaf #mahadmekkah #hafidz #sekolahgratis #pesantrengratis
Minggu, 15 November 2020
Biografi Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsari
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 07.48 No comments
*BIOGRAFI SYAIKH ALI HASAN AL HALABI AL ATSARY رحمه الله*
(Diterjemahkan oleh Ustadz Riza Firmansyah, M.Pd.I dari fb.مغني اللبيب)
Beliau adalah Syaikh Abul Harits (Abul Hasan) Ali Bin Hasan Al Halabi Al Atsari
Nasabnya:
Beliau adalah seorang Syaikh Salafi, Atsari (Pengikut jejak Salaf), pengarang kitab-kitab Manhaj, Pemeriksa kitab-kitab ilmiah, berasal dari Al Yafi bernasab Al Halabi berdomisili di Yordania.
Tempat, Tanggal lahir:
Beliau lahir di kota Az Zarqa' Yordania tanggal 29 Jumada Tsani 1380 Hijriah.
Perjalanan menuntut ilmu dan Guru2nya:
Ketika beliau pindah ke Yordania, beliau menimba ilmu selama 20 tahun lebih. Guru/ Syaikh beliau yang paling senior adalah Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-, kemudian kepada Syaikh Abdul Wadud Az Zarari -rahimahullah-, dan Ulama lainnya.
Beliau bertemu dengan Syaikh Al Albani pada tahun 1977 di 'Amman.
Belajar dari Syaikh Al Albani kitab Isykalat Al Bahits Al Hatsits pada tahun 1981.
Beliau memiliki ijazah-ijazah ilmiah, ijazah hadits dari beberapa Ulama diantaranya Al Allamah Asy Syaikh Badi'uddin As Sindi, Al Allamah Al Fadhil Muhammad As Salik Asy Syinqithi -rahimahumullah-.
Pujian Ulama kepada beliau:
1. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani tatkala menjelaskan kedustaan Haddam Hassan Abdul Mannan; "Penjelasan tentang cacat dan lemahnya (Haddam) tentang sunnah butuh sebuah karya ilmiah, Aku belum sempat untuk menulis. Maka semoga sekiranya ada yang menulis dari kalangan sebagian teman kita yang kuat ilmu tentangnya, seperti Ali Al Halabi.."
(Ash Shahihah 2/720)
2. Syaikh Bin Baz -rahimahullah- dan meneliti kitab beliau mengatakan: "Sesungguhnya itu adalah Aqidah dan Manhaj Salaf".
3. Syaikh Bakr Abu Zaid di dalam kitabnya yang berjudul Tahrifunnushush min ma-akhidz Ahlil Ahwa' Fil istidlal.
4. Syaikh Al Muhaddits Muqbil Bin Hadi Al Wadi'i ketika ditanya siapakah Ulama yang direkomendasi untuk diambil ilmunya?: "Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan muridnya Ali Hasan, Salim Al Hilali, Masyhur Bin Hasan...
5. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad: "Aku wasiatkan kepada para penuntut ilmu agar mengambil ilmu semisal dari murid-murid Syaikh Al Albani -rahimahullah- di Yordania...". (Riqon Ahlussunnah bi Ahlisunnah, cetakan baru ke-2 thn 1426 H)
Kitab karangan beliau:
1. Ilmu Ushul Al Bida'
2. Dirosat Ilmiyyah fii Shohih Muslim
3. Ru'yah Waqi'iyyah Fil Manahij Ad Da'awiyyah
4. An Nukat 'Ala Nuzhatinnazhor
5. Ahkamussyita' fissunnatil muthohharoh
6. Ahkamul 'iedain fissunnatil muthohharoh
7. Atta'liqotul Atsariyyah 'Alal Manzhumatil Baiquniyyah
8. Adda'wah ilalloh bainattajammu'ilhizbi watta'awunissyar'i
Dll
www.hidayahsalaf.blogspot.com
Rabu, 28 Oktober 2020
Kesalahan-kesalahan film MY FLAG Merah Putih VS Radikalisme
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.59 No commentsKesalahan-kesalahan Film MY FLAG Merah Putih VS Radikalisme:
1. Fitnah mengatas namakan film Islam padahal film itu bukan dari Islam.
Syaikh Dr. Abdussalam Barjas berkata: "..Asal mula seni peran adalah budaya Yunani dan ajaran gereja kuno". (Iqafun Nabil 'ala Hukmit Tamtsil 15-22)
2. Mengekor adat Jahiliyah dan Fanatik buta yang ghuluw terhadap sebuah kelompok.
Allah Ta’ala berfirman:
"Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. Ar-Rum: 32)
3. Menyerupai orang-orang musyrikin yang mengandung perpecahan agama.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan”. (QS. Al-Rum : 31-32)
4. Kedustaan terhadap tokoh dengan memainkan peranan yang bukan dirinya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Empat sifat, apabila terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafik. Barangsiapa terdapat satu sifat dari sifat-sifat itu, maka pada dirinya terdapat satu sifat dari sifat-sifat munafik: (di antaranya), jika berkata ia berdusta". (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Memuat nilai provokasi dan ini adalah jurus syetan.
Ulama Syafi'iyyah Imam Ibnu Katsir -Rahimahullah- berkata: “Namimah ada dua macam: terkadang berupa tahrisy (provokasi) antara orang-orang dan mencerai-beraikan hati kaum Mu’minin. Maka ini hukumnya haram secara sepakat ulama” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/371, Asy Syamilah).
6. Mengekor orang Kafir dan Komunis dengan Tuduhan Radikalisme yang basi terhadap muslim lainnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Namun, bukti wajib didatangkan oleh pendakwa (pengklaim), dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang mengingkari (tidak mengaku)”. (Hasan. HR. Al Baihaqi)
7. Adegan perkelahian yang menunjukkan kejahatan dan kezaliman kepada sesama muslim.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
“jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya).
8. Menampakkan sikap kerdil dan semakin pengecut kepada orang kafir dan Komunis.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat pelit yang sangat pelit dan sifat pengecut yang sangat pengecut” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ahmad)
9. Menampakkan sikap Radikal yang sangat keras kepada orang yang berbeda Mazhab.
10. Kebencian kepada orang yang berjenggot dan bercadar, dan tidak benci kepada orang yang munafiq dan seksi.
Oleh: Ustadz Riza Firmansyah, M.Pdi
(Alumni Markaz Syaikh Muhammad Bin Sholih Al-Utsaimin)
Sabtu, 30 Mei 2020
Fatwa terbaru menjaga jarak shaf saat Pandemi Corona
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.30 No commentsFatwa Shalat Lima Waktu di Arab Saudi di Tengah Pandemi Covid-19
6/10/1441 H
Kamis, 07 Mei 2020
Mengenai berita viral tentang akan munculnya dukhon ditandai dengan mendekatkan asteroid ke bumi yg diprediksi akan terjadi tgl 8 mei atau 15 Ramadhan maka ada beberapa sanggahan Hoax ini dinilai dari 3 alasan kuat:
1. Hadits yang palsu
2. Tidak ada kabar yang tsiqoh dari Para Ulama' yang terpercaya
3. Bantahan dari Tim Ahli Dibantah oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).
Hadits ini derajatnya palsu (maudhu’)
Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini palsu (maudhu’). Dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan.” Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah wa Al-Maudhu’ah no.6178, 6179).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta” (Lihat Majmu’ Fatawa Bin Baz XXVI/339-341).
_WallahuA'lam _
Artikel www.hidayahsalaf.blogspot.com
Senin, 30 Maret 2020
*Sehebat Umarkah Iman Kita?*
Ijinkan saya berimajinasi. Andaikan saja Umar bin Khattab hadir saat ini, bisa jadi perasaannya campur aduk: geram, kecewa, juga sedih.
Bayangkan. Begitu banyak pesan datang soal corona. Isinya seakan membenturkan agama dan sains. Sholeh dan tidak Sholeh. Beriman dan tidak beriman.
Simak beberapa di antaranya:
"Ayooo ramaikan masjid. Virus Corona itu tentara Allah. Dengan ke masjid dia akan tunduk."
"Mati itu urusan Allah. Buat apa kita sholat di rumah. Justru harus ke masjid."
"Mengapa kita takut kepada virus Corona. Harusnya lebih takut kepada Allah. Ga perlu kita di rumah terus."
"Dengan wudhu dan doa kita akan terhindar dari corona."
"Kalau sudah takdir ya takdir aja kita mati. Ga usah lebay soal Corona."
Saya teringat kisah Umar bin Khattab pada
18 H. Saat itu, Umar melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam. Di perbatasan masuk wilayah Syam rombongan berhenti.
Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menjemput dan menyambut rombongan Khalifah.
Kala itu, Syam tengah tertimpa wabah tha'un, sebuah penyakit menular. Benjolan muncul di seluruh tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.
Umar bermusyawarah dan meminta saran kepada sahabat muhajirin, anshar, dan orang-orang yang ikut dalam peristiwa Fathu Makkah. Apakah akan melanjutkan perjalanan masuk ke Syam atau kembali ke Madinah? Perbedaan pendapat terjadi.
Abu Ubaidah radhiyallahu'anhu menginginkan agar mereka masuk ke Syam.
"Mengapa engkau lari dari takdir Allah ?" Tanya Abu Ubaidah kepada Umar.
Lalu Umar radhiyallahu'anhu menyanggahnya dan mengatakan ,"Jika kamu punya kambing dan ada dua lahan yang subur dan yang kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah. Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."
Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf radhiyallahu'anhu mengucapkan hadist Rasulullah.
"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya." (HR. Bukhari & Muslim)
Akhirnya, Umar dan rombongan kembali ke Madinah. Sementara itu, Abu Ubaidah, tetap ingin hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya. Sampai akhirnya Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr, dan sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahuanhum wafat karena wabah tersebut. Total sekitar 20 ribu orang meninggal dunia. Hampir separuh penduduk Syam ketika itu.
Umar, sosok yang keimanannya tak perlu diragukan lagi, memilih untuk tidak masuk ke Syam. Padahal, dengan bekal keimanannya, beliau orang yang paling pantas berkata:
"Saya tak takut masuk Syam. Wabah Tha'un itu ciptaan Allah. Kalau sudah takdir ya pasti juga akan mati. Karena itu saya tetap akan masuk Syam."
Tapi nyatanya Umar tak melakukan itu. Beliau justru membuat analogi cerdas saat berdialog dengan Abu Ubaidah. Dan di ujung kalimatnya, terucap kata-kata indah:
"Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."
Plisss. iman kita belum sekuat Umar. Namun, sikap dan perilaku kita terlihat melebihi keimanan Umar. Menantang virus dan yakin akan mengatasinya.
Sudah sekhusyuk Umarkah saat kita sholat?
Sudah serajin Umarkah kita sholat berjamaah di masjid?
Sudah sedekat Umarkah kita dengan Rasulullah ?
Sudah sekuat Umarkah iman kita?
Bukankah Umar yang sedemikian kuat imannya saja masih berikhtiar menghindari takdir. Lalu kita yang keimanannya tak ada seujung kuku, begitu percaya diri membuat pernyataan-pernyataan di atas.
Ikhtiar, doa dan tawakal. Begitu rumus seorang muslim dalam menjalani hidup. Bukan hanya doa lalu tawakal.
Bersyukur, Umar tak hadir saat ini.
Wallahua'lam bishshowab.
*Bantahan terhadap broadcast* _*"BERLINDUNG KE MASJID"*_
Yang di dalamnya membawakan hadits-hadits sebagai berikut:
*Hadits pertama:*
إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.
"Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid"
Penilaian ulama:
* Al Albani mengatakan: "hadits mungkar" (Silsilah Adh Dha'ifah, no. 7080).
* Ibnu Adi mengatakan bahwa hadits ini dhaif (Al Kamil fid Dhu'afa, 4/205).
*Hadits kedua:*
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ
"Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka".
Penilaian ulama:
* Al Albani mengatakan: "dhaif" (Dha'if Al Jami, no. 345).
* As Suyuthi mengatakan: "dhaif" (Al Jami' Ash Shaghir, no. 400).
*Hadits ketiga:*
يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "
"Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka"
Penilaian ulama:
* Al Albani mengatakan: "dhaif jiddan" (Silsilah Adh Dha'ifah, no. 7102).
* Ibnu Adi mengatakan: "mungkar" (Al Kamil fid Dhu'afa, 5/94).
*Hadits keempat:*
إذا عاهةٌ من السماءِ أُنزِلتْ صُرِفتْ عن عُمَّارِ المساجِدِ
"Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid"
Penilaian ulama:
* Al Albani: "dhaif" (Dhaif Al Jami', no. 593), mungkar (Silsilah Adh Dha'ifah, no.2449).
* Ibnu Adi menjelaskan dhaif-nya hadits ini (Al Kamil fid Dhu'afa, 4/205).
*Hadits kelima:*
Perkataan Asy Sya'bi (seorang tabi'in), maka ini bukan hadits.
كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ
Diterjemahkan: "Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid".
Yang tepat "faroghu" di sini maknanya bukan "ketakutan" namun "kekurangan" atau "butuh sesuatu". Maka tidak ada pendalilan dari atsar ini.
_*Maka kesimpulannya: hadits-hadits di atas tidak bisa menjadi hujjah.*_
Apalagi bertentangan dengan hadits-hadits yang shahih:
‘Aisyah radhiallahu’anha berkata:
أن رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم قال في مرَضِه : ( مُروا أبا بكرٍ يصلِّي بالناسِ )
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika sakit beliau bersabda: perintahkan Abu Bakar untuk shalat (mengimami) orang-orang” (HR. Bukhari no. 7303).
Menunjukkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika sakit berat, beliau tidak ke masjid.
Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan:
لقد رَأيتُنا وما يتخلَّفُ عن الصَّلاةِ إلا منافقٌ قد عُلِمَ نفاقُهُ أو مريضٌ
“Aku melihat bahwa kami (para sahabat) memandang orang yang tidak shalat berjama’ah sebagai orang munafik, atau sedang sakit” (HR. Muslim no. 654).
Menunjukkan orang yang sakit diberi udzur untuk tidak ke masjid.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ
“Larilah dari orang yang terkena kusta, sebagaimana engkau lari dari singa” (HR Ahmad no.9722, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah As-Shahihah no.783).
Menunjukkan bahwa boleh berusaha menghindarkan diri dari penyakit menular. Bahkan ini perintah Nabi. Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لاَ تُورِدُوا المُمْرِضَ عَلَى المُصِحِّ
“Janganlah mengumpulkan unta yang sakit dengan unta yang sehat" (HR. Bukhari no.5774, Muslim no.2221)
_Di masa huru-hara virus corona ini wajib selektif dalam menerima info dan juga ilmu agama._
Semoga Allah memberi taufik.
Join channel telegram @fawaid_kangaswad
Minggu, 08 April 2018
Oleh
Ustadz DR. Abdullah Roy M.A
(Alumni Univ. Islam Madinah jurusan Aqidah)
Masyarakat dunia bisa dipastikan mengetahui adanya Negara Saudi Arabia yang terletak di kawasan yang dikenal dengan Timur Tengah, dan mengenalnya sebagai satu-satunya negara yang menerapkan dan menetapkan Islam sebagai agama resmi negara. Tetapi sejauh mana pengetahuan masyarakat dunia selama ini terutama lantaran penerapan Islam? Berikut adalah catatan singkat yang dirasakan dan dilihat secara langsung, yang tentu tak terlepas dengan praktek keagamaan di Saudi Arabia. Dan ini merupakan sebagian kecil dari praktek tersebut. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mengambil pelajaran yang baik dari yang kita lihat di Negara Saudi Arabia ini.
1.PENDIDIKAN
Kerajaan Saudi Arabia memisahkan antara sekolah laki-laki dan wanita sejak tingkat (SD). Yang demikian supaya anak-anak terbiasa dengan adab Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Siswi, sejak SD tidak dibolehkan memakai rok pendek. Siswi, dari kelas 1 sampai 3 SD masih diberi kelonggaran oleh sekolah dan keluarga untuk tidak memakai kerudung. Tetapi kalau sudah sampai kelas 4 dan kelihatan sudah besar dan bisa menimbulkan godaan maka sudah dibiasakan memakai kerudung ketika ke sekolah, meski pada asalnya tidak wajib sampai dia baligh. Berbeda jika Siswi sudah memasuki bangku setingkat SMP, ia sudah diwajibkan memakai cadar ketika sekolah. Siswi diajar guru wanita, sedangkan siswa diajar oleh guru laki-laki. Murid-murid dari TK dan SD sudah dibiasakan membaca dzikir pagi yang disyari’atkan ketika awal belajar.
Kurikulum sekolah di Saudi Arabia juga penuh dengan nuansa Islami. Hafalan al-Qur’an merupakan muatan tetap dari sejak TK sampai kuliah. Anak yang lulus SD minimal telah menghafal 2 juz dari belakang (juz 29 dan juz 30). Pelajaran agama dipisahkan dari hafalan al-Qur’an. Anak-anak sejak TK sudah diajarkan tiga landasan utama, yaitu: mengenal Allah, mengenal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengenal agama, tiga pertanyaan yang kelak kita ditanya tentangnya.
Pelajaran lainnya, seperti IPA, IPS, Matematika dan lain-lain tidak jarang materinya dikaitkan dengan agama. Misalnya, bagaimana mengenal Allah dengan melihat kekuasaannya di alam semesta, yang menunjukkan bahwa ilmu-ilmu tersebut tidak bertentangan dengan agama.
Di saudi terdapat sekolah SD yang memiliki prioritas al-Qur’an lebih daripada SD lainnya. Menerapkan jam hafalan lebih banyak. Dan SD seperti ini menjadi rebutan banyak orang. Setiap tahunnya, murid-murid SD ini mendapat beasiswa dari kerajaan.
2. KESEHATAN
Di saudi Arabia antara pasien laki-laki dan wanita dipisahkan. Demikian juga dokter laki-laki untuk laki-laki dan dokter wanita untuk wanita kecuali dalam beberapa keadaan darurat, atau keterbatasan tenaga medis. Sering ditemui saat menunggu pasien, para dokter di kamar-kamar praktek mereka membaca al-Qur’an. Komputer mereka terisi dengna murattal. Semuanya itu untuk memanfaatkan waktu supaya tidak terbuang sia-sia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dan nikmat yang manusia banyak terlena di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang. [HR. Al-Bukhari]
Ada di antara dokter-dokter itu yang hafal al-Qur’an bahkan memiliki sanad al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Pagi bekerja sebagai dokter dan sore hari mengajar al-Qur’an di masjid. Tidak jarang mereka menasihati pasien untuk bertawakkal kepada Allah Azza wa Jalla dan tidak bertawakkal kepada dokter atau obat. Mereka memahami bahwa dokter dan obat hanya sebab dan Allah Azza wa Jalla yang memberikan kesembuhan. Apabila kedatangan pasien anak kecil, terkadang anak-anak itu ditanya tentang hafalan al-Qur’annya sudah sampai mana.
Para dokter wanita memakai cadar adalah sesuatu yang biasa. Demikian pula dokter berjenggot tebal. Ketika shalat mereka menunaikan shalat berjama’ah kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan keberadaannya bersama pasien.
3. SOSIAL
Orang-orang kaya di Saudi Arabia menyadari jika di dalam harta mereka terdapat hak orang lain. Banyak yayasan sosial yang berdiri untuk menjadi jembatan antara orang kaya dengan orang miskin dan yang membutuhkan, seperti pembagian zakat harta, sembako, alat-alat dan perkakas rumah tangga.
Orang-orang miskin dan membutuhkan yang mendaftar dan terpenuhi syarat-syaratnya akan mendapatkan kesempatan menerima bantuan. Banyak diantara orang-orang kaya tersebut yang mewaqafkan bangunan untuk tempat tinggal, mewaqafkan masjid, dan lain-lain. Mereka berlomba menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [al-Baqarah/2:261]
Ketika Ramadhan tiba semakin terlihat kedermawanan mereka. Mulia dari berbuka puasa, membebaskan orang yang dipenjara karena terlilit hutang, membagikan pakaian untuk lebaran, shadaqah, dan lain-lain. Oleh karena itu, orang-orang miskin di Saudi tidak iri dengan orang-orang kaya. Dan orang kayapun tidak menghina si miskin. Masing-masing melaksanakan kewajibannya.
Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ
Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau sangat dermawan ketika Ramadhan saat ditemui Jibril. [Muttafaqun ‘alaih].
4. KEAMANAN
Hal yang sangat dirasakan di Negara Saudi Arabia ini adalah nikmat keamanan. Seseorang tidak takut melakukan perjalanan jauh sekeluarga pada malam hari kecuali kepada Allah Azza wa Jalla. Terminal-terminalnya jangan dibayangkan seperti di negara yang lain, yang sering terjadi tindak kriminal. Mobil-mobil pribadi di Saudi tidak perlu disimpan rapat-rapat di garasi. Pada malam hari barang-barang dagangan milik pedagang kaki lima di sekitar Masjid Nabawi dibiarkan tergeletak saja di luar dengan ditutup kain sampai pagi tanpa ada yang mengambilnya.
Al-hamdulillah, semua ini merupakan nikmat dari Allah karena mereka mau menerapkan syariat Islam. Masyarakat di Saudi ditanamkan rasa takut terhadap hari pembalasan, yang sedikit banyak mempengaruhi perilaku mereka sehari-hari.
5. AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR
Sepengetahuan penulis, Negara Saudi Arabia adalah satu-satunya negara yang memiliki polisi agama resmi yang tergabung dalam Haiah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Kedudukan mereka sejajar dengan polisi lain, dan berada di bawah Kementrian Dalam Negeri.
Haiah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar ini jangan disamakan dengan ormas yang ada di negara kita (Indonesia), karena Haiah di Saudi Arabia adalah bagian dari aparat negara. Mereka berstatus pegawai negeri, dan diberi kewenangan yang terbatas. Mereka tidak berseragam seperti angkatan lain, tetapi mereka lebih disegani daripada polisi keamanan.
Tugas polisi agama ini memberantas kemungkaran, baik dalam bidang aqidah, seperti pemberantasan tukang sihir, dukun dan lain-lain, maupun dalam bidang akhlak, seperti pemberantasan pacaran, minuman keras dan sebagainya. Disamping itu juga menerbitkan penegakan syiar-syiar Islam, seperti shalat berjamaah. Mereka melakukan patroli menjelang shalat untuk mengajak manusia mendirikan shalat berjamaah dan menghentikan kegiatan lain, seperti berdagang di toko-toko, pasar-pasar, pom bensin ataupun tempat lainnya. Begitu pula tempat-tempat atau acara-acara yang diperkirakan digunakan untuk bermaksiat akan dikirim pasukan dari pihak Haiah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, dan bagi warga yang melanggarnya akan dikenakan denda. Inilah yang membuat kokoh negara minyak ini.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada diantara kalian yang mengajak kepada kebaikan dan memerintah kepada perbuatan baik, dan melarang dari kemungkaran, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [Ali ‘Imran/3:104].
6. DITEGAKKAN HUKUM ISLAM
Di Saudi Arabia, orang yang membunuh setelah melalui proses peradilan yang syar’i, akan mendapatkan qishash (pembalasan) bunuh –tentunya- dengan cara yang disyari’atkan. Yaitu dipenggal lehernya dengan pedang di hadapan orang banyak. Biasanya, sebelum dihukum mati, orang yang mendapat qishash ini dinasihati untuk bertaubat dan diingatkan tentang keutamaan akhirat di atas dunia. Adapun pelajaran bagi yang lain supaya tidak mudah menumpahkan darah manusia.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [al-Baqarah/2:179].
7. SALING MENDOAKAN
Diantara kebiasaan baik orang-orang Saudi Arabia adalah bila bertemu mereka akan saling mendoakan antara yang satu dengan lainnya. Seperti mendoakan agar senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, rahmat dari Allah, dan lainnya. Kebiasaan saling mendoakan ini tentu membawa pengaruh terhadap keharmonisan hubungan diantara masyarakat.
8. TENTARA DAN POLISI BERJENGGOT
Di Kerajaan Saudi Arabia, kita akan terbiasa mendapatkan tentara dan polisi itu berjenggot, karena membiarkan jenggot bagi laki-laki merupakan kewajiban, dan ini umum baik yang polisi ataupun lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَحْفُوْا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوْا اللِّحَى
Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot. [HR al-Bukhari, dari Abdullah bin ‘Umar].
Demikian pula banyak diantara mereka yang memakai celana di atas mata kaki untuk mengamalkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النّارِ
Apa yang ada di bawah kedua mata kaki dari sarung ada di neraka.[HR al-Bukhari]
Banyak polisi-polisi yang berhenti mampir ke masjid-masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Ini semua tidak mengganggu tugas mereka. Beberapa waktu bahkan diadakan perlombaan hafalan al-Qur’an untuk kalangan polisi dan tentara.
9. SUPERMARKET
Apabila kita memasuki supermarket di Saudi Arabia maka kita tidak akan mendengarkan lagu-lagu di putar keras-keras. Kebanyakan tidak ada suara, atau terkadang yang diputar adalah murattal al-Qur’an. Lima belas atau tiga puluh menit sebelum waktu shalat tiba, para pembeli sudah diminta keluar meninggalkan supermarket untuk mengerjakan shalat.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Maka tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang sudah ditentukan waktunya. [an Nisa’/4:103].
10. AL-QUR’AN
Perhatian pemerintah Saudi terhadap al-Qur’an sangatlah besar. Mulai dari percetakan khusus al-Qur’an yang di dalamnya bergabung para Ulama dan Syaikh-Syaikh yang ahli dalam bidang al-Qur’an, penulisannya, cara membacanya, tafsirnya, dan lain-lain.
Tahfizh al-Qur’an juga semarak. Hampir setiap kampung terdapat masjid yang mengadakan halaqah tahfizh al-Qur’an, biasanya untuk anak laki-laki. Untuk laki-laki dewasa juga ada meski tidak sebanyak halaqah tahfizh anak-anak. Sedangkan untuk tahfizh wanita, baik anak-anak maupun dewasa diadakan di sekolah khusus tertutup bukan di masjid, kecuali di masjid besar seperti Masjid Nabawi, karena memang tempatnya memungkinkan.
Tahfizh al-Qur’an ini biasanya dilaksanakan setelah Ashar, karena waktu pagi untuk belajar di sekolah. Dan yang tidak sekolah pada pagi hari banyak diantara mereka yang memilih tahfizh pagi hari.
Di Saudi juga ada lembaga yang kegiatannya terfokus pada tahfizh bagi orang lanjut usia. Banyak diantara orang tua yang hafal al-Qur’an padahal umurnya sudah lebih dari 50 tahun.
11. SHALAT ISTISQA’
Ketika lama tidak hujan, biasanya ada perintah langsung dari pemerintah kepada masjid-masjid di seluruh penjuru negeri untuk mendirikan shalat Istisqa’, yaitu shalat minta hujan untuk meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
12. SHALAT JAMA’AH
Begitu adzan berkumandang, kantor-kantor, toko-toko dan pusat perbelanjaan segera tutup. Mobil patroli Badan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar mulai bergerak memasuki jalan dan gang di perkampungan. Dengan pengeras suara di tangan, mereka mengajak orang ke masjid, mengingatkan mereka yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka, da menindak toko atau kantor yang belum tutup. Surat ijin usaha mereka bisa dicabut karena kesalahan itu. Kami tidak tahu, apakah ada pemandangan seperti ini di negeri lain? Para Ulama Saudi memang pada umumnya memfatwakan wajibnya shalat jamaah.
Di kampung tempat penulis tinggal yang tidak begitu padat, masjid memiliki tujuh shaf yang masing-masing bisa diisi sekitar tiga puluh orang. Saat shalat Maghrib dan Isya, seluruh shaf ini biasanya terisi penuh. Sedangkan di waktu shalat yang lain, biasanya terisi lebih dari setengah. Seorang jamah umrah yang pernah berkunjung mengatakan bahwa suasana shalat jamaah di sini seperti suasana shalat Ied di kampungnya. Mungkin di sedang berhiperbola, tapi bisa jadi juga dia benar.
13. STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN
Tidak berlebihan jika kami mengatakan bahwa Arab Saudi adalah salah satu negeri paling aman di dunia saat ini. Dahulu jalur haji merupakan jalur maut karena hadangan para perampok. Saat itu perjalanan haji adalah perjalanan yang menakutkan, sehingga saat berpamitan kepada handai tolan, mereka dilepas dengan kekhawatiran tidak akan bertemu lagi. Kondisi itu berubah setelah Raja Abdul Aziz –pendiri dinasti Saudi ketiga- menjadi penguasa Jazirah Arab. Beliau menugaskan setiap kabilah untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing. Jika sampai ada jamaah haji yang dirampok atau dibunuh di suatu wilayah, beliau menghukum kabilah yang tinggal di wilayah itu. Sejak saat itu, jamaah haji bisa tenang dalam menjalani perjalanan ibadah mereka.
Pada masa sekarang, hampir-hampir tidak ada keluarga di Saudi yang tidak memiliki mobil, termasuk golongan miskin sekalipun. Bahkan hampir setiap pria dewasa memiliki mobil sendiri. Namun sebagian besar rumah tidak memiliki garasi. Mobil-mobil itu hanya mereka parkir di pinggir jalan. Begitu sepanjang waktu tanpa ada kekhawatiran hilang. Berarti tidak ada pencurian di sana ? Ada, tapi jarang, padahal kesempatan untuk berbuat jahat begitu besar.
Seorang kawan pernah memasuki terminal bus kota Jeddah –kota terbesar kedua- menjelang Shubuh dengan membawa tujuh koli bagasi sendirian. Namun ternyata dia tidak menemui gangguan apapun. Saat waktu shalat Shubuh tiba, dia pergi ke mushalla terminal dan meninggalkan barang sebanyak itu begitu saja di pinggir jalan dan barang itu tidak hilang. Bayangkan jika hal serupa terjadi di Jakarta atau Surabaya!
Bahkan saat banyak negara Timur Tengah yang lain dilanda gejolak dalam beberapa tahun belakangan, kemanan Arab Saudi tetap stabil, dan semoga terus demikian. Negeri ini seolah-olah merupakan negeri yang berbeda dengan lainnya. Saat pemberontakan di negara-negara tetangga di kobarkan dari mimbar-mimbar masjid, para khatib Arab Saudi serentak membela dan mendoakan kebaikan bagi Raja Abdullah dalam setiap mimbar Jumat.
Paparan ini mengingatkan kita akan janji Allah Ta’ala untuk para penegak tauhid, seperti dalam ayat-ayat berikut:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap mengibadahi-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. [an-Nur/24:55]
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. [al-An’am/6:82]
PENUTUP
Itulah sebagian dari apa yang kita lihat di negara Saudi Arabia. Kita tidak pungkiri bahwa kekurangan masih ada di sana-sini. Namun tidak diragukan juga bahwa dakwah tauhid yang dirintis syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab telah membuahkan hasil yang manis. Mereka yang ingin menegakkan syariat Islam hendaknya mengambil teladan dari perjalanan dakwah beliau. Kesempurnaan hanya milik Allah Ta’ala. Kawajiban kita sebagai hamba adalah mengadakan perbaikan semampu kita. Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa kita semua.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 7/Tahun XVII/1434H/2013. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
Sumber: https://almanhaj.or.id/3913-praktek-keagamaan-di-saudi-arabia-dan-fakta-yang-dirasakan-masyarakat-di-sana.html
Minggu, 05 Maret 2017
(Dewan Penasehat Kementrian Agama Saudi Arabia dan Wakil Raja Salman)
(Ba'da Ahar di wesal tv 3 maret 2017-3 jumadil akhir 1438 H)
♻1. Berpegang kepada Tauhid dan menjauhi syirik, janganlah beribadah kepada selain Alloh, jangan menyembelih kepada selain Alloh, jangan meminta tolong kepada selain Alloh...
♻2. Hendaklah memperhatikan al Qur'an, salah satunya dengan membacanya setiap hari
♻3. Berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu'alaihi wasallam.
Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah _rahimahullah_ berkata:
كل الطريق يصل الى الجنة مسدودة الا طريق النبي
"Setiap jalan yang menghantarkan seseorang ke Surga tertutup, kecuali jalannya Nabi _shallallahu'alaihi wasallam_.
Nabi _shallallahu'alaihi wasallam_ bersabda:
كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga“. HR. Bukhori
♻4. Mencintai semua para Sahabat secara total tanpa memilah milih diantara mereka
حب الانصار من الايمان
"Mencintai Sahabat Anshor adalah bagian dari iman". HR. Bukhori
Demikian pula halnya mencintai para Sahabat Muhajirin
Allah berfirman:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik". QS. At Taubah: 100
♻5. Nasehat kepada masyarakat indonesia (khususnya) agar bersatu dan tidak bercerai berai
♻6. Untuk muslimah agar berhijab, berhias dgn rasa malu, dan menjaga kehormatan.
♻7. Memiliki prinsip menempuh jalan tengah (dalam beribadah), tidak menambah dan mengurangi. Manhaj menengah dan tidak ekstrim.
Wallahu A'lam
Minggu, 21 Agustus 2016
Aplikasi “Media Sunnah” Di Android
Media Sunnah adalah aplikasi portal mobile islami yang saat ini baru tersedia untuk Smartphone dan Tablet dengan platform Android yang memungkin Anda untuk menikmati content dari berbagai ustadz dan sumber terpercaya seperti Kumpulan Doa dan Wirid, Tanya Jawab, Jadwal Kajian yang terintegerasi dengan GPS dan Google Maps, Audio Kajian, Info Muslim, Artikel ilmu.
Sumber: https://muslim.or.id/13313-aplikasi-media-sunnah-di-android.html
- Kumpulan Doa dan Wirid
- Tanya Jawab
- Info Kajian dan Seminar
- Google Maps and GPS integration
- Info Muslim
- Audio Kajian
- Artikel Ilmu
- Kumpulan Hadits dan Syarahnya
- Tafsir Al-Muyasar
- Ruang Usaha (Coming Soon)
- Alamat : Tim Muslih Studio, Jl. H. Mawi No. 35 Kp. Dongkal, RT 003/RW 002, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten
- Kontak HP : 0856 9304 7481
Sumber: https://muslim.or.id/13313-aplikasi-media-sunnah-di-android.html
Kamis, 07 April 2016
Kaporli: Jenggot & celana cingkrang bukan ciri Teroris
Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 03.53 No commentsRabu, 13 Mei 2015
“Pemerintah ini adalah boneka, yang acuh tak acuh terhadap tuntutan rakyat,” demikian kata al-Houthi dalam sambutannya, dan tak jelas, rakyat mana yang mereka maksud.
Sejak tahun 2011, Syiah Houthi menuntut kursi lebih di kancah politik Yaman. Tuntutan yang aneh ini menemui ujungnya dengan pemberontakan ketika tidak dikabulkan oleh pemerintah Yaman.
Siapa Houthi?
Secara resmi, Houthi dikenal dengan nama Ansarallah. Mereka adalah kelompok pemberontak dan hidup sebagai sebuah gerakan teologis yang selalu meminta toleransi dan perdamaian di awal 1990-an, demikian menurut Ahmed Addaghashi, seorang profesor di Sanaa University dan penulis dua buku tentang gerakan ini, Fenomena Houthi dan Houthi dan Politik dan Militer Masa Depan Mereka.
Addaghashi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa gerakan Houthi awalnya bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan saja. Kelompok ini jelas berafiliasi pada sekte Zaidi Syiah.
“Mereka memulai gerakan mereka Trut Youth Forum di awal tahun sembilan puluhan. Mereka sempat terpecah jadi dua, golongan yang menyerukan keterbukaan (untuk menyatakan Syiah mereka), sedangkan yang kedua terus mendompleng di balik warisan tradisional,” kata Addaghashi.
Ironisnya, kata Addaghashi, Hussein al-Bader Addian Houthi, pendiri kelompok, yang pertama kali mengbobarkan perang. “Gerakan beralih ke senjata pada tahun 2004 atas dasar membela diri ketika perang pertama dengan pemerintah meletus.”
Addaghashi mengatakan bahwa ketegangan antara pasukan keamanan Yaman dan Houthi pertama kali terjadi ketika para Syiah melakukan protes di masjid-masjid di ibukota. Tuntutan mereka adalah sama sepanjang zaman, bahwa presiden ketika itu, Ali Abdullah Saleh, harus mundur dari jabatannya. Saleh bertindak tegas. Ia memerintahkan siapapun Syiah Houthi yang mengganggu jamaah masjid haruslah ditangkap.
“Perang pertama dimulai ketika Saleh mengirimkan pasukan ke provinsi Saada untuk menangkap Hussein yang menolak untuk mengekang pendukungnya,” kata Addaghashi. Hussein al-Houthi tewas pada tahun 2004 setelah Saleh mengirim pasukan pemerintah ke Saada. Perang intermiten yang panjang itu berakhir dengan perjanjian gencatan senjata pada tahun 2010.
Namun, diam-diam Houthi menyusun makar. Pada tahun 2011, Houthi dengan kekuatan senjata yang mengerikan—dan dari mana asalnya?—berada di garis depan dalam pemberontakan melawan Saleh.
“Sejak awal, kelompok ini menuntut wilayah yang lebih luas. Mereka menolak ide negara federal enam wilayah bagian. Mereka menginginkan Sanaa, plus satu wilayah lain sesuai keinginan mereka. Kover besar mereka adalah naiknya harga bahan bakar dan dengan segera menggalang dukungan dan konsesi politik,” April Longley Alley, spesialis International Crisis Group Yaman, memaparkan kepada kantor berita AFP.
“Apa yang terjadi sekarang tampaknya menjadi tawar-menawar politik yang semakin berbahaya dari Syiah Houthi. Mereka ingin menjadi kekuatan politik yang dominan di utara dan di pemerintahan nasional Yaman,” katanya.

















