Selasa, 15 Maret 2011

MAZHAB SYAFI'I SOAL ACARA MAYIT DAN ZIARAH KUBUR

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 19.13 No comments

HUKUM MENGADAKAN ACARA UNTUK MAYIT(SELAMATAN), YASINAN DAN ZIARAH KUBUR

 HUKUM ACARA UNTUK MAYIT MENURUT MAZHAB SYAFI`I

"Dan dibenci bagi keluarga mayit duduk untuk berta'ziyah dan membuat makanan dimana orang-orang berkumpul padanya berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari jalan Jarir bin Abdulloh Al-Bajali berkata:

كُنَّا نَعُدُّ الاِجْتِمَاعَ إِلىَ أَهْلِ المَيِّتِ وَصَنْعَهُمْ الطَّعَامَ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النِّيَاحَةِ 

"Kami menganggap berkumpul pada keluarga mayit dan mereka (keluarga mayit) membuat makanan setelah mayit dikuburkan termasuk dari meratap"…..

Apa yang dilakukan orang-orang dari berkumpul pada keluarga mayit dan membuat makanan termasuk Bid'ah yang Mungkar yang apabila orang mencegahnya akan diberikan pahala".
[Lihat Kitab I`anatu At-Tholibin Hasyiyatun `Ala Hilli Alfazhi Fat-hil Mu`in Li Syarh Qurrotil `Ain 2/145 oleh Abu Bakr Ibnu As-Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi cetakan Darul Fikr]

Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

“Aku benci al ma'tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan".



YASINAN

Haditsnya:

اقْرَءُوا يس عَلىَ مَوْتَاكُمْ

"Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati".

Derajat hadits DHOIF (lemah). Lihat Dhoif Ibni Majah 1448, Al-Misykah 1622, Irwaul Gholil 688, Dhoif Al-Jami' Ash-Shoghir 1072.




 APA ITU BID'AH?

Pengertian Bid`ah

-Dari segi bahasa yaitu membuat(mengarang) sesuatu yang tidak ada contoh sebelumnya.
Alloh I berfirman:
"Alloh Pencipta langit dan bumi" [QS. Al-Baqarah: 117]

-Secara istilah bid`ah adalah suatu cara di dalam agama yang dibuat-buat(dikarang-karang) yang menyerupai syari`at dimaksudkan untuk beribadah".
[Lihat Kitab Al-I`tishom 1/37 oleh Asy-Syathibi]

Ada sebagian orang yang membagi bid`ah menjadi dua; bid`ah hasanah dan sayyi'ah. Akan tetapi pembagian ini tidak ada dasarnya. Demikian pula orang-orang yang masih suka mengadakan acara-acara bid`ah beralasan bahwasanya hal itu memiliki banyak kebaikan, akan tetapi sayang hal ini juga tidak ada dasarnya.
Kenapa?
Kita jawab; Karena agama telah sempurna tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan.
Mana dalilnya?
Kita jawab; dalilnya adalah Firman Alloh I:
"Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu". [QS. Al-Ma'idah: 3]

Dalil-dalil lain tentang bahaya bid`ah, kufur dan nifaq, Firman Alloh I:
"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih".[QS. An-Nuur: 63]
Imam Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini: "Hendaklah waspada dan takut orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul r baik tersembunyi maupun nampak akan ditimpa cobaan; yaitu di dalam hatinya berupa kekufuran, kemunafikan, ataupun bid`ah".
[Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir 3/308]

Janganlah saudara beralasan karena bid`ah yang anda lakukan dengan tujuan kebaikan. Perhatikanlah pada zaman sahabat Ibnu Mas`ud ketika mengingkari sekelompok orang yang bertakbir 100 kali, bertahlil 100 kali, dan bertasbih 100 kali dengan menggunakan batu. Ketika diingkari oleh Ibnu Mas`ud

قَالُوْا : وَاللهِ يَا أَباَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ! مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الخَيْرَ قَالَ : وَكَمَ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ

mereka mengatakan: "Demi Alloh wahai Abu Abdirrahman(Ibnu Mas`ud) kami tidak menginginkan kecuali kebaikan", Ibnu Mas`ud menjawab: "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi tidak mencocoki".
[Shohih. Lihat Sunan Ad-Darimi 1/79 no. 204, Silsilah As-Shohihah (mukhtashoroh) no. 2005]

Janganlah heran saudaraku…ketika Anda baru kali ini mendengarkan yang namanya bid`ah.
Kenapa?
Kita jawab: karena kebanyakan manusia jauh dari agama yang murni, jauh dari sunnah yang shohih dan sehari-hari bergelimang di dalam perbuatan bid'ah dan maksiat. Ketahuilah bahwa yang pertama kali menyebutkan bid`ah adalah Nabimu sendiri Muhammad r yang tidak berkata dengan hawa nafsunya melainkan hanya menyampaikan wahyu yang diwahyukan.
Perhatikan sabda Beliau r:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

"Dan jauhilah atas kalian dari perkara-perkara baru(dalam hal agama-pent) karena semua perkara baru itu adalah bid`ah dan semua bid`ah adalah sesat".
[HR. Abu Dawud 4069, Ibnu Majah 46, At-Tirmidzi 2676, Ahmad 17144, dll]


 ZIARAH KUBUR

Ziarah kubur ada 2 (dua) macam; Ziarah yang disyariatkan dan Ziarah yang tidak disyariatkan:

1. Ziarah kubur yang disyariatkan apabila tujuannya untuk memintakan ampun dan mendoakan mayit (bukan kita yang memohon/bertawassul kepada mayit), juga apabila untuk sebagai pelajaran bagi yang masih hidup agar bersiap-siap dalam menuju kematian dan kampung akhirat.
Kubur yang diziarahi hendaklah kubur setempat yang terdekat bukan yang jauh dan sampai mengeluarkan uang atau merepotkan diri sendiri. Karena Nabi r melarang orang yang memberat-beratkan diri dalam hal ini yang dimaksudkan ibadah padahal bukan termasuk ibadah, kecuali apabila seseorang mengeluarkan uang untuk pergi beribadah ke tiga masjid (Masjidil Maram, Masjid Nabawi(masjid, bukan kubur Nabi r), dan masjidil Aqsho) maka hal ini dianjurkan.
Dalilnya sabda Nabi r :
لاَتُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِيْ هَذَا وَمَسْجِدِ الحَرَامِ وَمَسْجِِدِ الأَقْصَى
"Tidak boleh memberatkan perjalanan kecuali ke tiga masjid; masjidku ini(masjid Nabawi), masjidil haram, dan masjidil Aqsho". [HR. Muslim no. 1397]
Dianjurkan bagi orang yang ziarah kubur untuk kita berdoa kepada Alloh I agar si mayit diampunkan. Tidak ada bacaan-bacaan Al-Qur'an dan doa yang macam-macam kecuali ada satu do`a yang diajarkan oleh Rasululloh r yang penuh dengan makna dan kebaikan yang banyak:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
"Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (Barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya Alloh- akan menyusul, saya memohon kepada Alloh untuk kami dan kalian agar diberi keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan)".
[HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafazh hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494]

2. Ziarah kubur yang tidak disyariatkan (yang bid`ah dan syirik).

-Ziarah kubur yang bid`ah contohnya apabila ditujukan untuk maksud membaca Al-Qur'an di sisi kubur, dzikir-dzikir yang tidak disyariatkan, membawa air dan bunga dengan tujuan agar kuburannya adem dan orang yang berziarah mendapatkan berkahnya, dll.
-Ziarah kubur yang syirik contohnya menyembelih hewan di sisi kubur, isti`anah, istighotsah, meminta atau bertawassul kepada si mayit.[Lihat kitab Adabul Madinah Fi Dhouil Kitab was Sunnah 1/53 oleh Walid bin Shoqr Al-Humaidi]
Orang-orang yang melakukan hal ini apabila ditegur dan dinasehati mereka akan menjawab: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya".
Kita jawab: "100% alasan anda sama dengan orang-orang musyrik zaman dulu. Aku yakin anda lupa atau memang tidak tahu ayat berikut ini:
"Ingatlah, Hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya". [QS. Az-Zumar: 3]

Saudaraku…lapangkanlah dadamu, terimalah kebenaran, ikhlaskan ibadah, peganglah erat-erat sunnah Nabimu r …
Saudaraku janganlah anda mengikuti kebanyakan orang yang tidak didasarkan dengan dalil yang kuat dan tidak mendapatkan petunjuk.
Renungkanlah Firman Alloh I ini:
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka" [QS. Huud: 113]

 Unaizah Qosim KSA, 20 Romadhon 1430
Abu Abdillah Riza Al-Lumbuky

0 komentar:

Cari Artikel Hidayahsalaf