yufid.com
Tampilkan postingan dengan label KOLOM SYAFI'IYYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLOM SYAFI'IYYAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2025

Naiknya harga sebab Dosa

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 20.13 No comments


 💲Kenaikan Harga Karena Kezaliman

Para Hamba


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:


"Dan Allah menjadikan kenaikan harga terkadang karena kezaliman para hamba, dan turunnya harga terkadang karena perbuatan baik sebagian manusia".


[Al Fatawa 8/520-523]


#posterdakwah #ibnutaimiyah #ahlussunnah #ahlussunnahwaljamaah #kajiansunnah #kajianislam #kajiansalaf

Jumat, 07 November 2025

Manfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 00.44 No comments

 

Manfaatkan Masa Mudamu


Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim, disahihkan oleh Al Albani)

Minggu, 13 Maret 2016

Kitab Al Ibanah disahkan oleh Para Ulama'

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 07.43 No comments


 Keotentikan kitab Al Ibanah oleh Abul Hasan Al Asy'ari





Al-Hafizh Ibnu Asakir, seorang ulama yang paling tahu tentang Imam Abul Hasan,  ini dalam kitabnya Tabyin Kadzibil Muftari   halaman 28, 128- 136, 171.
  
Al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Al Husain bin Ali Al Baihaqi Asy Syafi’i (458 H), di dalam kitab Al I’tiqod wa Al Hidayah ila Sabil Ar Rosyad halaman 31.

Al Hafizh Adz Dzahabi di dalam kitab Al ‘Uluw Lil ‘Aliy Al Ghoffar halaman 278.

Ibnu Farhan Al Maliki di dalam kitab Ad Dibaj halaman 193-194 berkata: “Abul Hasan Al Asy’Ari memiliki kitab-kitab seperti kitab Al Luma’ Al Kabir, Al Luma’ As Shoghir, dan kitab Al Ibanah  fi Ushul Ad Diyanah”.

Abu Al Fallah Abdul Hayy bin Al ‘Imad Al Hanbali di dalam kitab Syadzarat Adz Dzahab fi A’yan man Dzahab halaman 303.

As Sayyid Murtadho Az Zubaidi di dalam kitab Ithaf As Sadah Al Muttaqin Bi Syarh Asror Ihya’ ‘Ulum Ad Din Juz 2 halaman 2.

[ Lebih luasnya lihat penjelasan Fadhilah Asy Syaikh DR. Abdur Rahman Al Mahmud di dalam kitab Mauqif Ibn Taimiyah min Al Asya’Iiroh 1/348 ]


diterjemahkan oleh Abu Abdillah www.hidayahsalaf.blogspot.com

Minggu, 05 Januari 2014

Biografi Imam Syafi'i

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 07.31 No comments

BIOGRAFI AL-IMAM ASY-SYAFI'I RAHIMAHULLAH

Sesungguhnya diantara tanda Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya adalah Allah menjadikannya cinta dengan ilmu. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan menjadikannya faqih/faham tentang agama" (HR Al-Bukhari)

Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan (download)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.57 No comments
Kami berharap dengan membaca eBook ini akan menjadikan kita kembali kepada yang haq, bukankah kebenaran lebih berharga dari mencari ridha manusia, apatah lagi dengan menyalahi sunnah nabi yang mulia, tauladan yang sempurna Muhammad صلى الله عليه وسلم … dan Allah-lah yang memberi taufik.

Download:

Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan

Download CHM atau Download ZIP mirror Download CHM atau Download ZIP


http://ibnumajjah.com

Imam Nawawi ASy Syafi'i VS Bid'ah (download)

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 06.03 No comments
Imam Nawawi رحمه الله adalah seorang ulama terkemuka yang menghabiskan usianya untuk mempelajari ucapan hamba termulia—yaitu Muhammad صلى الله عليه وسلم.— Hampir seluruh waktunya beliau gunakan untuk mendengarkan hadits-hadits dari lisan pada pembesar ulama di Syam dan meneliti permasalahan-permasalahan pelik dalam sunnah-sunnah Rasul. Beliau sangat konsisten dengan apa yang telah ia ilmui dari al-Kitab dan as-Sunnah. Beliau telah menggabungkan antara ilmu dan amal.

Di masa-masa kehidupannya yaitu pada abad ke-7 Hijriah, beliau banyak menjumpai amalan yang berseberangan dengan sunnah Abul Qasim (Muhammad) صلى الله عليه وسلم. Mereka mengada-adakan ibadah yang tidak ada asalnya dalam agama Allah عزّوجلّ ini (baca: bid’ah). Maka bangkitlah Imam Nawawi رحمه الله karena kecintaan beliau terhadap sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم. Beliau membangunkan manusia dari kelalaiannya dan memperingatkan mereka dari bahaya bid’ah dan para penghasung kesesatan tersebut, seraya mengibarkan seruan untuk tetap teguh berpegang kepada al-Kitab dan as-Sunnah dan menyingkirkan dari selain keduanya.

Berikut [dalam ebook] (copas dari http://ibnumajjah.com) beberapa contoh nyata pengingkaran beliau terhadap perbuatan-perbuatan bid’ah yang diada-adakan di masa hidup beliau:

Download:

Download CHM atau Download ZIP

Jumat, 23 Desember 2011

ULAMA' SYAFI'IYYAH MELARANG ACARA TAHUN BARU

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.30 No comments
As-Suyuthi (Ulama Syafi'iyyah): Larangan dari Perayaan yang disebut Malam Tahun Baru Masehi

Di antara yang dilakukan banyak manusia pada musim dingin, dan mereka menganggap saat itu dilahirkan Isa ‘alaihis salam. Maka semua yang dilakukan pada malam-malam ini termasuk kemungkaran, seperti: menyalakan api, membuat makanan khusus perayaan, membeli lilin dan lainnya[1] untuk perayaan.
Sesungguhnya menjadikan hari-hari lahir sebagai perayaan itu merupakan agama Kristen nashrani dan tidak ada asalnya dalam agama Islam. Hari kelahiran ini tidak pernah disebutkan di masa salaf terdahulu. Bahkan asalnya diambil dari orang-orang Kristen nashrani, ditambah dengan kondisi alam, yaitu bertepatan dengan musim dingin yang cocok untuk menyalakan api. Kemudian orang-orang nashrani meyakini bahwa Yahya ‘alahis salam beberapa hari setelah lahirnya Isa ‘alihis salam, beliau merendamnya di air al-ma’mudiyah (pembaptisan). Maka orang-orang nashrani pada hari tersebut berendam dan menamakannya dengan hari perendaman (pembaptisan). Dan banyak kaum muslimin yang tidak tahu memasukkan anak-anak mereka ke tempat-tempat pemandian pada waktu ini dan menganggap bahwa hal itu memberi manfaat kepada si anak. Ini termasuk dari agama orang-orang nashrani dan termasuk kemungkaran haram yang terbesar.

Imam Suyuthi & ilmu kalam manthiq

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.28 No comments
Imam Suyuthi & ilmu kalam manthiq

Al-Imam As-Suyuthi berkata dalam Husnul Muhadhoroh 1/339:
وقد كنت في مبادئ الطلب قرأت شيئًا في المنطق، ثم ألقى الله كراهته في قلبي، وسمعت ابن الصلاح أفتى بتحريمه فتركته لذلك فعوضني الله تعالى عنه علم الحديث الذي هو أشرف العلوم.
“Dulu pada awal menuntut ilmu, aku mempelajari sedikit ilmu mathiq, kemudian Allah menaruh kebencian terhadapnya di dalam hatiku dan aku mendengar Ibnush Sholah berfatwa tentang haromnya ilmu kalam, oleh karena itu Allah memberikan ganti untukku dengan ilmu hadits yang merupakan ilmu yang paling utama.”

Sejarah Pergulatan Filsafat vs Wahyu & Risalah Kenabian

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.26 No comments
Sejarah Pergulatan Filsafat vs Wahyu & Risalah Kenabian


Logika Filsafat Setiap Bangsa Berbeda-beda

Sesungguhnya logika filsafat tidak mempunyai ketentuan baku dan tidak hanya terbatas pada satu jenis logika saja. Tidaklah satu bangsa melainkan mempunyai logika yang khusus. Bangsa Persia mempunyai logika tersendiri. Bangsa Hindia mempunyai logika tersendiri. Bangsa Yunan juga demikian. Bangsa Majusi juga demikian dan begitu yang lainnya, masing-masing golongan tidak sepakat pada logika tertentu. Bahkan mereka berselisih dan berbeda dalam masalah logika, yang ini telah diketahui oleh orang-orang yang perhatian dengannya.

Asal-muasal Ilmu Kalam Tersebar di Ummat Islam

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.21 No comments
Asal-muasal Ilmu Kalam Tersebar di Ummat Islam


Ilmu kalam yang mengandalkan logika daripada Al-Qur’an dan As-Sunnah itu berasal dari luar Islam. Kemudian masuk tersebar ke kalangan kaum muslimin dengan perantaraan masuknya terjemahan buku-buku filsafat Yunani pada masa Al-Ma’mun dari Pulau Ciprus yang berada di bawah kekuasaan Romawi Timur waktu itu. Sehingga dari itu tersebarlah ilmu kalam, apalagi ilmu kalam dipegang sebagai madzhab negara sejak masa Kholifah Al-Ma’mun sampai Al-Watsiq, bahkan orang-orang dipaksa dengan hal itu. Bila tidak mereka dibunuh atau dipenjara atau dihukum dengan hukuman lainnya.

Kebingungan dan Penyesalan Para tokoh Ahli Kalam

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.19 No comments
Kebingungan dan Penyesalan Para tokoh Ahli Kalam

Aqidah ahlussunnah dibangun di atas dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dan prinsip yang dipegang oleh para shohabat yang mulia, semoga Allah meridhai mereka semua. Aqidah yang bersih dan sangat jelas, tidak susah dipahami dan rumit.

Beda dengan lainnya yang bersandar kepada logika akal dan menakwil dalil-dalil naql (wahyu). Dimana mereka membangun aqidah keyakinan mereka di atas ilmu kalam. Itupun akhirnya para ahli kalam menjelaskan bahaya yang ada dalam ilmu kalam. Mereka menyesal karena habis waktu mereka dengan ilmu kalam, namun tidak sampai kepada kebenaran. Ujung kesudahan mereka adalah kebingungan dan penyesalan. Di antara mereka ada yang diberi taufik untuk meninggalkan ilmu kalam dan mengikuti jalan salaf. Mereka juga mencela ilmu kalam.

Kebinasaan bagi Ahli Kalam Ahli Manthiq

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.17 No comments


Telah lewat kepada kita artikel tentang hukuman Imam Asy-Syafii terhadap ahli kalam. Dan juga pernyataan beliau dan Imam An-Nawawi yang mengharamkan ilmu kalam. Demikian ini diantara hikmahnya karena ilmu kalam akan membawa seseorang kepada kebinasaan. Agamanya akan hancur dengan ilmu kalam. Dan na’udzu billah dia akan menghadap kepada Allah dalam keadaan ragu dengan agama Islam.

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ،  ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
“Celakalah orang-orang yang berdalam-dalam.” (tiga kali)

Larangan berdebat dan jidal Ahli Kalam

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.14 No comments


Sebelum kita menyimak apa yang dikatakan para ulama tentang perdebatan, kita hendaknya meresapi kandungan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ 
“Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal (debat untuk membantah)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat: "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. [Az-Zuhruf: 58]” (HSR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Syafii dan lainnya tentang ilmu kalam

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.12 No comments

Imam Syafii dan Para Imam Lain Tentang Ilmu Kalam

Kita telah mengetahui sebagian pendapat Imam Syafii tentang hukuman bagi ahli kalam. Untuk lebih meyakinkan kita tentang bahayanya ilmu kalam, akan dibawakan perkataan para imam yang lainnya tentang ilmu kalam.

Telah banyak ungkapan para salaf, seperti Imam Syafii, Imam Ahmad dan lainnya yang memperingatkan dari ilmu kalam dan ahli kalam. Dan sebagaimana yang telah lalu bahwa ilmu kalam akan menghantarkan kepada syubhat (kesamaran) dan keraguan-keraguan.

Imam Asy-Syafii dan An-Nawawi: Haram belajar Ilmu Kalam

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.10 No comments

Hukum Imam Syafii & Imam An-Nawawi terhadap Ahli Kalam
Imam Asy-Syafii rohimahulloh berkata:

حُكْمِي فِي أَهْلِ الْكَلَامِ أَنْ يُضْرَبُوا بِالْجَرِيدِ وَيُحْمَلُوا عَلَى الْإِبِلِ وَيُطَافَ بِهِمْ فِي الْقَبَائِل وَالْعَشَائِر ، وَيُنَادَى عَلَيْهِمْ هَذَا جَزَاءُ مَنْ تَرَكَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّة وَأَقْبَلَ عَلَى الْكَلَامِ 
Hukumku pada ahlil kalam, mereka dipukul dengan pelepah kurma, dan dinaikkan ke unta, kemudian diarak berkeliling di kabilah-kabilah dan suku-suku, kemudian diserukan tentang mereka ‘Ini balasan orang yang meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan menghadap diri kepada Ilmu Kalam’.”
(Manaqib Asy-Syafii karya Al-Baihaqi 1/462, cet, Dar At-Turots).

Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan tentang biografi Khalifah al-Mu'tadhidh Billah:
bahwa Isma'il al-Qadhi, dia berkisah: Satu kali aku masuk menemui Khalifah. Kemudian beliau menyodorkan kepadaku sebuah kitab. Akupun melihatnya. Ternyata kitab itu berisi kumpulan rukhsah-rukhsah (hukum-hukum yang paling ringan) dari pendapa ulama yang keliru.
Maka aku berkata: "Penulis kitab ini zindiq (orang ingin merusak islam, tapi menampakkan diri sebagai muslim)."
Khalifah menjawab: "Bukankah hadits-hadits yang jadi landasan ini shahih?"
Aku jawab: "Ya, namun ulama yang membolehkan khamr tidak membolehkan mut'ah. Ulama yang membolehkan mut'ah, tak membolehkan nyanyian. Tidaklah seorang alim ulama melainkan punya satu ketergelinciran (pendapat yang keliru). Barangsiapa yang mengambil pendapat yang keliru dari setiap ulama, agamanya akan hilang."
Kemudian Khalifah memerintahkan kitab itu untuk dibakar.
(Sumber: Siyar A'lam an-Nubala 13/465)

An-Nawawi: Hati-hati dari Kemaksiatan dan Akibatnya

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.04 No comments

Seringkali seseorang menganggap remeh kemaksiatan yang dia lakukan, dia menganggap gampang untuk meminta ampun kepada Allah. Dia tidak tahu atau lalai bahwa hal itu sangatlah berbahaya. Ada suatu titik hitam yang jika dibiarkan akan membuat seseorang terjatuh kepada yang lebih besar daripada itu.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Kitab Al-Arbain dibawah hadits keenam beliau berkata:
“Kemaksiatan-kemaksiatan mengantarkan kepada kekufuran,’karena satu jiwa jika terjatuh pada sikap menyelisihi syariat, akan berjenjang dari sebuah mafsadah (kerusakan agama) kepada yang lebih besar darinya. Ini diisyaratkan oleh firman Allah:

وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُون
“Dan orang yahudi membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan karena mereka telah bermaksiat dan melampaui batas.” (Ali Imran: 112)

Imam Asy-Syafii dan taqlid

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 16.00 No comments

Sesungguhnya para ahli fikih yang ditaqlidi, mereka menolak taqlid. Mereka melarang para muridnya dari taqlid kepada mereka. Yang paling keras dalam hal itu adalah Imam Asy-Syafi’i. Sesungguhnya beliau rohimahulloh sangat tegas dalam permasalahan ittiba’ (mengikuti) atsar (hadits, sunnah) yang sohih dan mengambil kandungan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, ketika yang lainnya tidak sampai, dan beliau berlepas tangan dari ditaqlidi secara global, beliau mengatakan yang demikian dengan terang-terangan. Semoga Alloh memberi manfaat yang demikian dan memperbesar pahalanya. Hal itu menjadi sebab kebaikan yang banyak. (Ibnu Hazm berkata dalam Kitab Al-Ihkam 6/118)

Tingkatan pemikiran orang-orang sufi

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.57 No comments

Pada artikel yang lalu telah disebutkan bahwa aliran sufi itu dimulai dari sikap berlebihan dalam meninggalkan kehidupan dunia, kemudian membuka pintu bid’ah gagasan bahwa ketuhanan bersemayam dalam makhluk (al-hulul), sampai gagasan bahwa semua makhluk adalah satu hakikat, yang merupakan Alloh (wihdatul wujud). Dari  percampuran semua pemikiran ini lahir aliran sufi, yang muncul dalam Islam. Aliran ini kemudian semakin jauh dari petunjuk Al-Qur’an Al-Karim dan Sunnah yang murni. Sampai para pengikut aliran sufi menyebut semua yang mengikuti Al-Qur’an dan  Sunnah sebagai  ‘ahli syari'at’ dan ‘ahli tekstual’ (ahlul-dhaahir), sedangkan mereka menyebut  diri mereka  sebagai ‘ahli hakikat’ dan ‘orang yang punya pengetahuan tersembunyi’ (ahlul-batin).

Mungkin untuk membagi pemikiran ideologi (madzhab) sufiyah ekstrim kepada tiga 3 kategori, yaitu:

Asal-usul Aliran Sufi

Posted by Abu Abdillah Riza Firmansyah On 15.55 No comments

Mengapa disebut dengan nama itu?  Kata sufi diambil dari sebuah kata yunani 'Sophia' yang bermakna kebijaksanaan. Dikatakan juga bahwa sufi adalah sebuah kata yang dihubungan dengan memakai pakaian wol (shuf). Dan perkataan ini adalah yang paling mendekati karena pakaian wol merupakan tanda kezuhudan mereka (yaitu melepaskan diri dan menjauh dari kehidupan dunia). Dikatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meneladani 'Isa bin Maryam 'alaihis-salaam.

Muhammad bin Siriin [seorang tabiin terkenal yang meninggal pada tahun 110 H] disampaikan kepada dia bahwa orang tertentu memakai pakaian wol untuk meneladani 'Isa bin Maryam, maka dia berkata:
إن قوما يتخيرون لباس الصوف يقولون إنهم يتشبهون بالمسيح بن مريم ، وهدي نبينا أحب إلينا وكان صلى الله عليه وسلم يلبس القطن وغيره ،
“Ada satu kaum yang memilih dan mengutamakan memakai pakaian wol, mengaku bahwa mereka ingin meneladani Al-Masih bin Maryam. Tetapi jalan Nabi kita lebih kita cintai, dan  Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memakai katun dan pakaian lain.”

Cari Artikel Hidayahsalaf